• Tentang Kami
  • Contact
Jumat, 10 Juli 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Selalu Mengantuk di Siang Hari? Mungkin Anda Mengidap Hypersomnia

Oleh: Sofia
Selasa, 19 Januari 2021 / 10:50 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Bahkan jika Anda sudah tidur cukup setiap malam, Anda selalu saja mengantuk di siang hari. Waspada, bisa jadi gejala hypersomnia. Penyakit apa ini?

Apa itu hypersomnia?

Hypersomnia adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang terlalu mengantuk di siang hari atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk tertidur. Individu yang mengalami hypersomnia dapat tertidur kapan saja meskipun saat sedang melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, seperti saat sedang bekerja atau mengemudikan kendaraan.

READ ALSO

Sering Salah Kaprah tentang Kista, Istilah PCOS Resmi Berganti Jadi PMOS

Kini RSU Kota Tangsel Dilengkapi Layanan Bedah Onkologi

Dampak utama dari hypersomnia adalah gangguan dalam beraktivitas, serta penurunan fungsi kognitif yang signifikan akibat rasa mengantuk.

Apa yang menyebabkan hypersomnia?

Hypersomnia dapat terjadi dengan sendirinya atau dikenal dengan hypersomnia primer, di mana tidak terdapat faktor lain yang menyebabkan rasa ngantuk berlebih. Sedangkan hypersomnia yang disebabkan kondisi kesehatan tertentu dikenal dengan hypersomnia sekunder.

Hypersomnia primer disebabkan oleh fungsi sistem saraf pusat dalam mengatur waktu untuk terjaga dan terlelap. Gejala utama hypersomnia primer adalah merasa rasa mengantuk di siang hari meskipun waktu tidur malam sudah mencukupi. Sedangkan hypersomnia sekunder lebih cenderung disebabkan rasa lelah akibat kekurangan waktu tidur, mengalami gangguan tidur, terdapat riwayat penyakit kronis, konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu.

Kejadian hypersomnia primer cenderung lebih langka dibandingkan hypersomnia sekunder. Rasa mengantuk tanpa sebab dapat disebabkan karena faktor lingkungan atau keturunan, namun tidak menutup kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh penyakit genetik langka seperti myotonic dystrophy, Prader-Willi syndrome, dan Norrie disease.

Faktor yang membuat Anda berisiko mengalami hypersomnia

Jika dibandingkan dengan perempuan, laki-laki lebih mungkin mengalami hypersomnia, kondisi ini juga lebih mungkin Anda alami jika:

  • Mengalami berbagai gangguan tidur, terutama sleep apnea
  • Mengalami berat badan lebih
  • Merokok dan konsumsi alkohol secara rutin
  • Menggunakan obat-obatan narkotika
  • Menggunakan obat penenang dan antihistamin
  • Kekurangan waktu tidur.
  • Faktor keturunan, terdapat kerabat atau keluarga yang cenderung hypersomnia
  • Mengalami restless leg syndrome
  • Mengalami depresi
  • Mengalami epilepsi
  • Riwayat penyakit multiple sclerosis
  • Mengalami penyakit ginjal
  • Riwayat cedera pada sistem saraf, terutama trauma kepala
  • Riwayat penyakit hipotiroid

Bagaimana cara mendiagnosis hypersomnia?

Gejala hypersomnia merupakan hal yang umum, di mana American Sleep Association memperkirakan 40% penduduk mengalami rasa mengantuk berlebih. Namun untuk mendeteksi hypersomnia primer diperlukan beberapa jenis tes dan instrument seperti:

  • Tes fisik untuk memeriksa kewaspadaan
  • Penilaian rasa mengantuk dengan menggunakan Epworth Sleepiness Scale
  • Penilaian jenis tidur yang dialami pada siang hari dengan multiple sleep latency test
  • Penggunaan polysomnogram untuk memonitor aktivitas otak, pergerakan mata, detak jantung, tingkat oksigen dan pernapasan saat tertidur
  • Pemantauan waktu terjaga dan terlelap untuk mengetahui pola tidur.

Apa saja gejala hypersomnia selain mengantuk di siang hari?

Hypersomnia juga dapat dikenali dengan rasa mengantuk, dan beberapa efek samping dari hypersomnia di antaranya:

  • Merasa lemas
  • Gangguan emosi atau iritabilitas
  • Gangguan kecemasan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kesulitan dalam berpikir atau berbicara
  • Pikiran berkabut
  • Kesulitan mengingat hal sederhana
  • Gelisah atau tidak bisa diam.

Kondisi yang berkaitan dengan hypersomnia

Hypersomnia primer memiliki gejala yang sangat mirip dengan serangan tidur atau narkolepsi. Namun keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Selain itu, hypersomnia tidak menunjukan gejala tidur mendadak seperti yang terjadi pada penderita narkolepsi.

Hypersomnia juga mungkin berkaitan dengan gangguan sistem saraf pusat yang cenderung sulit dikenali seperti tumor otak, gangguan pada hipotalamus dan batang otak. Selain itu, penyakit yang terjadi usia tua seperti Alzheimer dan Parkinson pun memiliki gejala rasa mengantuk berlebih.

Bagaimana cara mengatasi hypersomnia?

Hypersomnia dapat diatasi berdasarkan penyebab terjadinya hypersomnia. Hypersomnia sekunder diatasi dengan menghilangkan kondisi atau penyakit penyebab hypersomnia. Penggunaan obat yang bersifat stimulan juga digunakan untuk mengurangi rasa mengantuk dan membantu agar tetap terjaga.

Perubahan gaya hidup merupakan hal yang penting dalam proses penanggulangan, salah satunya dengan membentuk jadwal tidur yang teratur. Terapkan pola sleep hygiene dengan menghindari aktivitas yang dapat membuat kualitas tidur Anda berkurang ketika akan memasuki waktu tidur. Serta ciptakan kamar tidur yang nyaman dan aman untuk terlelap seperti menggunakan bantal dan jauhkan sumber distraksi.

Individu yang mengalami hypersomnia juga dianjurkan untuk berhenti merokok dan konsumsi alkohol serta mengonsumsi diet seimbang untuk menjaga metabolisme dan tingkat energi. Sebagian besar kondisi hypersomnia dapat teratasi dengan perubahan gaya hidup. Jika tidak berhasil maka dianjurkan untuk konsumsi obat tertentu.

The post Selalu Mengantuk di Siang Hari? Mungkin Anda Mengidap Hypersomnia appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Tinjau Penanganan Gempa, Presiden Jokowi Bertolak Menuju Sulawesi Barat

Next Post

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Related Posts

Sering Salah Kaprah tentang Kista, Istilah PCOS Resmi Berganti Jadi PMOS
Kesehatan

Sering Salah Kaprah tentang Kista, Istilah PCOS Resmi Berganti Jadi PMOS

Oleh: Rizki
Jumat, 26 Juni 2026 / 22:02 WIB
Kini RSU Kota Tangsel Dilengkapi Layanan Bedah Onkologi
Kesehatan

Kini RSU Kota Tangsel Dilengkapi Layanan Bedah Onkologi

Oleh: Rizki
Senin, 25 Mei 2026 / 22:46 WIB
Canggih! Bethsaida Hospital Adopsi MRI 3T SIGNA™ Hero untuk Deteksi Dini Kanker hingga Stroke
Kesehatan

Canggih! Bethsaida Hospital Adopsi MRI 3T SIGNA™ Hero untuk Deteksi Dini Kanker hingga Stroke

Oleh: Rizki
Kamis, 21 Mei 2026 / 16:58 WIB
Viral di Korea dan Hollywood, FBC Clinic Tangerang Hadirkan XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri
Kesehatan

Viral di Korea dan Hollywood, FBC Clinic Tangerang Hadirkan XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Oleh: Rizki
Rabu, 20 Mei 2026 / 20:11 WIB
ARYADUTA Lippo Village Ajak Lansia Sehat Tanpa Obat Lewat Terapi Gerak
Kesehatan

ARYADUTA Lippo Village Ajak Lansia Sehat Tanpa Obat Lewat Terapi Gerak

Oleh: Rizki
Rabu, 6 Mei 2026 / 09:27 WIB
ARYADUTA Lippo Village Tutup Tjakap Djiwa dengan Family Wellness Day Penuh Makna
Kesehatan

ARYADUTA Lippo Village Tutup Tjakap Djiwa dengan Family Wellness Day Penuh Makna

Oleh: Rizki
Minggu, 3 Mei 2026 / 19:35 WIB
Next Post
Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa Desak Polri Bongkar Dugaan Korupsi Jampidsus, Tolak Intervensi terhadap Penegakan Hukum

Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa Desak Polri Bongkar Dugaan Korupsi Jampidsus, Tolak Intervensi terhadap Penegakan Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 / 15:49 WIB
FORTRESS dan MEVVAH Hadir di IndoBuildTech Expo 2026, Tawarkan Smartlock hingga Wall Panel Inovatif

FORTRESS dan MEVVAH Hadir di IndoBuildTech Expo 2026, Tawarkan Smartlock hingga Wall Panel Inovatif

Jumat, 10 Juli 2026 / 13:20 WIB
Punya Akses Tol Langsung, Paramount Petals Luncurkan Klaster Mimosa Bergaya American Classic

Punya Akses Tol Langsung, Paramount Petals Luncurkan Klaster Mimosa Bergaya American Classic

Kamis, 9 Juli 2026 / 17:34 WIB
IPW: Penggeledahan Kortastipidkor Polri di Sejumlah Tempat Mengarah pada Pengungkapan Dugaan Korupsi Rp5 Triliun

IPW: Penggeledahan Kortastipidkor Polri di Sejumlah Tempat Mengarah pada Pengungkapan Dugaan Korupsi Rp5 Triliun

Kamis, 9 Juli 2026 / 15:59 WIB
220 Peserta Berlaga di MTQ Imam Masjid Banten 2026

220 Peserta Berlaga di MTQ Imam Masjid Banten 2026

Rabu, 8 Juli 2026 / 22:31 WIB
Antisipasi Dampak Asap TPA Jatiwaringin, Indah Kiat Tangerang Salurkan 35 Ribu Masker

Antisipasi Dampak Asap TPA Jatiwaringin, Indah Kiat Tangerang Salurkan 35 Ribu Masker

Rabu, 8 Juli 2026 / 22:13 WIB
20 Negara Penguasa Sepak Bola Dunia

20 Negara Penguasa Sepak Bola Dunia

Selasa, 7 Juli 2026 / 22:32 WIB
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Pekan Pertama: Big Match Inggris vs Kroasia dan Aksi Juara Bertahan

Swiss vs Kolombia: Head to Head, Perkiraan Susunan Pemain, dan Memori Piala Dunia 1994

Selasa, 7 Juli 2026 / 22:19 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang