TANGERANG, WT – Komitmen dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid se-Provinsi Banten 2026. Kegiatan yang digelar pada 3–5 Juli 2026 di Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Muslim Sinar Mas Land (YMSML), Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM).
Kompetisi yang mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace” tersebut diikuti oleh 220 imam masjid dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan bagi para imam untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, memperdalam pemahaman keislaman, sekaligus mengembangkan kompetensi dalam membimbing dan membina jamaah.
Pembukaan MTQ dilakukan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, K.H. Nasaruddin Umar, didampingi Gubernur Banten, Andra Soni. Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya memperkuat diplomasi keagamaan sebagai salah satu solusi menghadapi berbagai konflik yang terjadi di dunia.
Menurutnya, imam masjid memiliki posisi strategis dalam membangun dialog, memperkuat toleransi, dan menumbuhkan semangat perdamaian di tengah masyarakat. Ia meyakini imam yang memiliki kompetensi baik akan mampu menjadi penggerak terciptanya kehidupan yang harmonis serta memperkuat kerukunan antarumat beragama.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan MTQ yang menjadi bagian dari rangkaian menuju International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.
Ia menilai forum tersebut menjadi bukti bahwa Islam hadir sebagai kekuatan moral yang mampu menghadirkan perdamaian, memperkuat solidaritas kemanusiaan, sekaligus menjawab berbagai tantangan global seperti konflik, intoleransi, polarisasi sosial, hingga krisis kemanusiaan.
Menurut Andra, dunia membutuhkan lebih banyak ruang dialog serta sosok imam yang mampu menjadi teladan persatuan. Ia berharap konferensi dan MTQ ini mampu menghasilkan rekomendasi strategis dalam meningkatkan kompetensi imam, memperluas jejaring internasional antarmasjid, memanfaatkan teknologi digital untuk dakwah yang mencerahkan, hingga memperkuat diplomasi keagamaan sebagai instrumen penyelesaian konflik dunia.
Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas Land, Bambang Setiawan, mengatakan pihaknya bangga dapat menjadi bagian dari penyelenggaraan perdana MTQ Imam Masjid tingkat Provinsi Banten. Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen yayasan dalam mendukung pembinaan umat serta memperkuat syiar Islam di BSD City dan wilayah sekitarnya.
Ia menilai keberadaan MTQ Imam Masjid mampu melahirkan generasi yang unggul secara spiritual sekaligus berkarakter di tengah perkembangan kehidupan urban dan derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok imam yang tidak hanya piawai memimpin ibadah, tetapi juga mampu menjadi teladan serta penggerak komunitas berdasarkan nilai-nilai Islam.
Dalam pelaksanaannya, MTQ Imam Masjid Banten 2026 mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni Musabaqah Tartil Al-Qur’an, Musabaqah Tilawah Al-Qur’an, Musabaqah Hifzh Al-Qur’an 15 Juz, Musabaqah Hifzh Al-Qur’an 30 Juz, Musabaqah Tafsir Al-Qur’an, Musabaqah Khutbah Jumat, serta Musabaqah Azan. Seluruh peserta dinilai oleh dewan hakim yang terdiri atas ulama, akademisi, dan praktisi keagamaan.
Pada akhir kompetisi, sejumlah peserta berhasil meraih predikat terbaik di masing-masing kategori. Untuk cabang Musabaqah Tilawah Al-Qur’an, juara pertama diraih Muhammad Al Muizul Kahfi dari Masjid Jami’ Al-Muawanah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Sementara pada kategori Musabaqah Tartil Al-Qur’an Imam, gelar juara pertama diraih Ahmad Saripudin dari Masjid Baitul Izzah. Adapun juara pertama kategori Musabaqah Hifzh Al-Qur’an 30 Juz berhasil diraih Arbi Aziz Pamungkas dari Masjid Birrul Walidain. (RIZ)















Discussion about this post