Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Sentosa di Tangerang, Selasa, mengatakan keberadaan terminal tipe C itu nantinya juga berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD) sektor restribusi.
“Rencananya terminal tersebut dibangun di Kecamatan Kosambi, Kronjo dan Kecamatan Tigaraksa,” katanya.
Bambang mengatakan proyek terminal itu diharapkan sudah rampung hingga lima tahun kedepan karena rencana teknis secara menyeluruh sudah disampaikan kepada aparat Bapeda setempat.
Selama ini terminal tipe C hanya ada di Kawasan Cisauk, yang dibangun oleh pengembang perumahan.
Namun Bambang tidak dapat menjelaskan anggaran yang diperlukan untuk membangun terminal tersebut dengan alasan tertentu tapi bersumber dari APBD setempat.
Menurut dia, dari hasil kajian bahwa rencana membangun terminal di Kosambi yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta sangat dibutuhkan mengatasi kemacetan arus lalu lintas.
Bahkan keberadaan angkutan umum yang beroperasi di wilayah tersebut tidak memiliki tempat khusus sehingga sopir kendaraan parkir di bahu jalan menyebabkan kemacetan.
Demikian pula di Kecamatan Kronjo, bahwa bus angkutan umum trayek Kalideres, Jakarta Barat dan sebaliknya karena tanpa terminal maka parkir sembarang tempat menunggu penumpang.
Padahal pihaknya telah mengeluarkan izin sebanyak 32 trayek angkutan pedesaan dan belakangan telah berkembang menjadi 36 trayek untuk melayani warga yang hendak bepergian mengunakan moda transportasi publik.
Bambang menambahkan terdapat enam trayek bus penghubung Jabodetabek yang melintasi jalan utama dan alternatif di wilayah ini.
Keberadaan terminal tersebut nantinya sebagai areal mengatur jaringan angkutan pedesaan dan perkotaan.
















Discussion about this post