Pemeriksaan pap smear idealnya dilakukan oleh semua wanita, terutama yang telah berusia 21 tahun ke atas atau yang sudah aktif secara seksual. Tujuannya untuk mendeteksi bila ada perkembangan sel kanker di leher rahim sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin. Sayangnya, banyak wanita yang menolak melakukan pemeriksaan ini karena dianggap menyakitkan. Memangnya, apa saja tahap pemeriksaan pap smear dan betulkah akan terasa sakit??
Urutan tahap pemeriksaan pap smear
Sebelum membuat kesimpulan sendiri mengenai apa yang mungkin terjadi saat melakukan pap smear, sebaiknya pahami terlebih dahulu mengenai tahap pemeriksaan pap smear yang sesungguhnya:
1. Sebelum pap smear
Tentunya, Anda harus membuat janji terjadwal dulu dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) alias dokter kandungan sebelum melakukan pap smear. Pastikan Anda tidak sedang menstruasi di hari pemeriksaan pap smear, karena hasil yang diperoleh bisa jadi kurang akurat.
Dokter juga menyarankan Anda untuk tidak melakukan vaginal douche, menggunakan produk pada vagina, hingga berhubungan seksual selama kurang lebih dua hari sebelum pap smear. Semua hal itu bisa memengaruhi hasil pemeriksaan Anda. Jangan lupa juga untuk memberi tahu dokter mengenai riwayat kesehatan dan riwayat seksual Anda.
2. Selama pap smear

Tahap pemeriksaan pap smear sebenarnya sederhana dan cenderung cepat. Anda akan diminta untuk berbaring di tempat tidur khusus dengan posisi kaki disangga oleh tumpuan khusus sehingga terangkat dan terbuka lebar (posisi mengangkang).
Selanjutnya, alat bernama spekulum dimasukkan dokter ke dalam vagina dengan tujuan untuk melebarkan sekaligus memberi jalan ke leher rahim. Dokter kemudian akan mengambil sampel sel pada leher rahim menggunakan alat berupa spatula, sikat, atau kombinasi dari spatula dan sikat khusus (cytobrush).
Sampel diletakkan dalam wadah berisi cairan khusus, bila melakukan pap smear dengan cairan. Atau disebar pada slide kaca khusus, bila melakukan pap smear konvensional. Terakhir, sampel akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti.
3. Sesudah pap smear

Setelah tahap pemeriksaan pap smear selesai mungkin Anda akan merasa sedikit tidak nyaman. Hal ini dipicu oleh otot vagina yang menegang selama melakukan tes. Sebaliknya, kalau otot vagina lebih rileks tentu spekulum lebih mudah masuk sehingga pemeriksaan berjalan lebih cepat dan tidak menyakitkan.
Beberapa orang dengan kondisi vagina kering juga mungkin mengeluhkan rasa tidak nyaman, karena itu bicarakan dulu dengan dokter sebelum pap smear bila Anda memang punya keluhan ini.
Hasil pap smear biasanya keluar 1-3 minggu setelahnya. Jika negatif, artinya leher rahim Anda dalam kondisi normal. Namun bila hasilnya positif, bukan berarti Anda langsung didiagnosis punya kanker serviks.
Sebab hasil ini hanya menunjukkan adanya sel abnormal dalam leher rahim, Anda bisa melakukan pap smear ulang dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikannya.
The post Bagaimana Tahap Pemeriksaan Pap Smear? appeared first on Hello Sehat.
















Discussion about this post