TANGERANG, WT – PT Yili Indonesia Dairy (YILI) meraih Primaniyarta Award 2026 dalam kategori Eksportir Pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA). Penghargaan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi perusahaan dalam mendorong ekspor produk yang diproduksi di Indonesia, khususnya es krim Joyday yang kini telah dipasarkan ke 19 negara.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada pertengahan Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Primaniyarta merupakan penghargaan bagi eksportir berprestasi yang berkontribusi dalam meningkatkan kinerja ekspor nonmigas Indonesia.
Kategori Eksportir Pemanfaatan FTA menjadi salah satu kategori baru dalam penyelenggaraan Primaniyarta Award 2026. Kategori ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong dunia usaha agar memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas secara optimal untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat internasional.
Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan kegiatan ekspor sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global.
“Kami merasa terhormat menerima Primaniyarta Award 2026 dalam kategori Eksportir Pemanfaatan FTA. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi YILI untuk terus memperkuat kontribusi terhadap ekspor Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan industri FMCG nasional agar semakin kompetitif di pasar global. Bagi kami, Indonesia memiliki potensi besar tidak hanya sebagai pasar domestik, tetapi juga sebagai basis produksi untuk menjangkau konsumen di berbagai negara,” ujar Yu Miao.
YILI secara konsisten melakukan pengiriman produk ekspor dari Indonesia setiap bulan. Saat ini, es krim Joyday yang diproduksi di dalam negeri telah menjangkau 19 negara, memperlihatkan peluang produk industri barang konsumsi cepat saji atau fast-moving consumer goods (FMCG) Indonesia untuk bersaing di pasar internasional.
Perusahaan juga mencatat pertumbuhan volume ekspor sekitar 20–30 persen ke berbagai negara tujuan. Meski tidak mengungkapkan nilai ekspor secara terperinci karena pertimbangan kerahasiaan bisnis, capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif kegiatan ekspor YILI dari Indonesia.
Dalam memperluas jangkauan pasar, YILI memanfaatkan skema perdagangan melalui FTA untuk meningkatkan daya saing produk di negara tujuan. Pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses pasar, memperkuat posisi produk, serta mendukung efisiensi perdagangan lintas negara.
Selain memanfaatkan peluang perdagangan internasional, perusahaan juga berupaya meningkatkan daya saing melalui inovasi produk, efisiensi proses produksi, dan peningkatan kapasitas. Langkah tersebut didukung pemenuhan berbagai persyaratan yang berlaku di negara tujuan ekspor, mulai dari standar mutu, keamanan pangan, regulasi dan perizinan, hingga ketentuan halal.
Pemenuhan standar tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan produk Joyday yang dihasilkan di Indonesia dapat memenuhi persyaratan pasar internasional. Dengan menjaga kualitas produk dan kepatuhan terhadap regulasi, YILI berupaya mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar baru.
Ke depan, YILI berkomitmen melanjutkan penguatan ekspor dari Indonesia melalui perluasan negara tujuan, peningkatan volume pengiriman secara berkelanjutan, serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas perdagangan yang tersedia melalui FTA.
Pencapaian Primaniyarta Award 2026 sekaligus menegaskan peluang industri manufaktur Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam perdagangan global. Melalui produk Joyday, YILI berupaya memperkuat kontribusi ekspor nasional sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai negara. (RIZ)















Discussion about this post