JAKARTA – The International Association of Facilitators (IAF) bekerja sama dengan Gerakan Pakai Masker (GPM) sosialisasikwn pentingnya memakai masker untuk mengurangi laju penularan Covid-19 di Indonesia.
Sosialisasi melalui webinar yang diikuti lebih dari 200 peserta ini diharapkan masing-masing memiliki kesadaran pentingnya memakai masker saat beraktivitas di luar serta
Dari sosialiasi yang juga diikuti penyuluh dari berbagai kluster di seluruh Indonesia ini diharapkan juga menjadi agen perubahan untuk lingkungan terdekatnya.
“Membangun kesadaran memakai masker ini tidak bisa asal diperintahkan begitu saja, tetapi kesadaran ini harus muncul dari dalam diri mereka sendiri juga,” kata Ketua Umum Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono.
Sigit menambahkan, kerja sama dengan IAF dilaksanakan karena lembaga tersebut memiliki metode fasilitasi kreatif dengan menciptakan suasana partisipatif dan kolaboratif.
“Penyuluh yang melakukan penyuluhan harus memiliki kemampuan yang kreatif dan interaktif meski secara virtual agar target sasaran mau mengubah perilaku dari tidak memakai masker menjadi pakai masker. GPM memerlukan sebanyak-banyaknya relawan yang melakukan penyuluhan dan kemampuan seperti ini,” ujar Sigit.
Sigit mengungkapkan, sejak berdiri pada bulan Juni 2020, GPM telah menjalankan program Penyuluhan untuk Penyuluh (PuP) secara daring, ke berbagai pesantren dengan jumlah santri sebanyak 55.865 orang dan 1.942 guru. Kegiatan pada pesantren tersebut sudah dijalankan 5 angkatan, dan 6 angkatan penyuluhan kepada ratusan pedagang pasar tradisional.
“Puluhan kegiatan penyuluhan yang populer pun dilakukan melalui sosial media melalui kluster kepemudaan dan perempuan,” imbuh Sigit.
Upaya penyuluhan memakai masker secara baik dan benar yang dilakukan GPM, kata Sigit, bertujuan mengurangi jumlah korban pandemi Covid-19. Pada akhirnya, melalui upaya GPM ini, juga diharapkan dapat membantu Indonesia membangun citranya kembali (rebranding) di mata dunia internasional dalam menangani pandemi covid-19.
CPF The International Association of Facilitators (IAF Indonesia ) Chapter Lead Meiliana Lany mengaku senang menjadi bagian dari solusi bangsa. “IAF Chapter Indonesia kolaborasi bersama Gerakan Pakai Masker, HR Directors Indonesia dan Perhumas ini sebagai bagian dari kontribusi aktif IAF terhadap Negeri. Kalau masing-masing dari kita memberikan kontribusi positif, sebesar apapun permasalahan bangsa ini kita dapat memperbesar peluang untuk keluar dari pandemi dengan segera,” ujar Mei.
Mei mengajak masyarakat untuk berperan aktif melawan Covid-19 dengan kesadaran memakai masker. Ajakan untuk memakai masker ini tidak hanya perintah saja, tetapi dengan pendekatan fasilitasi, akan lebih menggerakkan masyarakat karena kesadaran untuk memakai masker muncul dari masyarakat.
“Kami juga mengharapkan mereka nantinya dapat menjadi influencer untuk orang-orang di sekitarnya. Dengan pendekatan fasilitasi, hal ini sangat memungkinkan,” sambung Mei.
Sementara itu, Ketua Umum BPP Perhumas Agung Laksamana mendukung upaya-upaya yang ditempuh GPM dan IAF karena penyebaran hal-hal positif saat ini sangat dibutuhkan di tengah pandemi.
“Kami juga mengharapkan, pengurus Perhumas yang mengikuti pelatihan bersama IAF dan GPM bisa menjadi pembawa perubahan di sekelilingnya dan juga menjadi influencer dalam menggaungkan Indonesia Bicara Baik tentang penanganan Covid-19,” terangnya. (RLS)
























Discussion about this post