• Tentang Kami
  • Contact
Jumat, 6 November 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Kenapa Tidak Boleh Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud?

Oleh: Sofia
Selasa, 15 Desember 2020 / 10:19 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Anda seharusnya tidak memasukkan benda apapun ke dalam telinga untuk membersihkan kotoran dan debu. Ya, termasuk membersihkan telinga dengan cotton bud.

Untuk sebagian orang, kotoran telinga bisa menumpuk dengan sangat cepat hingga mengurangi kemampuan mendengar dan, di beberapa kasus, timbul rasa sakit. Banyak orang yang memilih menggunakan cotton bud untuk mengangkat kotoran tersebut. Padahal, walaupun membersihkan telinga dengan cotton bud cukup umum dilakukan, para ahli mengungkapkan bahwa membersihkan telinga dengan cotton bud bisa menyebabkan gangguan pendengaran atau kerusakan pada saluran dalam telinga.

READ ALSO

Fibrilasi Atrium Bisa Tak Terasa, Dokter Ungkap 8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Seraphim Medical Center Hadirkan Brain Wellness & Sleep Center, Fokus pada Kesehatan Otak dan Kualitas Tidur

Kita perlu kotoran telinga

Saluran dalam telinga memiliki sel khusus yang berfungsi untuk memproduksi cerumen, alias kotoran telinga. Produksi kotoran telinga ini bukannya tanpa alasan. Dilansir dari The Huffington Post, William H. Shapiro, seorang audiologis dan rekanan profesor di NYU Langone Medical Center, menjelaskan bahwa kotoran telinga adalah pelindung alami tubuh dari segala macam partikel asing, termasuk serangga, yang bisa masuk ke dalam tubuh melalui lubang telinga.

Kotoran telinga juga mengandung properti antibiotik dan antijamur, sehingga terlalu sering membersihkan telinga bisa berakibat pada komplikasi telinga dan kulit, termasuk infeksi telinga dan eksim di bagian luar telinga.

Kenapa tak disarankan pakai cotton bud?

Walaupun residu kotoran telinga akan tetap ada dan menempel di kapas cotton bud saat Anda membersihkan telinga, tapi di saat yang bersamaan Anda juga mendorong dan memadatkan kotoran telinga semakin masuk jauh ke dalam, melewati tempat di mana produksi minyak dalam telinga terjadi (lokasi ideal di mana kotoran telinga harus tetap tinggal). Hal ini akan menimbulkan rasa sakit, tekanan, gangguan pendengaran sementara, hingga berisiko menusuk gendang telinga.

Gendang telinga sangat mudah diraih oleh cotton bud. Karena gendang telinga sangat rapuh, organ penting dalam telinga ini akan dengan mudah pecah bahkan saat menerima tekanan yang lembut sekalipun dari dorongan cotton bud. Rasa sakitnya termasuk cukup parah dan telinga Anda mungkin akan mengeluarkan cairan bening dari dalam. Gendang telinga yang tertusuk akan mudah sembuh dengan sendirinya, walaupun begitu, proses pemulihan akan memakan waktu yang cukup lama dan bisa berujung pada gangguan pendengaran konduktif.

Jadi, perlukah untuk tetap membersihkan telinga?

Terlalu sedikit kotoran telinga yang tersisa akan meningkatkan risiko infeksi, dikutip dari American Hearing Research Foundation. Setidaknya, ada sepuluh peptida antimikroba yang terkandung dalam kotoran telinga untuk mencegah bakteri dan jamur berkembang biak. Sementara itu, terlalu banyak kotoran telinga bisa meningkatkan kejadian infeksi dan kehilangan pendengaran. Oleh karena itu, Anda membutuhkan perawatan telinga yang pas.

Pada umumnya, lubang dalam telinga tidak perlu dibersihkan. Mengutip dari Smithsonian Magazine, Dr. Rob Hicks mengungkapkan, telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri. Lemak dan minyak dalam saluran telinga akan memerangkap segala partikel asing yang masuk ke dalam telinga dan membilasnya keluar sebagai kotoran telinga. Kotoran telinga, menurut Hicks, akan luruh dengan sendirinya tanpa Anda sadari.

Struktur kulit dalam saluran telinga Anda bertumbuh layaknya spiral yang mengarah ke luar. Begitu kotoran telinga mengering, setiap gerakan yang dibuat oleh rahang Anda (mengunyah, berbicara, apapun itu) membantu melancarkan transportasi kotoran telinga dari dalam hingga keluar lubang telinga.

Selama keramas atau mandi, air yang masuk ke dalam lubang telinga akan mengencerkan kotoran telinga Anda sehingga akan memudahkan proses pembuangan.

Bagaimana cara membersihkan telinga dengan aman?

Kebalikan dari saluran dalam telinga, bagian terluar telinga harus tetap dibersihkan secara rutin. Walaupun begitu, tetap hindari membersihkan telinga dengan cotton bud. Setelah mandi, cukup gunakan sedikit sabun, air, dan sebuah lap bersih untuk menggosok bagian luar telinga.

Metode seperti ini memang tidak akan memberikan efek telinga yang bersih kesat, namun, mengutip dari Shape, Nithin Bathia, M.D., dari ENT Anda Allergy Associates New York, berpendapat bahwa kelembapan yang diberikan oleh kotoran telinga bagus untuk kesehatan telinga Anda. Telinga yang kesat sama sekali bersih dari kotoran telinga akan membuat saluran telinga kering dan terasa gatal. Kondisi ini kemudian akan menciptakan kebiasaan yang berulang; Anda merasa telinga Anda gatal akibat terlalu banyak kotoran telinga menumpuk, maka Anda akan semakin rutin mengorek telinga Anda. Semakin keras Anda mengorek telinga Anda, semakin banyak pula histamin yang dilepaskan yang akan menyebabkan kulit teriritasi dan meradang, sehingga memperparah masalahnya.

Jika Anda tidak cukup puas hanya membersihkan telinga dengan kain lap basah, Anda bisa menggunakan larutan pembersih telinga yang dijual bebas di apotek atau supermarket terdekat. Cukup teteskan larutan tetes telinga tersebut untuk memudahkan Anda membersihkan telinga Anda. Akan tetapi, solusi terbaik untuk membersihkan telinga sebenarnya dengan mengunjungi dokter THT Anda untuk mendapatkan pembersihan telinga profesional.

BACA JUGA:

  • Cara yang Sehat untuk Membersihkan Telinga
  • Berhenti merokok dengan terapi akupuntur
  • Pilek? Jangan buru-buru minum obat. Coba cara ini

The post Kenapa Tidak Boleh Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud? appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

2 Cara Mudah Hilangkan Kumis dan Jenggot, Sekali untuk Selamanya

Next Post

KTG di Kota Tangerang Meningkat, Tempat Isolasi Covid-19 Hampir Penuh

Related Posts

Fibrilasi Atrium Bisa Tak Terasa, Dokter Ungkap 8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung
Kesehatan

Fibrilasi Atrium Bisa Tak Terasa, Dokter Ungkap 8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Oleh: Rizki
Kamis, 1 Oktober 2026 / 09:10 WIB
Seraphim Medical Center Hadirkan Brain Wellness & Sleep Center, Fokus pada Kesehatan Otak dan Kualitas Tidur
Kesehatan

Seraphim Medical Center Hadirkan Brain Wellness & Sleep Center, Fokus pada Kesehatan Otak dan Kualitas Tidur

Oleh: Rizki
Rabu, 30 September 2026 / 12:47 WIB
Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua
Kesehatan

Alfamart dan Sweety Dorong Tumbuh Kembang Anak Lewat Posyandu dan Edukasi Orang Tua

Oleh: Rizki
Selasa, 15 September 2026 / 11:33 WIB
Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong
Kesehatan

Lebih dari 35 Pasangan Ikuti Couple Prenatal Yoga di Atria Hotel Gading Serpong

Oleh: Rizki
Senin, 14 September 2026 / 22:34 WIB
Dinkes Kota Tangerang Klaim Kekebalan Covid-19 Mencapai 100 Persen
Kesehatan

Hujan Abu Vulkanik Krakatau Capai Kota Tangerang, Dinkes Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Oleh: Rizki
Minggu, 6 September 2026 / 20:50 WIB
Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik
Kesehatan

Atasi Kista Tanpa Operasi Terbuka dengan Teknik MIGS Berbasis Bedah Robotik

Oleh: Rizki
Jumat, 21 Agustus 2026 / 13:50 WIB
Next Post
KTG di Kota Tangerang Meningkat, Tempat Isolasi Covid-19 Hampir Penuh

KTG di Kota Tangerang Meningkat, Tempat Isolasi Covid-19 Hampir Penuh

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Tren Positif Dewa United Bercokol di Papan Atas Klasemen Sementara

Dewa United Banten FC Bidik Poin Penuh di Markas PSIM Yogyakarta

Kamis, 5 November 2026 / 23:23 WIB
Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Kamis, 5 November 2026 / 22:34 WIB
Aksi Akrobatik Alexandre Ramalingom dan Gol Penentu Aleksa Warnai Kemenangan Manis Persita

Jaga Rekor Unbeaten, Persita Tangerang Bidik Tiga Poin Lawan Isenmulang Kalteng FC

Kamis, 5 November 2026 / 22:30 WIB
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/26 Pekan Perdana, Sabtu 9 Agustus

Persita vs Isenmulang dan Persija vs Persebaya, Ini Jadwal Liga Indonesia Pekan 9

Kamis, 5 November 2026 / 22:22 WIB
Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Rabu, 4 November 2026 / 21:29 WIB
Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 1-2 Lewat Aksi Comeback Spektakuler di Ujung Laga

Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 1-2 Lewat Aksi Comeback Spektakuler di Ujung Laga

Rabu, 4 November 2026 / 16:49 WIB
Yili Indonesia Didapuk TOP Human Capital Award 2026

Yili Indonesia Didapuk TOP Human Capital Award 2026

Rabu, 4 November 2026 / 16:27 WIB
Dewa United Banten Taklukkan Persita Tangerang di I.League Cup 2026/2027

Dewa United Banten Taklukkan Persita Tangerang di I.League Cup 2026/2027

Selasa, 3 November 2026 / 22:43 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang