• Tentang Kami
  • Contact
Kamis, 14 Mei 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Defisiensi Dopamin, Penyakit Genetik Langka yang Mengganggu Kerja Otot

Oleh: wartatangerang.com
Jumat, 14 September 2018 / 06:27 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Dopamin adalah senyawa kimia alami dalam tubuh yang dihasilkan oleh otak dan bertugas untuk menunjang berbagai fungsi tubuh. Sayangnya, kadar dopamin bisa saja terganggu akibat adanya kelainan genetik. Kondisi ini dikenal dengan nama sindrom kekurangan dopamin (dopamine deficiency syndrome), yang membuat kadar dopamin dalam tubuh rendah. Simak ulasan lengkapnya mengenai sindrom defisiensi dopamin berikut ini.

READ ALSO

Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif

Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness

Apa penyebab sindrom kekurangan dopamin?

Sindrom kekurangan dopamin adalah kelainan genetik langka yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya. Artinya, kondisi ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan sudah ada sejak bayi lahir.

Sindrom yang punya nama lain sindrom defisiensi transport dopamin dan infantile parkinsonism-dystonia ini, sebagian besar baru mulai muncul di masa anak-anak. Kemampuan anak untuk menggerakkan tubuh dan ototnya pun jadi ikut terganggu.

Penyebab utamanya adalah karena ada mutasi pada suatu gen, yakni SLC6A3. Normalnya, gen ini seharusnya terlibat untuk memproduksi protein transporter dopamin, yang nantinya berperan untuk mengontrol seberapa banyak dopamin yang harus dibawa dari otak menuju ke sel-sel tubuh.

Nah, jika kedua orangtua memiliki satu salinan gen SLC6A3, maka anak berisiko untuk mendapatkan dua salinan gen dan mewarisi sindrom defisiensi dopamin ini. Akibatnya, dopamin dari otak tidak bisa diedarkan secara optimal ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan.

Seperti yang telah dijelaskan di awal, dopamin terlibat dalam berbagai kerja tubuh. Mulai dari memperbaiki suasana hati, mengatur emosi, hingga mempermudah pergerakan tubuh. Oleh karena itu, bila tubuh kekurangan dopamin akibat gen yang mengatur kadar dopamin tidak berfungsi dengan baik, maka secara otomatis akan memengaruhi kerja bagian tubuh lainnya.

Apa saja gejala sindrom kekurangan dopamin?

Gejala sindrom kekurangan dopamin akan selalu sama pada usia berapa pun. Bahkan, gejala kelainan genetik yang satu ini sering disalahartikan karena mirip seperti tanda penyakit parkinson.

Berikut gejala umum sindrom kekurangan dopamin:

  • Kram atau kejang otot
  • Tremor
  • Pergerakan otot lambat (bradikinesia)
  • Otot kaku
  • Sembelit (konstipasi)
  • Kesulitan menelan makanan
  • Susah bicara dengan lancar
  • Kesulitan mengatur gerak dan posisi tubuh
  • Mudah kehilangan keseimbangan saat berdiri dan berjalan
  • Gerakan mata susah dikontrol

Selain itu, gejala lain seperti mengalami penyakit refluks asam lambung (GERD), radang paru, serta susah tidur juga bisa hadir bersamaan dengan gejala yang umum.

Bagaimana cara mendiagnosis sindrom defisiensi dopamin?

Dokter akan mulai mendiagnosis adanya kelainan genetik pada dopamin, setelah mengamati tanda yang berkaitan dengan gerakan dan keseimbangan tubuh. Selanjutnya tes pengambilan sampel darah dipilih guna memastikan kebenaran diagnosis.

Pengambilan sampel cairan serebrospinal di otak juga mungkin dilakukan guna meneliti zat asam yang berhubungan dengan dopamin.

Apakah ada cara untuk menangani kondisi ini?

Sindrom defisiensi dopamin merupakan penyakit progresif, yang artinya lama-lama bisa menjadi semakin parah. Orang yang memiliki penyakit ini diperkirakan memiliki angka harapan hidup yang cukup kecil.

Sayangnya, sejauh ini belum ditemukan obat yang benar-benar ampuh untuk menyembuhkan sindrom kelainan genetik langka ini. Semua perawatan yang disarankan lebih difokuskan untuk mengelola gejala yang muncul.

Namun, para peneliti masih terus berusaha menemukan pengobatan yang paling cocok untuk menangani sindrom defisiensi dopamin. Setidaknya ada obat yang bertujuan untuk memulihkan gangguan pergerakan akibat rendahnya kadar dopamin. Misalnya levodopa, ropinorole, dan pramipexole sebagai obat parkinson.

Meski begitu, tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna mengetahui efek samping obat-obatan tersebut jangka pendek dan panjang. Di sisi lain, bila sindrom kekurangan dopamin menimbulkan gejala berupa kondisi medis, maka perubahan gaya hidup dan pengobatan sesuai penyakit yang paling mampu mengatasinya.

The post Defisiensi Dopamin, Penyakit Genetik Langka yang Mengganggu Kerja Otot appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Terapi Poliovirus Berpotensi Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Tumor Otak

Next Post

Menpora Optimistis Indonesia Masuk 7 Besar Asian Para Games

Related Posts

Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif
Gaya Hidup

Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif

Oleh: Rizki
Selasa, 12 Mei 2026 / 10:45 WIB
Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness
Gaya Hidup

Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness

Oleh: Rizki
Selasa, 12 Mei 2026 / 10:39 WIB
Ramada by Wyndham Serpong Hadirkan Program 24 Hour Staycation, Tamu Bisa Menginap Lebih Fleksibel
Gaya Hidup

ARYADUTA Lippo Village Perkenalkan Cita Rasa Tradisional Lewat Kampanye Sapta Rasa 2026

Oleh: Rizki
Kamis, 7 Mei 2026 / 09:51 WIB
Nikmati Staycation dan Kuliner Nusantara di Howard Johnson Tangerang, Ada Ballroom Baru Berkapasitas 1.000 Orang
Gaya Hidup

Nikmati Staycation dan Kuliner Nusantara di Howard Johnson Tangerang, Ada Ballroom Baru Berkapasitas 1.000 Orang

Oleh: Rizki
Kamis, 7 Mei 2026 / 09:10 WIB
Punya Vending Machine 24 Jam, Starlet Hotel Serpong Tingkatkan Kenyamanan dengan Fasilitas Serba Instan
Gaya Hidup

Punya Vending Machine 24 Jam, Starlet Hotel Serpong Tingkatkan Kenyamanan dengan Fasilitas Serba Instan

Oleh: Rizki
Rabu, 6 Mei 2026 / 09:13 WIB
Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong
Gaya Hidup

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Oleh: Rizki
Kamis, 30 April 2026 / 09:12 WIB
Next Post
Menpora Optimistis Indonesia Masuk 7 Besar Asian Para Games

Menpora Optimistis Indonesia Masuk 7 Besar Asian Para Games

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Wabup Intan Instruksikan Camat Percepat Pendataan Isbat Nikah Terpadu di Kabupaten Tangerang

Wabup Intan Instruksikan Camat Percepat Pendataan Isbat Nikah Terpadu di Kabupaten Tangerang

Kamis, 14 Mei 2026 / 13:46 WIB
Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang, Sembako Rp85 Ribu Dijual Rp43 Ribu

Gerakan Pangan Murah Kabupaten Tangerang, Sembako Rp85 Ribu Dijual Rp43 Ribu

Kamis, 14 Mei 2026 / 13:38 WIB
Paramount Gading Serpong Luncurkan Matera Lakeside, Hunian Mewah Tepi Danau Cihuni

Paramount Gading Serpong Luncurkan Matera Lakeside, Hunian Mewah Tepi Danau Cihuni

Kamis, 14 Mei 2026 / 13:31 WIB
Catat Tanggalnya! Rangkaian Event Seru Tangcity Hobbyland Olympics 2026 Siap Guncang Tangerang

Catat Tanggalnya! Rangkaian Event Seru Tangcity Hobbyland Olympics 2026 Siap Guncang Tangerang

Rabu, 13 Mei 2026 / 17:49 WIB
Sinar Mas Land dan ASIX Bangun Ekosistem AI serta Robotik di BSD City

Sinar Mas Land dan ASIX Bangun Ekosistem AI serta Robotik di BSD City

Selasa, 12 Mei 2026 / 23:05 WIB
Kemenkumham Banten: Kampus Harus Lindungi Karya Ilmiah Lewat Kekayaan Intelektual

Kemenkumham Banten: Kampus Harus Lindungi Karya Ilmiah Lewat Kekayaan Intelektual

Selasa, 12 Mei 2026 / 22:26 WIB
Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif

Promo Mei 2026, Hotel Santika Premiere Bintaro Berikan Diskon Staycation dan Facial Eksklusif

Selasa, 12 Mei 2026 / 10:45 WIB
Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness

Dukung Healthy Lifestyle, Atria Gading Serpong Gelar Yoga Bersama Komunitas Wellness

Selasa, 12 Mei 2026 / 10:39 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang