Ketua Pemuda Ekonomi Syariah, Abdurrohman Wahid, menyambut positif momentum konser Andrea Bocelli di Indonesia. Menurutnya, kehadiran penyanyi tenor kelas dunia tersebut dapat menjadi ruang perjumpaan budaya sekaligus kesempatan untuk memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia di tingkat internasional. Ia menilai, musik memiliki kekuatan untuk menjembatani perbedaan bangsa, agama, dan latar belakang sosial, sekaligus menumbuhkan semangat persaudaraan dan kemanusiaan.
Abdurrohman berpandangan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk mengambil peran dalam membangun dialog global melalui kebudayaan. Di tengah konflik geopolitik dan berbagai krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia, pendekatan kebudayaan dapat melengkapi upaya diplomasi formal dengan membangun hubungan antarmasyarakat yang lebih terbuka. “Indonesia harus mampu menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang bagi persatuan, melainkan kekuatan untuk membangun dialog dan kerja sama global,” ujarnya, Jumat (23/10).
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kiprah sosial dan pendidikan yang dikaitkan dengan Andrea Bocelli dan Andrea Bocelli Foundation. Abdurrohman menekankan pentingnya memperluas akses pendidikan, dukungan bagi anak-anak dari keluarga rentan, serta perhatian terhadap generasi muda yang terdampak konflik dan keterbatasan ekonomi. Menurutnya, kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan filantropi perlu terus dikembangkan agar anak-anak di wilayah terpencil, perbatasan, dan daerah tertinggal memperoleh kesempatan yang lebih setara untuk membangun masa depan.
Dari perspektif ekonomi syariah, Abdurrohman menilai konser internasional juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, dan industri kreatif. Namun, manfaat ekonomi tersebut perlu diupayakan agar tidak hanya terkonsentrasi pada pelaku usaha besar, tetapi juga menjangkau masyarakat luas. “Ekonomi kemanusiaan menempatkan manusia sebagai tujuan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama keadilan, tanggung jawab sosial, dan kemaslahatan,” tegasnya.
Abdurrohman berharap momentum konser Andrea Bocelli dapat menginspirasi sinergi yang lebih luas antara seni, pendidikan, filantropi, dan pemberdayaan ekonomi. Ia menilai Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai ruang pertemuan peradaban yang menjunjung tinggi perdamaian, toleransi, dan kesejahteraan bersama. “Musik dapat membuka ruang untuk saling mendengar, pendidikan membuka jalan menuju masa depan, dan ekonomi yang berorientasi pada kemanusiaan memastikan lebih banyak orang merasakan manfaat kemajuan,” pungkasnya.















Discussion about this post