TANGERANG, WT – PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan energi ramah lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R Batan Indah, RW 04 Batan Indah, Kecamatan Setu, Kamis (4/6/2026).
PLTS rooftop on-grid berkapasitas 8.000 wattpeak (Wp) tersebut diserahkan secara simbolis kepada pengelola TPST 3R Batan Indah sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap program pengelolaan sampah berkelanjutan dan pemanfaatan energi terbarukan di tingkat masyarakat.
Peresmian dihadiri oleh pengurus lingkungan setempat, perwakilan PT IKPP Tangerang, serta mitra pemasangan dari PT Jarwin. Kehadiran fasilitas energi surya ini diharapkan dapat memperkuat operasional TPST sekaligus menjadi contoh penerapan energi bersih di kawasan permukiman.
Ketua RW 04 Batan Indah, Hendri Gumelar, mengatakan bahwa pembangunan PLTS merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap pengembangan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan PLTS tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan energi operasional TPST, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan ketergantungan pada energi fosil yang semakin terbatas.
“Bantuan PLTS rooftop on-grid berkapasitas 8.000 wattpeak ini menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional TPST 3R Batan Indah,” ujarnya.
Hendri menambahkan, penggunaan energi surya dapat menekan biaya listrik yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran utama dalam pengelolaan sampah. Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan juga berperan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan jejak karbon.
Ia berharap keberhasilan implementasi PLTS di TPST 3R Batan Indah dapat menginspirasi masyarakat maupun lembaga lain untuk mulai memanfaatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Head of Sustainability PT IKPP Tangerang, Kholisul Fatikhin, menjelaskan bahwa pemasangan panel surya sebenarnya telah selesai dilakukan pada November 2025. Namun, operasionalnya baru dapat dimulai setelah seluruh perizinan, termasuk Sertifikat Laik Operasi (SLO), rampung pada Februari 2026.
Kholisul menyebut bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui teknologi energi bersih.
Ia mengungkapkan bahwa IKPP juga telah menerapkan penggunaan panel surya di lingkungan perusahaan dalam dua tahap. Proyek pertama memiliki kapasitas 860 kWp yang direalisasikan pada 2024, sementara proyek kedua berkapasitas 865 kWp dilaksanakan pada 2025.
“Pengalaman tersebut kami bagikan kepada masyarakat agar manfaat energi surya juga dapat dirasakan secara langsung di lingkungan sekitar perusahaan,” katanya.
Menurut Kholisul, keberadaan PLTS akan membantu menekan biaya operasional pengolahan sampah yang selama ini membutuhkan konsumsi listrik cukup besar untuk mengoperasikan berbagai mesin pengolahan.
Selain mendukung efisiensi, penggunaan energi surya juga sejalan dengan tren global yang semakin mengedepankan pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber energi masa depan.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam pengoperasian fasilitas tersebut. Lokasi TPST yang berada di area pengolahan sampah berpotensi menghasilkan gas metana yang mudah terbakar sehingga diperlukan pengawasan dan perawatan secara berkala.
Karena itu, pihaknya meminta mitra pemasangan untuk memberikan pendampingan teknis dan pelatihan dasar kepada pengelola setempat agar proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan aman dan sesuai prosedur.
Dengan beroperasinya PLTS rooftop di TPST 3R Batan Indah, pengelolaan sampah di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih efisien, hemat energi, serta mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di masa mendatang. (RAY)
















Discussion about this post