• Tentang Kami
  • Contact
Minggu, 5 Juli 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Memahami Penggunaan Insulin dalam Pengobatan Diabetes Tipe 1

Oleh: Sofia
Kamis, 10 September 2020 / 14:57 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Penyakit diabetes tipe 1 pada anak terjadi karena pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin secara optimal. Itu sebabnya, tubuh memerlukan pengganti insulin untuk memenuhi kadar insulin yang hilang di dalam tubuh. Pengobatan anak dengan diabetes tipe 1 sangat bergantung dengan suntik insulin. Penting bagi orangtua untuk mengetahui dosis, jenis, dan kapan perawatan insulin untuk penanganan diabetes pada anak perlu dilakukan. Simak penjelasan berikut ini untuk informasi lebih jelasnya.

Kapan anak diabetes tipe 1 harus mulai suntik insulin?

Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Insulin memegang peran yang sangat penting dalam mengatur kadar glukosa darah serta membantu mengubahnya menjadi energi.

READ ALSO

Sering Salah Kaprah tentang Kista, Istilah PCOS Resmi Berganti Jadi PMOS

Kini RSU Kota Tangsel Dilengkapi Layanan Bedah Onkologi

Pada penyakit diabetes tipe 1 yang dialami anak-anak ini, pankreas tidak lagi mampu menghasilkan insulin secara optimal. Tanpa insulin, tubuh tidak dapat menggunakan atau menyimpan glukosa untuk dijadikan energi. Alhasil, glukosa pun menumpuk di dalam darah.

Oleh karena itu, anak memerlukan tambahan insulin yang digunakan sebagai pengganti insulin yang dibutuhkan oleh tubuh. Inilah sebabnya pengobatan utama diabetes melitus tipe 1 pada anak adalah terapi insulin.

Anak-anak membutuhkan perawatan insulin segera setelah mendapatkan diagnosis diabetes tipe 1. Diagnosis didapatkan melalui serangkaian pemeriksaan diabetes.

Untuk mendiagnosis diabetes tipe 1, terdapat beberapa tes tambahan yang dilakukan untuk membedakan diabetes tipe 1 dan 2, seperti tes antibodi dan urine.

Tes autoantibodi dilakukan untuk mendeteksi kondisi autoimun. Sementara, tes urine berguna untuk memeriksa ada tidaknya keton dalam urine. Keton adalah senyawa hasil pembakaran lemak akibat sel tubuh kekurangan glukosa atau karbohidrat.

Jika pengobatan melalui insulin terlambat dilakukan, anak penderita diabetes tipe 1 berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi diabetes. Untuk menghindarinya, perhatikan gejala diabetes melitus yang umum terjadi pada anak. Gejala diabetes tipe 1 muncul lebih jelas dalam waktu beberapa minggu dibandingkan tipe 2.

Penggunaan insulin untuk pengobatan diabetes tipe 1

Insulin diklasifikasikan berdasarkan cara dan masa kerjanya dalam tubuh. Ada 4 jenis insulin yang digunakan pengobatan diabetes melitus tipe 1, yaitu:

  • Insulin aksi cepat (rapid-acting insulin), contohnya adalah insulin glulisine (Apidra), insulin lispro (Humalog), dan insulin aspart (Novolog).
  • Insulin reguler (short-acting insulin), contohnya Humulin R dan Novolin R.
  • Insulin dengan aksi sedang (intermediate acting insulin), contohnya NPH (Humulin N, Novolin N).
  • Insulin dengan aksi lambat atau panjang (long acting insulin), contohnya insulin detemir (Levemir) dan insulin glargine (Lantus).

4 Jenis Suntik Insulin untuk Diabetes dan Cara Penyimpanananya

Cara pemberian insulin yang paling umum adalah lewat suntikan (jarum suntik atau pena insulin).  Jika anak masih terlalu kecil untuk menggunakan suntikan, penyuntikan insulin perlu dilakukan oleh orangtua.

Sebenarnya tidak ada patokan usia tertentu yang menentukan kapan anak bisa menggunakan insulin secara mandiri. Namun, anak yang berusia 9-10 tahun umumnya sudah bisa melakukan pengobatan insulin mandiri.

Insulin dapat disuntikkan di bagian perut, atas perut, dan area di sekitar bokong. Namun, bagian perut dan bawah dada merupakan bagian yang paling cepat dan efektif menyerap insulin. Ketahui lebih jelas mengenai cara menyuntikkan insulin di sini.

Selain lewat suntikan, insulin juga dapat diberikan lewat pompa insulin. Pompa ini berupa perangkat elektronik yang berukuran sebesar ponsel. Pompa ini mudah dibawa, disangkutkan pada ikat pinggang atau disimpan dalam saku celana.

Pompa ini akan menyalurkan insulin ke dalam tubuh Anda yang bereaksi secara cepat melalui tabung kecil fleksibel (kateter) di bawah kulit perut Anda dan disimpan di tempatnya.

Pompa insulin menyalurkan insulin sedikit demi sedikit, persis seperti cara kerja pankreas normal. Dengan menggunakan pompa insulin, Anda tidak perlu repot-repot mengukur dosis sebagaimana menggunakan suntikan.

Aturan pemakaian insulin untuk anak diabetes tipe 1

Anak menyuntikan insulin

Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui cara perawatan insulin untuk anak. Menurut American Diabetes Association, insulin untuk pengobatan diabetes tipe 1 memerlukan 2 dosis injeksi insulin dalam sehari dengan 2 jenis insulin yang berbeda.

Perlahan-lahan dosis insulin yang digunakan perlu ditambah 3-4 dosis injeksi sehari dengan menggunakan jenis insulin yang berbeda-beda.

Untuk balita ataupun bayi, pengobatan insulin sehari-hari tetap bisa diberikan, tapi dalam dosis yang terbatas.

Dijelaskan dalam studi dari jurnal Paediatrics Child Health dosis insulin yang diperlukan oleh balita dan bayi adalah dua injeksi dalam sehari. Jenis insulin yang digunakan bisa insulin aksi cepat  insulin lispro dan insulin dengan aksi intermediate, yaitu NPH.

Pada bayi yang masih mendapatkan ASI, masing-masing injeksi dilakukan dengan jeda waktu minimal 12 jam. Sementara untuk anak-anak yang lebih besar insulin bisa disuntikkan sebelum sarapan dan makan siang. Semakin bertambah usianya, anak-anak perlu menambah dosis injeksi insulin sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Masing-masing dilakukan sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam.

Namun, dosis injeksi insulin dan jenis insulin yang digunakan juga bisa berbeda-beda bagi setiap anak bergantung dengan kondisi kesehatan, kadar gula darah, berat badan, dan juga umur. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui dosis dan aturan injeksi yang tepat.

Pentingnya memantau gula darah anak dalam pengobatan diabetes tipe 1

Insulin untuk diabetes pada anak

Pemantauan kadar gula darah secara rutin juga menjadi bagian dalam penanganan diabetes tipe 1 pada anak. Selain memastikan anak rutin menjalani pemeriksaan dokter, memiliki alat cek gula darah di rumah dapat mempermudah pemeriksaan mandiri.

Anak Anda perlu melakukan cek gula darah sebanyak empat kali atau lebih dalam sehari. Pengecekan gula darah secara rutin bertujuan memastikan pengobatan insulin pada anak dapat mengendalikan gula darah tetap dalam kadar normal. 

Kadar gula normal untuk anak sendiri nilainya bisa berbeda-beda dan disesuaikan dengan umur dan perkembangan kesehatannya. Dokter akan menentukan kadar gula darah normal yang menjadi target pencapaian pengobatan diabetes melitus tipe 1 untuk anak Anda.

Selain itu, pemantauan kadar gula darah juga bisa dilakukan dengan monitoring glukosa berkelanjutan atau Continuous glucose monitoring (CGM). Perangkat ini efektif digunakan untuk penderita diabetes tipe 1 yang kerap mengalami efek samping penggunaan insulin seperti kadar gula darah yang turun drastis (hipoglikemia).

CGM ditempelkan pada tubuh, tepat di bawah kulit, dengan menggunakan jarum halus yang akan memeriksa kadar gula darah setiap beberapa menit. Namun, CGM dianggap belum seakurat pemantauan gula darah biasa. Jadi CGM bisa menjadi alat tambahan, tapi bukan untuk menggantikan pemantauan gula darah biasa.

Diabetes tipe 1 pada anak merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tapi gejala diabetes bisa dikelola dengan menjalani pengobatan insulin. Penggunaan insulin untuk anak sedikit berbeda terutama dalam jumlah dosis. Oleh karena itu, Anda sebagai orang tua perlu memahami terapi insulin dengan baik untuk membantu anak menjalani pengobatannya.

The post Memahami Penggunaan Insulin dalam Pengobatan Diabetes Tipe 1 appeared first on Hello Sehat.

Source

Tags: Gaya HidupHidup SehatKesehatanSehatTips Sehat

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

APBD-P Tangsel 2020 Berkurang Rp600 Miliar, Ini Sebabnya

Next Post

Ragam Obat dan Jenis Pengobatan untuk Mengatasi Leukemia

Related Posts

Sering Salah Kaprah tentang Kista, Istilah PCOS Resmi Berganti Jadi PMOS
Kesehatan

Sering Salah Kaprah tentang Kista, Istilah PCOS Resmi Berganti Jadi PMOS

Oleh: Rizki
Jumat, 26 Juni 2026 / 22:02 WIB
Kini RSU Kota Tangsel Dilengkapi Layanan Bedah Onkologi
Kesehatan

Kini RSU Kota Tangsel Dilengkapi Layanan Bedah Onkologi

Oleh: Rizki
Senin, 25 Mei 2026 / 22:46 WIB
Canggih! Bethsaida Hospital Adopsi MRI 3T SIGNA™ Hero untuk Deteksi Dini Kanker hingga Stroke
Kesehatan

Canggih! Bethsaida Hospital Adopsi MRI 3T SIGNA™ Hero untuk Deteksi Dini Kanker hingga Stroke

Oleh: Rizki
Kamis, 21 Mei 2026 / 16:58 WIB
Viral di Korea dan Hollywood, FBC Clinic Tangerang Hadirkan XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri
Kesehatan

Viral di Korea dan Hollywood, FBC Clinic Tangerang Hadirkan XERF untuk Pengencangan Kulit Tanpa Nyeri

Oleh: Rizki
Rabu, 20 Mei 2026 / 20:11 WIB
ARYADUTA Lippo Village Ajak Lansia Sehat Tanpa Obat Lewat Terapi Gerak
Kesehatan

ARYADUTA Lippo Village Ajak Lansia Sehat Tanpa Obat Lewat Terapi Gerak

Oleh: Rizki
Rabu, 6 Mei 2026 / 09:27 WIB
ARYADUTA Lippo Village Tutup Tjakap Djiwa dengan Family Wellness Day Penuh Makna
Kesehatan

ARYADUTA Lippo Village Tutup Tjakap Djiwa dengan Family Wellness Day Penuh Makna

Oleh: Rizki
Minggu, 3 Mei 2026 / 19:35 WIB
Next Post
Ragam Obat dan Jenis Pengobatan untuk Mengatasi Leukemia

Ragam Obat dan Jenis Pengobatan untuk Mengatasi Leukemia

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Jadwal & Prediksi 32 Besar Piala Dunia 2026 Hari Ini: Kolombia Ditantang Ghana, Argentina Diunggulkan

Jadwal & Prediksi 32 Besar Piala Dunia 2026 Hari Ini: Kolombia Ditantang Ghana, Argentina Diunggulkan

Jumat, 3 Juli 2026 / 19:02 WIB
Kenalkan Warisan Leluhur, Ribuan Siswa Ikuti Program Literasi Budaya di GWK Cultural Park

Kenalkan Warisan Leluhur, Ribuan Siswa Ikuti Program Literasi Budaya di GWK Cultural Park

Jumat, 3 Juli 2026 / 18:44 WIB
Pegadaian UPS Pondok Jaya Gelar Santunan Yatim Berbasis Lingkungan dan Literasi Keuangan

Pegadaian UPS Pondok Jaya Gelar Santunan Yatim Berbasis Lingkungan dan Literasi Keuangan

Jumat, 3 Juli 2026 / 18:36 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin: Relawan Siagakan Posko Darurat hingga Masa Tanggap Darurat Selesai

Kebakaran TPA Jatiwaringin: Relawan Siagakan Posko Darurat hingga Masa Tanggap Darurat Selesai

Jumat, 3 Juli 2026 / 18:25 WIB
Kemenag Dorong PSGA Perkuat Perlindungan Gender dan Anak, Wujudkan Kampus Bahagia Tanpa Kekerasan

Kemenag Dorong PSGA Perkuat Perlindungan Gender dan Anak, Wujudkan Kampus Bahagia Tanpa Kekerasan

Jumat, 3 Juli 2026 / 13:45 WIB
Madura United Boyong Eks Kapten Timnas Paraguay U-20

Madura United Boyong Eks Kapten Timnas Paraguay U-20

Kamis, 2 Juli 2026 / 22:30 WIB
Resmi! Persib Bandung Gaet Sandy Walsh dan Luka Menalo untuk Musim 2026/2027

Resmi! Persib Bandung Gaet Sandy Walsh dan Luka Menalo untuk Musim 2026/2027

Kamis, 2 Juli 2026 / 21:53 WIB
Marinus Gea di Kampus UNIPI: Kekuatan Bangsa Terletak pada Karakter Manusianya

Marinus Gea di Kampus UNIPI: Kekuatan Bangsa Terletak pada Karakter Manusianya

Kamis, 2 Juli 2026 / 21:46 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang