TANGERANG, WT – Kesiapan masyarakat umum dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung (cardiac arrest) memegang peranan vital dalam menentukan tingkat keberhasilan penyelamatan korban. Hal ini ditegaskan oleh dr. Guiddo Ilyasa Purba dari Arrhythmia, Interventional & Vascular Clinic Eka Hospital BSD.
Menurut dr. Guiddo, henti jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja. Oleh karena itu, keterampilan Basic Life Support (BLS), termasuk melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau CPR, serta penggunaan Automated External Defibrillator (AED), wajib dikuasai oleh setiap orang, bukan hanya tenaga medis.
“Keberhasilan pasien henti jantung sangat bergantung pada kesigapan saksi di lokasi kejadian (bystander) yang mampu dan berani melakukan CPR segera,” jelas dr. Guiddo. Ia menambahkan bahwa respons cepat, akses mudah ke AED, dan koordinasi cepat dengan tim medis adalah mata rantai kunci dalam proses keselamatan pasien.
Dr. Guiddo juga menjabarkan panduan penting dalam melakukan kompresi dada yang efektif. Prinsipnya adalah menekan kuat sedalam 5–6 cm dengan kecepatan ideal 100 hingga 120 kali per menit, dan meminimalkan jeda. Untuk kasus henti jantung pada orang dewasa, metode Hands-Only CPR dianjurkan pada menit-menit awal. Sementara itu, pada anak, bayi, atau korban tenggelam, bantuan napas harus diprioritaskan karena gangguan pernapasan sering menjadi penyebab utama.
Selain CPR, penggunaan AED juga ditekankan. “AED dirancang dengan instruksi suara yang mudah diikuti, sehingga dapat digunakan oleh siapa saja. Alat ini sangat berguna untuk menganalisis irama jantung dan memberikan kejutan listrik jika memang diperlukan,” ujarnya.
Sebagai dokter yang aktif di klinik aritmia, intervensi, dan vaskular Eka Hospital BSD, dr. Guiddo mendorong masyarakat untuk aktif dalam pelatihan BLS. “Kesigapan orang di sekitar korban adalah penentu utama peluang hidup pasien. Edukasi publik mengenai BLS harus menjadi prioritas,” tutupnya. (RIZ)















Discussion about this post