JAKARTA, WT– Masyarakat perantauan asal Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota kembali mempererat tali persaudaraan melalui Silaturahmi Akbar Rang Paliko Barolek Godang 2026.
Kegiatan yang digelar di Anjungan Sumatera Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2026), tersebut mempertemukan masyarakat Paliko yang selama ini tersebar di berbagai daerah, khususnya kawasan Jabodetabek.
Acara diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Ikatan Perantau Payakumbuh dan Lima Puluh Kota (Bakor Paliko) sebagai wadah untuk memperkuat hubungan antarsesama perantau sekaligus menjaga keterikatan dengan kampung halaman.
Ketua Umum Bakor Paliko, Periasman Effendi, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan untuk melepas rindu. Menurutnya, silaturahmi menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan nilai budaya Minangkabau di tengah kehidupan masyarakat yang berada jauh dari ranah.
Selain mempererat persaudaraan, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jaringan antarsesama perantau serta mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.
“Sebagai badan koordinasi, Bakor Paliko selalu peduli dan mengoordinasikan kondisi kehidupan terkini yang terjadi di ranah maupun di rantau,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.
Merawat Tradisi Merantau Masyarakat Paliko
Payakumbuh dan Lima Puluh Kota memiliki keterkaitan sejarah, sosial dan budaya yang kuat. Tradisi merantau yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau juga telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Paliko.
Merantau tidak semata-mata dipandang sebagai upaya mencari penghidupan. Bagi masyarakat Minangkabau, pengalaman di rantau juga menjadi proses untuk memperluas wawasan, membangun kemandirian, mengembangkan kemampuan serta memperluas jaringan.
Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Rang Paliko Barolek Godang 2026, Brigjen TNI Delvi Dt. Marajo, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi momentum untuk kembali memperkuat hubungan antarsesama masyarakat Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.
Menurut Delvi, masyarakat Paliko yang berada di perantauan memiliki latar belakang profesi yang beragam. Mereka berasal dari kalangan aparatur negara, TNI dan Polri, akademisi, profesional, pengusaha hingga pelaku UMKM.
Keragaman tersebut, kata dia, merupakan potensi besar yang perlu dipertemukan melalui jaringan dan semangat kebersamaan. “Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menjaga budaya, dan membangun kebersamaan perantau agar dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan kampung halaman,” ujar Delvi.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Lebih dari itu, pertemuan masyarakat Paliko diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan.
“Kita ingin masyarakat Payakumbuh dan Lima Puluh Kota di rantau semakin saling mengenal, saling terhubung, dan saling menguatkan. Banyak potensi yang dimiliki oleh perantau kita. Jika terhubung dalam jaringan yang kuat, tentu manfaatnya akan semakin besar,” katanya.
Jalan Basamo hingga Pentas Seni Minangkabau
Semangat kebersamaan telah dimulai sejak pagi melalui kegiatan Jalan Basamo Urang Paliko pada pukul 06.00 WIB. Jalan bersama tersebut menjadi simbol persatuan masyarakat Payakumbuh dan Lima Puluh Kota yang berasal dari berbagai nagari, tetapi kini menjalani kehidupan di berbagai daerah.
Setelah jalan bersama, rangkaian acara dilanjutkan dengan sarapan, pembukaan, sambutan tokoh dan pejabat, pertunjukan seni budaya Minangkabau, hiburan, permainan KIM, hingga foto bersama.
Nuansa budaya Minangkabau semakin terasa melalui penampilan musik dan tarian tradisional yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Tidak hanya mengedepankan aspek sosial dan budaya, panitia juga menghadirkan Pasar Rantau Paliko yang memasarkan berbagai kuliner khas, produk UMKM serta usaha dan jasa yang dikembangkan masyarakat asal Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.
Dorong Potensi Ekonomi Perantau
Kehadiran Pasar Rantau Paliko diharapkan menjadi sarana promosi sekaligus memperluas jejaring ekonomi masyarakat Paliko di perantauan.
Tradisi berdagang dan berwirausaha yang telah menjadi salah satu karakter kuat masyarakat Minangkabau dinilai dapat terus dikembangkan melalui jaringan antarsesama perantau.
Dengan semakin kuatnya konektivitas tersebut, berbagai produk dan usaha masyarakat Paliko diharapkan dapat memperoleh pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama baru.
Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Lima Puluh Kota H. Safni Sikumbang, Ketua DPRD Lima Puluh Kota Doni Ikhlas, S.H., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Bakor Paliko Drs. H. Azmi Syahbuddin.
Kehadiran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat di rantau dengan kampung halaman.
Generasi Muda Diajak Kenali Akar Budaya
Bakor Paliko juga melihat perantau sebagai sumber daya yang memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan daerah. Kontribusi tersebut dapat diberikan melalui pengalaman, pengetahuan, jaringan profesional, pengembangan usaha, pendidikan, teknologi maupun kegiatan sosial.
Karena itu, kegiatan Rang Paliko Barolek Godang 2026 diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan potensi masyarakat di rantau dengan berbagai kebutuhan pembangunan di daerah asal.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi generasi muda keturunan masyarakat Payakumbuh dan Lima Puluh Kota yang lahir serta tumbuh di perantauan untuk mengenal lebih dekat daerah asal keluarganya.
Nilai kebersamaan, musyawarah, persaudaraan dan semangat saling membantu yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui kegiatan ini, Bakor Paliko Jabodetabek berharap hubungan masyarakat Payakumbuh dan Lima Puluh Kota di perantauan semakin solid, sekaligus berkembang menjadi jaringan kolaborasi yang mampu memberikan manfaat bagi rantau maupun kampung halaman. (RIZ)















Discussion about this post