TANGERANG, WT – Empat desainer muda dari Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPBT) Susan Budihardjo menampilkan berbagai fesyen di JF3 Fashion Festival 2024.
Keempat desainer tersebut yakni, Desi Ramadani, Aaron Brian, Ami serta Audrey menampilkan koleksi terbaru mereka bertajuk “SYNKR.ON”.
“Persiapan pada event JF3 Fashion Festival 2024 selama dua bulan. Mulai seleksi hingga diputuskan kita yang dipilih,” kata salah satu desainer muda LPBT Susan Budhardjo, Desi Ramadani saat diwawancara wartawan pada Kamis, (1/8/2024).
Menurutnya, menjadi kebanggaan tersendiri bisa terlibat dengan menampilkan koleksi terbaru dari LPBT Susan Budihardjo.
“Seru bisa tampil di JF3 Fashion Festival 2024,” ucap Desi.
Diketahui LPTB Susan Budihardjo adalah sekolah mode pertama di Indonesia yang memiliki kurikulum. Sekolah dibawah kepemimpinan desainer Susan Budihardjo ini telah mencetak desainer-desainer ternama di Indonesia, diantaranya Sebastian Gunawan, Eddy Betty, Adrian Gan, Irsan, Didi Budiardjo, dan Denny Wirawan.
Melanjutkan tradisi tahunan, desainer muda berbakat di bawah bimbingan LPTB Budihardjo kembali memukau penonton di pagelaran busana JF3 dengan koleksi terbaru mereka bertajuk “SYNKR.ON”. Koleksi ini menonjolkan dominasi bahan denim yang tidak hanya menjadi simbol kepraktisan, tetapi juga mengadopsi semangat gaya hidup generasi masa kini yang dinamis, kreatif, dan fleksibel.
Tahun ini, LPTB Susan Budihardjo mempersembahkan fashion show yang terdiri dari dua segmen. Segmen pertama menampilkan karya para siswa LPTB Susan Budihardjo, mengusung potongan clean cut dengan palet warna gelap yang elegan. Beragam material berkualitas seperti cool wool, taffeta, spandex, lace, dan tulle menjadi andalan dalam menciptakan siluet yang dinamis dan segar.
Segmen kedua menghadirkan karya dari brand ACAKACAK, yang merupakan brand streetwear dibawah naungan LPTB Susan Budihardjo. Para siswa ditantang untuk menciptakan busana dari awal, mulai dari benang hingga menjadi pakaian siap-pakai. Koleksi ACAKACAK menonjolkan material denim sebagai bahan utama, mengekspresikan kreativitas dan keterampilan para desainer muda dalam mengolah denim menjadi karya yang edgy dan inovatif. (RIZ)
















Discussion about this post