TANGERANG, WT – PT Summarecon Agung Tbk melalui unit bisnis Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang menjajaki kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat (Kembangan–Balaraja) di wilayah Banten bersama PT MRT Jakarta (Perseroda).
Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Summarecon dan MRT Jakarta yang digelar di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk mengkaji potensi integrasi kawasan Summarecon dengan jaringan MRT, termasuk kemungkinan penempatan stasiun, interkoneksi, serta aspek teknis dan bisnis.
MoU bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar koordinasi awal sebelum dilanjutkan ke perjanjian berikutnya. Dalam tahap ini, para pihak akan membentuk joint working group yang akan melakukan kajian bersama selama dua tahun ke depan.
President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, menyampaikan bahwa pengembangan transportasi publik merupakan fondasi penting dalam pembangunan kota terpadu yang berkelanjutan. Integrasi MRT diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.
“Konektivitas transportasi publik merupakan salah satu fondasi dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan. Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal untuk mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi,” katanya.
Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur menyampaikan, Summarecon Serpong merupakan kawasan yang telah tumbuh dan hidup, dengan basis penghuni yang kuat serta dinamika aktivitas kota yang terus berkembang. Sebagai kawasan yang dilengkapi dengan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, serta ruang bagi aktivitas ekonomi kreatif. “Keterhubungan dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan menambahkan, Summarecon Tangerang sebagai kawasan terbaru yang dikembangkan oleh Summarecon direncanakan dengan visi jangka panjang. Integrasi dengan MRT Koridor Timur-Barat menjadi fondasi penting agar Summarecon Tangerang sejak awal berkembang sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi massal sehingga akan terus berkembang, baik fungsi residensial maupun komersial, dan yang terpenting terus berkelanjutan (sustainable) sekarang dan di masa depan.
“Kerja sama MRT dan Summarecon menjadi wujud kontribusi sektor swasta dalam mendukung agenda pemerintah yang memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan interkonektivitas antar kawasan,” ujarnya.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat, menambahkan, untuk mewujudkan percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya. Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan. “Kami pun apresiasi kepada pihak pengembang swasta yang terus mendukung upaya hadirnya sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan oleh masyarakat,” tandasnya. (RIZ)
















Discussion about this post