TANGERANG SELATAN, WT – Upaya memperkuat jejaring kemanusiaan internasional terus dilakukan IJMA Foundation for Humanitarian Action (IFHA). Salah satunya melalui kunjungan strategis ke kantor pusat ID Humanity Dompet Dhuafa di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (2/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal IFHA untuk mengenal lebih jauh pengalaman dan kapasitas ID Humanity Dompet Dhuafa dalam menjalankan program kemanusiaan, kebencanaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Delegasi IFHA dipimpin Dr. Salah Adam Khalifa Idris bersama Mrs. Analisa dan Mr. Pizaro Ghozali, Ph.D. Kedatangan mereka disambut Suriadi selaku Kabag Komunikasi & Pusdatin serta Kamaludin yang menjabat Manager Lembaga Pelayanan Masyarakat.
Pertemuan kedua organisasi tersebut diisi dengan pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan program sosial dan kemanusiaan. Diskusi juga menjadi ruang untuk melihat peluang kerja sama di masa mendatang, mengingat kedua lembaga memiliki perhatian terhadap pelayanan masyarakat serta isu kemanusiaan.
Suriadi menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyampaikan salam dari jajaran pimpinan lembaga yang belum dapat hadir secara langsung karena memiliki agenda yang telah terjadwal.
“Salam silaturahim dari para pimpinan belum bisa bertemu langsung, karena telah memiliki agenda terjadwal, semoga di lain kesempatan bisa bertemu di waktu yang tepat,” ujar Suriadi.
Dalam pertemuan itu, Suriadi juga menjelaskan perjalanan ID Humanity Dompet Dhuafa yang berperan sebagai mitra pelaksana berbagai program Dompet Dhuafa.
Meski baru berdiri pada Februari 2024, kiprah lembaga tersebut telah mencakup berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegara.
“Alhamdulillah meski baru, ID Humanity telah melakukan kerja-kerja sosial dakwah dan kemanusiaan di 36 provinsi dan 14 negara, semoga ke depannya dapat terus berkembang meluaskan maslahat dan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
IFHA Aktif di Empat Negara
Sementara itu, Dr. Salah Adam Khalifa Idris memaparkan cakupan operasi IFHA yang saat ini berfokus di empat negara, yakni Somalia, Kenya, Ethiopia, dan Sudan.
Menurutnya, kawasan tersebut menghadapi beragam persoalan kemanusiaan yang kompleks. Kondisinya tidak hanya berkaitan dengan konflik, tetapi juga tekanan akibat perubahan iklim dan krisis pangan.
Program IFHA mencakup sejumlah sektor, antara lain pendidikan, pemberdayaan perempuan, kesehatan, serta bantuan bagi masyarakat dhuafa dan anak yatim.
“Fokus utama kami meliputi pendidikan, pemberdayaan perempuan, kesehatan, serta bantuan langsung untuk masyarakat dhuafa dan anak yatim,” jelas Dr. Salah.
Ia menambahkan, berbagai program yang dijalankan IFHA, termasuk kegiatan khusus pada bulan Ramadan, diarahkan agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat penerima.
Melihat Potensi Sinergi dengan Dompet Dhuafa
Pemilihan ID Humanity Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga yang dikunjungi IFHA tidak terlepas dari pengalaman organisasi tersebut dalam menjalankan program kemanusiaan dan pemberdayaan.
IFHA melihat terdapat kesamaan visi antara kedua lembaga, khususnya dalam mengembangkan program yang tidak sekadar memberikan bantuan darurat, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat.
“Kami melihat adanya kesamaan visi. Dompet Dhuafa memiliki keahlian matang dalam berbagai sektor yang menjadi fokus IFHA. Kolaborasi ini berpotensi menciptakan model bantuan yang lebih efektif,” ungkap Dr. Salah.
Menurutnya, pengalaman Dompet Dhuafa dalam mengelola program kemanusiaan secara terukur dan berbasis pemberdayaan menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dipelajari.
IFHA Undang ID Humanity ke Somalia
Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Dr. Salah secara khusus mengundang perwakilan ID Humanity Dompet Dhuafa untuk melakukan kunjungan langsung ke Somalia.
Kunjungan lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih nyata mengenai situasi masyarakat dan pelaksanaan program IFHA di lapangan. Selain itu, pertemuan langsung di wilayah operasi dinilai dapat memperkuat hubungan serta membangun kepercayaan antarlembaga.
“Semoga ke depannya hubungan ini terus berkembang. Kami berharap Anda bisa melihat sendiri kerja kami di Somalia,” tutur Dr. Salah.
Pertemuan IFHA dan ID Humanity Dompet Dhuafa pun menjadi langkah awal untuk membuka ruang sinergi baru dalam bidang kemanusiaan internasional, khususnya melalui pertukaran pengalaman, penguatan kapasitas, dan potensi pelaksanaan program bersama di wilayah yang membutuhkan. (RIZ)
















Discussion about this post