• Tentang Kami
  • Contact
Selasa, 3 Februari 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Mengenal Resistensi Insulin, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Diabetes Tipe 2

Oleh: Sofia
Rabu, 23 September 2020 / 21:48 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Resistensi insulin disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Anda mengalami diabetes tipe 2. Kondisi ini membuat tubuh Anda tidak merespons insulin sehingga membuat tubuh sulit memecah glukosa. Namun, salah satu faktor penyebab diabetes tipe 2 ini masih bisa dicegah. Bagaimana caranya?

Resistensi insulin, saat tubuh tak lagi peka terhadap insulin

Resistensi insulin adalah kondisi yang menandakan bahwa tubuh Anda tidak lagi dapat merespons kerja insulin sebagaimana mestinya alias kebal dan terhadap insulin. Umumnya, hal ini rentan terjadi pada orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami diabetes melitus, khususnya tipe 2.

READ ALSO

Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025

Eka Hospital MT Haryono Resmi Beroperasi, Punya Teknologi Robot Bedah Da Vinci XI

Hormon insulin diperlukan untuk membantu glukosa masuk ke sel-sel tubuh untuk dipecah menjadi energi. Saat tubuh tak lagi sensitif dengan keberadaan insulin, glukosa tak bisa masuk ke sel tubuh untuk dipecah menjadi energi, sehingga akhirnya tetap berada di dalam aliran darah. Akibatnya, gula darah Anda pun tinggi (hiperglikemia).

Orang yang mengalami hiperglikemia biasanya didiagnosis dokter mengalami prediabetes. Namun, nilai kadar gula darah belum setinggi kadar gula darah diabetes sehingga biasanya belum mengalami gangguan kesehatan yang berarti.

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal Dalam Tubuh

Dijelaskan dalam studi American Diabetes Association, resistensi insulin selanjutnya akan memicu pankreas melepaskan terlalu banyak insulin dalam darah sehingga menyebabkan hiperinsulinemia.

Kondisi ini bukannya membuat penyerapan glukosa semakin efektif, malah menyebabkan tubuh semakin sulit menyimpan glukosa sebagai cadangan energi.

Pelepasan insulin ke dalam darah membuat organ hati mengubah glukosa yang tersimpan menjadi lemak. Penumpukan lemak lantas menyebabkan sel-sel tubuh menjadi semakin kebal terhadap insulin.

Perlahan, pankreas yang terus-menerus bekerja untuk melepaskan insulin jadi “lelah” dan tak lagi dapat memproduksi cukup insulin. Akibatnya, kadar gula darah yang tinggi semakin tidak terkendali hingga akhirnya menyebabkan diabetes tipe 2.

Tanda dan gejala resistensi insulin

Resistensi insulin bisa saja tidak memunculkan gejala apa pun selama bertahun-tahun sehingga sulit terdeteksi. Meskipun umumnya tak bergejala, Anda juga perlu waspada apabila muncul beberapa gangguan kesehatan yang mirip dengan gejala diabetes yang mungkin mengarah kepada resistensi insulin, seperti:

  • Kelelahan
  • Mudah lapar
  • Sulit berkonsentrasi
  • Muncul akantosis nigrikans, yaitu gangguan kulit seperti bercak hitam pada belakang leher, pangkal paha, dan ketiak

Biasanya kondisi ini juga disertai dengan tanda-tanda, seperti:

  • Terjadinya penumpukan lemak di sekitar perut
  • Meningkatnya kadar gula darah
  • Kadar kolesterol naik

Namun, kenaikan kolesterol dan kadar gula darah ini mungkin agak sulit disadari jika Anda tidak rutin melakukan cek kadar gula darah dan kolesterol.

Gejala yang diikuti dengan keluhan tambahan, seperti sering buang air kecil, luka yang lama sembuh, kaki sering kesemutan dan mati rasa adalah pertanda diabetes tipe 2.

Penyebab resistensi insulin

Penyebab terjadinya resistensi insulin belum diketahui secara pasti. Namun, para peneliti sepakat bahwa ada beberapa faktor pemicu yang dapat membuat tubuh kehilangan kemampuan menggunakan insulin secara optimal.

Penemuan peneliti menunjukkan adanya hubungan antara kelebihan berat badan dan faktor gentik dengan terjadinya kondisi ini.

Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan resistensi insulin:

1. Berat badan berlebih

Dalam buku International Textbook of Diabetes Mellitus, dijelaskan bahwa kelebihan berat badan mengakibatkan penumpukan lemak. Ini adalah faktor penyebab paling dominan untuk resistensi insulin.

Penumpukan lemak menyebabkan sel-sel di dalam tubuh membesar sehingga membuat sel semakin sulit merespons atau mengenali hormon insulin. Penumpukan lemak juga menyebabkan kadar kenaikan kadar asam lemak di dalam darah yang turut menggangu kerja sel tubuh dalam menggunakan insulin.

Selain itu, kelebihan lemak yang disimpan di hati dan sel-sel otot juga membuat kerja insulin terganggu sehingga sel-sel tubuh jadi kebal (resisten) terhadap insulin.

2. Faktor genetik

Studi berjudul Pathophysiology of Type-2 Diabetes menjelaskan pengaruh faktor genetik terhadap kondisi ini. Menurut studi tersebut, resistensi insulin bisa saja diturunkan jika kedua orangtuanya memiliki riwayat genetik penyakit diabetes melitus.

Faktor genetik ini menyebabkan berbagai gangguan baik pada hormon insulin maupun reseptor (penerima sinyal) insulin yang terdapat pada sel-sel tubuh. Gangguan pada hormon insulin disebabkan oleh perubahan bentuk molekul yang menghambat fungsinya untuk berikatan dengan sel-sel tubuh. Sementara pada reseptor sel, faktor genetik tersebut membuatnya bermutasi sehingga kesulitan untuk mengikat insulin.

Beberapa faktor lain yang turut membuat memperbesar risiko penyebab resistensi insulin, antara lain:

  • Menggunakan steroid dosis tinggi dalam jangka waktu yang cukup panjang.
  • Stres kronis.
  • Kebiasaan makan makanan tinggi karbohidrat, seperti mie dan nasi putih bersamaan secara berlebihan. 

Bagaimana cara mencegah resistensi insulin?

makanan untuk pasien penyakit ginjal

Selain diabetes, resistensi insulin juga merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis sehubungan dengan pembuluh darah, seperti penyakit jantung dan stroke. Kondisi ini juga bisa membuat Anda lebih berisiko terhadap kerusakan saraf mata, kaki, dan tangan, serta gagal ginjal.

Olahraga secara teratur dan pola makan yang baik adalah cara terbaik membantu menjaga berat badan tetap sehat sekaligus menurunkan risiko terjadinya resistensi insulin dan diabetes.

Walaupun tidak 100% menjamin, menjaga berat badan ideal tetap memberikan peluang terbaik bagi Anda untuk menjaga kadar glukosa tetap seimbang.

Resistensi insulin yang menyebabkan prediabetes merupakan peringatan sebelum Anda benar-benar mengalami diabetes. Artinya, kondisi ini masih bisa dikendalikan dengan menjaga kadar gula darah tetap normal. Dengan begitu, Anda dapat memperkecil peluang mengalami diabetes tipe 2. 

The post Mengenal Resistensi Insulin, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Diabetes Tipe 2 appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Presiden Saksikan Pengucapan Sumpah Anggota Dewan Komisioner LPS

Next Post

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Related Posts

Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025
Kesehatan

Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025

Oleh: Rizki
Minggu, 1 Februari 2026 / 11:52 WIB
Eka Hospital MT Haryono Resmi Beroperasi, Punya Teknologi Robot Bedah Da Vinci XI
Kesehatan

Eka Hospital MT Haryono Resmi Beroperasi, Punya Teknologi Robot Bedah Da Vinci XI

Oleh: Rizki
Jumat, 23 Januari 2026 / 20:24 WIB
Teknologi Da Vinci XI di Eka Hospital MT Haryono, Solusi Bedah Presisi Kanker Prostat
Kesehatan

Teknologi Da Vinci XI di Eka Hospital MT Haryono, Solusi Bedah Presisi Kanker Prostat

Oleh: Rizki
Rabu, 14 Januari 2026 / 09:30 WIB
Bukan Hanya Anak-Anak, Gigi Goyang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius pada Orang Dewasa
Kesehatan

Bukan Hanya Anak-Anak, Gigi Goyang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius pada Orang Dewasa

Oleh: Rizki
Jumat, 26 Desember 2025 / 10:30 WIB
Rayakan 13 Tahun, Bethsaida Healthcare Tegaskan Komitmen “Care in Every Step”
Kesehatan

Rayakan 13 Tahun, Bethsaida Healthcare Tegaskan Komitmen “Care in Every Step”

Oleh: Rizki
Kamis, 18 Desember 2025 / 21:33 WIB
Gunakan Teknologi Robotik Velys, Eka Hospital Raih Hasil Sempurna pada 100 Operasi Lutut
Kesehatan

Gunakan Teknologi Robotik Velys, Eka Hospital Raih Hasil Sempurna pada 100 Operasi Lutut

Oleh: Rizki
Kamis, 18 Desember 2025 / 16:29 WIB
Next Post
Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Tiga Bulan Menganggur, Buruh PT SLI Balaraja Harap Pabrik Segera Dibuka Kembali

Tiga Bulan Menganggur, Buruh PT SLI Balaraja Harap Pabrik Segera Dibuka Kembali

Senin, 2 Februari 2026 / 09:43 WIB
Wawalkot Pilar Ucapkan Selamat ke Dewa United Promosi ke Liga 1, Apa Kabar Persitangsel?

Rivera Buka Gol, Kafiatur Balas! Persebaya vs Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 1 Februari 2026 / 21:22 WIB
Wawalkot Pilar Ucapkan Selamat ke Dewa United Promosi ke Liga 1, Apa Kabar Persitangsel?

Dewa United Banten Tantang Persebaya di GBT, Riekerink Waspadai Momentum Bajul Ijo

Minggu, 1 Februari 2026 / 13:42 WIB
Pengunjung Serbu Rame – Rame Belah Duren di Tangcity Mall

Pengunjung Serbu Rame – Rame Belah Duren di Tangcity Mall

Minggu, 1 Februari 2026 / 12:54 WIB
Peringati Harlah NU ke-103, Bupati Tangerang Soroti Peran NU di Masyarakat

Peringati Harlah NU ke-103, Bupati Tangerang Soroti Peran NU di Masyarakat

Minggu, 1 Februari 2026 / 12:37 WIB
Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025

Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025

Minggu, 1 Februari 2026 / 11:52 WIB
Rampung Fisik, Akses Tol Jakarta–Tangerang KM 25 Masuk Tahap ULF–ULO

Rampung Fisik, Akses Tol Jakarta–Tangerang KM 25 Masuk Tahap ULF–ULO

Minggu, 1 Februari 2026 / 11:46 WIB
OPPO A6t Series Resmi Hadir di Indonesia, Baterai Jumbo dan Harga Mulai Rp1,9 Jutaan

OPPO A6t Series Resmi Hadir di Indonesia, Baterai Jumbo dan Harga Mulai Rp1,9 Jutaan

Jumat, 30 Januari 2026 / 23:10 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang