TANGERANG, WT – Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, mengakui masih adanya pekerjaan rumah besar di lini depan timnya jelang lanjutan BRI Super League musim 2025/2026. Fokus utama yang kini dibenahi adalah peningkatan akurasi tembakan agar peluang yang tercipta bisa berbuah gol.
Tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut tengah berada dalam tren negatif setelah menelan empat kekalahan beruntun dengan skor tipis 1-0. Kondisi ini membuat efektivitas penyelesaian akhir menjadi sorotan utama dalam evaluasi tim.
Dalam laga berikutnya, Persita Tangerang dijadwalkan bertandang ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung pada Kamis, 30 April 2026. Kemenangan di laga tersebut dinilai penting untuk mengangkat kembali kepercayaan diri para pemain.
Carlos Pena menegaskan bahwa timnya sebenarnya mampu menciptakan peluang, namun belum maksimal dalam memanfaatkannya menjadi gol. Ia menilai konversi peluang menjadi faktor kunci yang harus segera diperbaiki.
Data empat pertandingan terakhir menunjukkan peningkatan jumlah tembakan, meski belum diimbangi dengan efektivitas. Saat menghadapi Persebaya Surabaya, Persita mencatatkan 7 tembakan dengan 1 tepat sasaran. Kemudian melawan Arema FC, terdapat 15 percobaan dengan 4 mengarah ke gawang.
Tren serupa berlanjut saat menghadapi Persik Kediri dengan 11 tembakan (4 on target), serta saat melawan Bali United FC dengan 9 percobaan dan 5 tepat sasaran.
Meski demikian, Pena mengakui bahwa meningkatkan akurasi tembakan bukan hal mudah dalam sepak bola. Selain aspek teknis, faktor kepercayaan diri pemain juga sangat berpengaruh dalam proses penyelesaian akhir.
Kendati berada dalam tekanan, ia memastikan timnya tidak akan menyerah dan akan terus bekerja keras memperbaiki performa. Evaluasi akan langsung dilakukan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Saat ini, Persita Tangerang berada di posisi ke-9 klasemen sementara dengan raihan 41 poin dari 29 pertandingan. Hasil positif di laga mendatang menjadi krusial untuk menjaga posisi sekaligus menutup musim dengan catatan lebih baik. (RIZ)





















Discussion about this post