TANGERANG, WT – Pemkot Tangerang meminta seluruh warga meningkatkan kewaspadaan menyusul meluasnya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penggunaan masker saat keluar rumah menjadi langkah utama guna mengantisipasi gangguan pada saluran pernapasan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika kualitas udara mulai memburuk akibat paparan abu.
“Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar disarankan memakai pelindung diri yang memadai guna menghindari paparan langsung abu vulkanik dalam durasi panjang,” ujar Mahdiar pada Minggu (6/9/2026).
Selain menjaga kesehatan diri, warga juga disarankan menjaga kebersihan hunian. Pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup rapat agar debu tidak masuk. Ketika membersihkan sisa abu di permukaan barang, warga diminta mengelapnya secara perlahan agar partikel halus tidak kembali beterbangan di udara.
Perhatian ekstra perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan penderita gangguan pernapasan. Apabila ada keluhan kesehatan seusai terpapar abu, warga diharapkan segera beristirahat atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Erupsi ini juga berdampak signifikan pada sektor transportasi udara. Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu yang menghentikan operasionalnya secara sementara pada Minggu (6/9/2026) sesuai Notifikasi Penerbangan (NOTAM) demi keselamatan penerbangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemkot Tangerang mengimbau para calon penumpang pesawat untuk terus memantau pembaruan jadwal langsung dari pihak maskapai atau pengelola bandara sebelum berangkat. Warga juga diminta tetap tenang, tidak termakan isu hoaks, serta memantau perkembangan situasi hanya melalui saluran komunikasi resmi pemerintah. (KEY)















Discussion about this post