“Ini sesuai instruksi dari Dirjen Pemasyarakat Kemenkumham agar warga binaan dan petugas memberantas DBD,” kata Kepala Rutan Jambe, Dedi Cahyadi di Tangerang, Selasa.
Dedi mengatakan, petugas juga melakukan gerakan pembersihan sarang nyamuk di lingkungan rutan dan memeriksa setiap kamar napi dan tahanan agar nyamuk tidak berkembang biak.
Bahkan pakaian yang banyak mengantung di dinding supaya dilipat karena sebagai tempat nyamuk bersarang, ini salah satu penyebab DBD.
Pihaknya melakukan pengasapan pada lokasi rawan nyamuk di rutan seperti gorong-gorong, saluran air, taman dan areal yang lembab.
Demikian pula petugas melakukan pemantauan pada bak mandi agar jentik nyamuk dapat dibasmi melalui juru pemantik jentik (jumantik).
Upaya antisipasi DBD tersebut, maka pihak rutan setempat melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Menurut dia, pada musim hujan nyamuk secara cepat berkembang maka perlu ada upaya untuk mencegah agar warga binaan tidak terkena DBD.
Sementara itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menghimbau agar warga waspada terhadap DBD terutama pada lokasi rawan seperti di Curug, Kresek, Jambe, Mauk, Sepatan dan Kecamatan Pasar Kemis.
Hal tersebut karena pada lokasi tersebut banyak genangan air dan areal berkembang nyamuk aedes agepty.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pasar Kemis, Salwah mengatakan sepanjang tahun 2018, DBD telah menyerang sebanyak 11 warga, namun seorang diantaranya meninggal.
Untuk mengatasi masalah itu, maka pihaknya menurunkan para jumantik, tiap rumah seorang petugas agar mudah dikontrol.
Sebelumnya, Dinkes setempat mengimbau bila ada warga yang terkena gejala DBD supaya secepatnya dibawa ke Puskemas agar dapat pertolongan segera, karena banyak kasus DBD meninggal akibat terlambat mendapatkan bantuan medis.
















Discussion about this post