• Tentang Kami
  • Contact
Sabtu, 23 Mei 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Fatal Familial Insomnia, Ketika Susah Tidur Diwariskan dari Ortu ke Anak dan Berisiko Kematian

Oleh: wartatangerang.com
Sabtu, 28 Juli 2018 / 14:23 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Anda mungkin berpikir bahwa penyebab insomnia yang selama ini Anda alami berakar dari stres pekerjaan atau karena kebanyakan minum kopi di siang harinya. Namun apabila Anda masih saja sulit terlelap meski sudah membenahi gaya hidup dan pola tidur, bisa jadi Anda punya keturunan insomnia. Dalam dunia medis, kondisi insomnia menurun disebut dengan fatal familial insomnia. Jenis gangguan tidur ini sangat berisiko dan bisa menyebabkan kematian. Waduh!

READ ALSO

Epiz Waffle Hampton Square Gading Serpong Jadi Buruan, Aroma Waffle-nya Bikin Susah Lewat

Noble Thai Hadir di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Thai Fusion untuk Keluarga

Fatal familial insomnia, penyebab insomnia menurun di keluarga

Seseorang dikatakan insomnia ketika ia merasa kesulitan untuk mulai tidur di malam hari dan/atau tetap terus tertidur sepanjang malam. Gangguan tidur ini bisa datang dan pergi, juga bervariasi dalam seberapa lama satu episodenya berlangsung dan seberapa sering masalah tersebut terjadi. Insomnia akut dapat bertahan dari satu malam hingga beberapa minggu, sementara insomnia kronis berulang setidaknya tiga malam dalam kurun waktu satu minggu dan berjalan selama sebulan atau lebih.

Insomnia menyebabkan Anda tidak mendapatkan waktu tidur berkualitas yang Anda butuhkan untuk terbangun di pagi hari merasa segar dan bertenaga.

Sesuai dengan namanya, fatal familial insomnia (FFI) adalah gangguan tidur malam yang bersifat genetik alias menurun dari generasi ke generasi dalam silsilah keluarga.

Apa penyebabnya?

Fatal familial insomnia (FFI) termasuk ke dalam kategori penyakit prion yang menyerang sel-sel saraf di otak. Beberapa penyakit lain yang termasuk kelompok penyakit prion adalah penyakit Kuru dan Sapi Gila alias Creutzfeldt-Jakob disease.

 FFI dianggap sebagai salah satu penyakit prion yang paling langka. Hanya 40 keluarga yang terdiagnosis mengidap penyakit ini di dunia. Biasanya, FFI diturunkan dari anggota keluarga terdahulu yang memiliki riwayat penyakit prion. Apabila salah satu atau kedua orangtua memiliki mutasi gen pemicu FFI, maka anaknya berpeluang mewariskan kondisi yang sama sebesar 50 persen.

Sejauh yang bisa diamati oleh para ilmuwan, penyebab insomnia menurun di keluarga kemungkinan besar adalah mutasi gen PRNP (prion protein) yang menyebabkan kerusakan talamus di otak. Talamus bertanggung jawab untuk segala macam hal, termasuk pola tidur, suhu tubuh, dan ekspresi emosi. Kerusakan talamus akibat infeksi prion terjadi bertahap, menyebabkan talamus kehilangan sel-sel sarafnya.

Kenapa bisa sampai mengakibatkan kematian?

Dilansir dari Health Line, FFI dapat menyebabkan kematian mulai dari satu hingga dua tahun setelah mengalami gejala. Namun, garis waktu pada setiap orang bisa berbeda tergantung kondisi tubuh dan keparahan gejala yang dialami.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kerusakan talamus akan mengganggu kerja otak. Itu kenapa gejala penyakit prion bisa sangat beragam, mulai dari berkeringat deras, tremor, sulit bicara, sembelit, hingga impotensi dan demensia. Akan tetapi, gejala utamanya adalah kurang tidur alias insomnia.

Orang-orang dengan FFI tidak dapat memasuki tahap tidur nyenyak yang disebut tidur gelombang lambat, yang membantu memulihkan otak Anda dengan membilas racun dan cairan serebral-tulang belakang. Penumpukan cairan beracun lambat laun menyebabkan kerusakan otak lebih lanjut.

Penderita FFI selalu terjebak dalam kondisi di mana mereka tidak sepenuhnya tidur atau bangun. Bagi orang-orang dengan FFI, tidak peduli seberapa keras Anda mencoba untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, itu tidak akan terjadi. Kurang tidur kronis akan berkembang memburuk menjadi kelelahan ekstrem, demensia dan, akhirnya, kematian.

Apa saja gejala penyakit FFI?

Penyakit ini cenderung terjadi pada orang yang berusia 32-62 tahun, sangat jarang terjadi pada orang yang lebih muda atau lebih tua dari kisaran usia tersebut.

Gejala fatal familial insomnia pada setiap orang berbeda-beda dan terbagi menjadi dua, yaitu gejala tahap awal dan gejala tahap lanjut.

Gejala fatal familial insomnia tahap awal meliputi:

  • Sulit untuk tidur.
  • Sulit untuk terlelap tidur sepanjang malam, selalu terbangun.
  • Sering kedutan atau mengalami kejang otot.
  • Sering mengalami otot kaku.
  • Sering bergerak gelisah saat tidur, seperti menendang atau memukul (Tidak dapat tidur tenang).
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Sering lupa atau sulit mengingat sesuatu (gejala demensia).

Sementara, gejala fatal familial insomnia tahap lanjut meliputi:

  • Tidak mampu tidur.
  • Fungsi kognitif dan mental memburuk.
  • Kehilangan koordinasi atau ataksia (tidak bisa mengendalikan gerakan tubuh).
  • Keringat berlebihan.
  • Tekanan darah dan detak jantung meningkat.
  • Berat badan turun karena nafsu makan berkurang.
  • Kesulitan bicara, bahkan sulit menelan.
  • Demam.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

FFI adalah penyakit keturunan yang langka. Jika tidak ada orang di keluarga Anda yang memiliki riwayat itu, maka Anda seharusnya tidak perlu khawatir.

Namun apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas, terutama kesulitan tidur yang berkepanjangan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Setelah menanyakan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga serta melakukan pemeriksaan fisik dasar, dokter akan merekomendasikan Anda untuk menjalani PET scan untuk memindai fungsi otak Anda.

Tes genetik lanjutan juga dapat membantu dokter untuk menetapkan diagnosis, sebab ada banyak penyakit yang bisa jadi penyebab insomnia dalam waktu panjang, seperti sleep apnea.

Bagaimana penyakit ini diobati?

Penyakit ini tidak ada obatnya. Namun, perawatan yang efektif bisa membantu mengelola dan mengurangi gejalanya. Misalnya dengan meresepkan obat penenang atau obat tidur untuk sementara waktu agar tidur lebih nyenyak.

Selain itu, pemberian resep antibiotik doxycycline dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari FFI terjadi pada orang yang berisiko tinggi terhadap infeksi prion atau yang memiliki anggota keluarga dengan mutasi gen PRNP.

Yang terpenting adalah selalu menerapkan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga, makan makanan sehat, kelola stres dengan baik, dan cukupi waktu tidur sebisa mungkin. Jangan lupa juga untuk selalu rutin perika kesehatan agar dapat mendeteksi risiko penyakit dan mengobatinya sebelum bertambah parah.

The post Fatal Familial Insomnia, Ketika Susah Tidur Diwariskan dari Ortu ke Anak dan Berisiko Kematian appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Kiat Mengatasi Mata Kering, Baik di Musim Kemarau dan Musim Hujan

Next Post

Apakah Anak Perlu Minum Suplemen Serat Setiap Hari?

Related Posts

Epiz Waffle Hampton Square Gading Serpong Jadi Buruan, Aroma Waffle-nya Bikin Susah Lewat
Gaya Hidup

Epiz Waffle Hampton Square Gading Serpong Jadi Buruan, Aroma Waffle-nya Bikin Susah Lewat

Oleh: Rizki
Jumat, 22 Mei 2026 / 20:13 WIB
Noble Thai Hadir di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Thai Fusion untuk Keluarga
Gaya Hidup

Noble Thai Hadir di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Thai Fusion untuk Keluarga

Oleh: Rizki
Kamis, 21 Mei 2026 / 19:46 WIB
Bebas Repot! Starlet Hotel Serpong Hadirkan Paket Catering Premium untuk Rapat dan Seminar
Gaya Hidup

Bebas Repot! Starlet Hotel Serpong Hadirkan Paket Catering Premium untuk Rapat dan Seminar

Oleh: Rizki
Kamis, 21 Mei 2026 / 17:13 WIB
Gerai Samsung Experience Hampton Square Gading Serpong Jadi Destinasi Gadget Baru
Gaya Hidup

Gerai Samsung Experience Hampton Square Gading Serpong Jadi Destinasi Gadget Baru

Oleh: Rizki
Rabu, 20 Mei 2026 / 20:58 WIB
Haza Restaurant & Cafe Ekspansi ke Gading Serpong, Andalkan Menu Timur Tengah dan Western
Gaya Hidup

Haza Restaurant & Cafe Ekspansi ke Gading Serpong, Andalkan Menu Timur Tengah dan Western

Oleh: Rizki
Selasa, 19 Mei 2026 / 16:22 WIB
ARYADUTA Lippo Village Sajikan Perpaduan Kuliner Indonesia Modern dan India Autentik
Gaya Hidup

ARYADUTA Lippo Village Sajikan Perpaduan Kuliner Indonesia Modern dan India Autentik

Oleh: Rizki
Minggu, 17 Mei 2026 / 20:38 WIB
Next Post
Apakah Anak Perlu Minum Suplemen Serat Setiap Hari?

Apakah Anak Perlu Minum Suplemen Serat Setiap Hari?

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Salat Idul Adha, Jamaah Masjid Raya Al Azhom Dibatasi

Festival Al Azhom Bakal Digelar Selama 15 Hari

Jumat, 22 Mei 2026 / 22:27 WIB
Hasil BRI Super League: Takluk dari Bali United 0-1, Dewa United Banten Kehilangan Poin di Kandang

Hasil BRI Super League: Takluk dari Bali United 0-1, Dewa United Banten Kehilangan Poin di Kandang

Jumat, 22 Mei 2026 / 22:17 WIB
Provinsi Banten Ditunjuk Jadi Tuan Rumah PON 2032 Bersama Lampung

Provinsi Banten Ditunjuk Jadi Tuan Rumah PON 2032 Bersama Lampung

Jumat, 22 Mei 2026 / 21:00 WIB
Tanpa Guru Asing, MAN IC Serpong Raih Pengakuan Dunia International Baccalaureate dalam 1 Tahun

Tanpa Guru Asing, MAN IC Serpong Raih Pengakuan Dunia International Baccalaureate dalam 1 Tahun

Jumat, 22 Mei 2026 / 20:55 WIB
Dua Pilar Persita Masuk Nominasi Penghargaan BRI Super League 2025/26

Dua Pilar Persita Masuk Nominasi Penghargaan BRI Super League 2025/26

Jumat, 22 Mei 2026 / 20:41 WIB
Epiz Waffle Hampton Square Gading Serpong Jadi Buruan, Aroma Waffle-nya Bikin Susah Lewat

Epiz Waffle Hampton Square Gading Serpong Jadi Buruan, Aroma Waffle-nya Bikin Susah Lewat

Jumat, 22 Mei 2026 / 20:13 WIB
Ribuan Jemaah Padati Masjid Al Hidayah pada Subling Akbar III Kota Tangerang

Isu Pocong Jadi-jadian Resahkan Warga, Wali Kota Tangerang: Jangan Takut, Tetap Berpikir Rasional!

Kamis, 21 Mei 2026 / 22:14 WIB
Berbagi Poin dengan Persija, Persita Muda Semakin Dekat ke Semifinal

Persita Siap Habis-habisan Lawan Persis Solo di Pekan Terakhir, Carlos Pena Minta Pemain Bertarung!

Kamis, 21 Mei 2026 / 22:10 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang