SERANG, WT – Agenda Musyawarah Provinsi (Muprov) VII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Banten yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 November 2026 mendatang dipastikan berjalan lancar. Berdasarkan penutupan pendaftaran pada 27 Oktober 2026 lalu, M Azzari Jayabaya dipastikan melaju sebagai calon tunggal Ketua Umum KADIN Banten periode 2026–2031 yang akan dihelat di Aula Jayabaya, Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Sosok yang akrab disapa Amal Jayabaya ini langsung memaparkan visi besar dan langkah taktisnya dalam menakhodai organisasi pengusaha tersebut selama lima tahun ke depan. Berbeda dari program kerja yang bersifat normatif, ia menawarkan 10 poin program terperinci, operasional, dan terukur dengan fokus utama mengantarkan UMKM Banten naik kelas.
“Fokus pertama saya adalah meningkatkan kemampuan dan profesionalisme pelaku UMKM. Programnya berupa pelatihan pengelolaan usaha, perencanaan bisnis, kelas dasar pencatatan keuangan, penghitungan HPP, pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi-usaha, hingga klinik konsultasi bersama praktisi, akuntan, dan konsultan pemasaran,” jelas Amal Jayabaya.
10 Pilar Strategis KADIN Banten di Bawah Kepemimpinan Amal Jayabaya
Secara rinci, kesepuluh program kerja unggulan yang disiapkan oleh M Azzari Jayabaya meliputi:
Peningkatan Kemampuan dan Profesionalisme Pelaku UMKM: Pelatihan manajemen bisnis, pencatatan keuangan dasar, hingga klinik konsultasi lintas sektor dan daerah.
Perluasan Akses Pasar dan Peluang Penjualan: Mempertemukan UMKM terkurasi dengan jaringan industri, hotel, restoran, ritel, hingga penyusunan katalog digital produk Banten.
Integrasi Rantai Pasok Industri: Menghubungkan pengusaha lokal dengan kebutuhan perusahaan besar melalui direktori pemasok, pertemuan rutin buyer-supplier, serta pendampingan standar K3 dan mutu.
Kemudahan Akses Pembiayaan: Menyediakan klinik persiapan finansial, mempertemukan UMKM dengan perbankan maupun investor, serta edukasi pengelolaan dana yang bertanggung jawab.
Akselerasi Digitalisasi Usaha: Penerapan teknologi digital tidak hanya untuk pemasaran, tetapi juga pencatatan stok, transaksi, hingga keamanan siber.
Pendampingan Legalitas dan Sertifikasi: Membantu pengurusan izin usaha, sertifikasi Halal, PIRT, hingga standardisasi kemasan (packaging).
Pengembangan Produk Unggulan dan Identitas Daerah: Kurasi produk, penguatan merek, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Kemitraan yang Adil dan Berkelanjutan: Menyusun panduan transparan terkait transaksi bisnis serta memperkuat kolaborasi lintas sektor (Pentahelix).
Pemberdayaan Wirausaha Muda dan Perempuan: Membuka kelas kewirausahaan pemula, program mentorship bersama pengusaha senior, serta forum jejaring bisnis perempuan.
Indikator Keberhasilan Berbasis Kinerja: Mengukur progres secara berkala mulai dari jumlah UMKM yang didampingi, lonjakan omzet, realisasi pembiayaan, hingga penambahan lapangan kerja baru.
“KADIN Banten harus menjadi jembatan yang membuka peluang agar usaha lokal tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi bagian penting dari ekonomi Banten,” tegasnya.
Dengan tawaran konsep yang sangat aplikatif dan solutif ini, pencalonan Mochamad Azzari Jayabaya diprediksi bakal mendulang dukungan penuh serta aklamasi dari KADIN tingkat kabupaten/kota maupun para pelaku UMKM di seluruh wilayah Banten. (RED)















Discussion about this post