Serang (Antaranews Banten) – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Rabu, mendatangi kantor Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) setempat untuk memberikan dukungan moril kepada pegawai yang menjadi korban tsunami saat berada di Pantai Tanjung Lesung pada Sabtu malam (22/2).
Tatu bersama Sekda Kabupaten Serang Entus Mahmud dan Staff Khusus Bupati Serang Agus Erwana datang setelah seluruh pegawai Dispenda selesai melakukan pengajian internal.
Tatu mengatakan, merasa prihatin atas kejadian yang dialami oleh 45 korban pegawai BPPD saat melakukan tugas perbandingan tingkat hunian di Tanjung Lesung, Cinangka, dan Anyer.
“Saya tahu kegiatan yang dilakukan BPPD karena sebelumnya sudah izin secara tertulis untuk mengetahui tingkat hunian di Pandeglang dan Kabupaten Serang,” katanya.
Ia mengungkapkan, dirinya mengapresiasi kinerja BPPD yang melakukan tugas saat libur. Pada saat kejadian seluruh ASN seharusnya libur selama empat hari untuk cuti bersama dan perayaan natal.
“Musibah sudah menjadi ketentuan Allah SWT, yang terpenting kita doakan agar diberi ketabahan dan yang meninggal bisa diampuni segala dosanya,” katanya.
Bupati Serang juga memberikan intruksi kepada pegawai BPBD agar melakukan pekerjaan normal seperti biasa, dan laporan diselesaikan melalui kordinasi masing-masing kepala bidang.
“Di sini ada kabid dan kasi agar bisa mengendalikan kegiatan secara normal dan jangan sampai ada kegiatan yang tidak berjalan. Jika ada kesulitan segera koordinasikan dengan Saya, Pak Wakil Bupati, atau Sekda,” katanya.
Tatu juga meminta agar Kepala Badan (Kaban) BPPD Dedi Setiadi tidak diberikan tugas dahulu, karena Kepala BPPD masih rawat inap di rumah sakit dan istrinya juga menjadi korban yang meninggal di lokasi.
“Pak Kaban jangan diberikan beban dulu oleh Kita. Saya juga yakin kita semua bisa menyelesaikan agenda akhir tahun ini dengan sempurna,”katanya.
Sebanyak 45 orang pegawai Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Serang yang berangkat ke Tanjung Lesung, dan terkena hantaman tsunami mengakibatkan lima orang meninggal dunia, yakni Kasubid Penagihan Pajak Ayat Hidayatullah, Office Boy (OB) Suganda, supir kaban Udin Miharja,istri Kaban Eli Yuniar dan Keluarga pegawai Isti Wadiasih. Sisanya, terdapat luka ringan dan luka berat.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan BPPD Kabupaten Serang, Ikhwanusoffa menceritakan, saat kejadian dirinya sedang rapat kerja di Bandung dan mendapatkan kabar bahwa terjadi tsunami dari pesan singkat sort message service (SMS) salah satu pegawai yang meminta jemput karena adanya tsunami.
“Tadinya saya tidak yakin kalau itu tsunami, karena di media juga belum ada. Setelah dipastikan bahwa itu benar tsunami saya langsung ambil mobil dump truck untuk angkut korban dan kendaraan disana,” katanya.
























Discussion about this post