Menjadi penderita diabetes tipe 2, berolahraga dan menjalankan diet menjadi salah satu cara untuk menjaga kadar gula darah. Meski begitu, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar Anda tak timbul masalah baru saat menjalankan pola hidup sehat, salah satunya hipoglikemia saat olahraga. Bagaimana caranya?
Olahraga untuk Menjaga Kadar Gula Darah
Menerapkan pola hidup sehat tidak bisa lepas dari menjaga tubuh untuk tetap aktif secara fisik. Olahraga mutlak diperlukan untuk mengimbangi perencanaan yang telah kita buat, agar jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh tetap sama dengan jumlah kalori yang dikeluarkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan timbulnya penyakit dalam tubuh seseorang.
Bagi penderita diabetes, berolahraga menjadi salah satu cara terbaik dalam mengelola diabetes yang dimiliki, selain menjaga pola makan. Berolahraga dinilai dapat mengembalikan respons tubuh Anda terhadap insulin dan menjaga kadar gula darah Anda berada dalam batas aman. Setidaknya Anda dapat berolahraga selama 30 menit dalam satu hari.
Ketika Anda dituntut untuk selalu aktif secara fisik, kemudian Anda juga mengonsumsi obat-obatan untuk mengendalikan diabetes yang Anda miliki, risiko gula darah Anda menjadi terlalu rendah berada di depan mata. Bukan tidak mungkin rencana olahraga yang tengah Anda jalankan guna menjaga gula darah tetap stabil malah membawa masalah baru, yaitu hipoglikemia. Hipoglikemia saat olahraga bisa jadi membawa masalah baru bagi Anda.
Gejala hipoglikemia saat olahraga
Rendahnya kadar gula darah atau hipoglikemia saat olahraga adalah salah satu ancaman yang umum muncul, khususnya bagi penderita diabetes. Ditambah lagi, gejala hipoglikemia saat olahraga bisa jadi tak memunculkan tanda-tanda. Kalaupun muncul suatu gejala, Anda bisa saja salah mengartikannya karena hipoglikemia dan tanda-tanda olahraga yang baik memiliki tanda-tanda yang kurang lebih serupa. Hipoglikemia dan olahraga yang baik memiliki kemiripan ciri, seperti berkeringat, jantung berdegup kencang, merasa lelah, dan lapar.
Kesamaan ciri itu terkadang membuat Anda mengabaikannya dan meneruskan aktivitas yang tengah Anda lakukan. Akibatnya, hipoglikemia saat olahraga yang Anda alami dapat memburuk. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk peka dalam mengetahui tanda-tanda hipoglikemia saat olahraga yang terjadi. Beberapa gejala hipoglikemia yang dapat diketahui adalah sebagai berikut:
- Merasa kebingungan dan seperti bermimpi
- Gangguan penglihatan (pandangan kabur)
- Kesemutan atau mati rasa pada bibir dan lidah
- Kehilangan keseimbangan
Mungkin perasaan yang Anda rasakan akan berbeda antara hipoglikemia karena puasa dan rendahnya kadar gula darah yang disebabkan oleh kurang asupan kalori. Jika Anda merasa ragu, sebaiknya segeralah periksa kadar gula darah Anda.
Tips mencegah hipoglikemia saat olahraga
1. Melakukan pengecekan kadar gula darah
Bagi orang dengan diabetes, menjaga kadar gula darah dalam batas normal adalah hal yang sangat penting agar diabetes yang dideritanya tidak menyebabkan komplikasi yang tak diinginkan. Secara rutin, pengecekan gula darah harus dilakukan untuk mengetahui apakah pengobatan, program diet, dan olahraga yang diberikan sudah tepat.
Selain melakukan pengecekan kadar gula darah dalam jadwal reguler yang telah Anda dan dokter sepakati bersama, melakukan pengecekan kadar gula darah sebelum, selama, dan sesudah berolahraga juga tidak kalah penting. Jangan melewatkan rutinitas ini karena hal itu akan memengaruhi Anda selama masa olahraga.
Periksalah kadar gula darah Anda sebelum melakukan olahraga. Jika hasilnya berada di antara 100 mg/dl dan 250 mg/dl, lanjutkan kegiatan Anda. Pastikan kadar gula darah Anda berada di atas angka 100 sebelum memulai olahraga, terutama jika Anda akan berolahraga dalam jangka waktu yang lama, sekitar dua jam atau lebih.
Jika kadar gula darah Anda berada di atas 250 mg/dl sebelum memulai olahraga, periksalah zat keton dalam urin Anda. Zat keton muncul karena tubuh melakukan pembakaran terhadap lemak, bukan gula untuk diubah sebagai energi. Jika hasil tes urin Anda menyatakan adanya keton, jangan melanjutkan berolahraga. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dan meningkatkan risiko ketoasidosis yang mungkin saja berdampak pada koma atau bahkan kematian.
Selama menjalankan olahraga, Anda tidak perlu melakukan pengecekan kadar gula darah kecuali Anda berencana berolahraga dalam jangka waktu panjang, misalnya dalam waktu dua jam atau lebih. Jika Anda berencana melakukan olahraga selama dua jam atau lebih, periksa kadar gula darah Anda setiap jam.
Jika kadar gula darah Anda selama berolahraga berada dalam angka 70 mg/dl atau lebih rendah, hentikan kegiatan dan konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat, seperti potongan buah, yogurt rendah lemak, dan granola bar. Periksalah setiap 15 menit, jika tak kunjung berubah ulangi lagi hal ini.
Periksalah setelah Anda selesai. Hal ini akan membuat Anda mengetahui bagaimana olahraga yang Anda lakukan dapat memengaruhi kadar gula darah Anda. pengecekan ini juga akan memberikan informasi kepada Anda apakah Anda membutuhkan membutuhkan makanan ringan untuk menaikkan kadar gula (jika di bawah 100 mg/dl) atau tidak.
Yang perlu diingat adalah gula darah masih mungkin mengalami penurunan ke level rendahnya dalam 24 jam setelah Anda melakukan olahraga dengan intensitas sedang atau berat. Jangan lupa untuk tetap mengecek kadar gula darah Anda secara reguler.
2. Makanlah sebelum Anda berolahraga
Sangat penting untuk berolahraga pada kadar gula darah yang tepat agar Anda terhindar dari serangan hipoglikemia. Pastikan Anda “mengisi” tubuh Anda dengan makanan sebelum memulai olahraga agar memiliki cadangan energi yang cukup.
Anda dapat memilih karbohidrat kerja cepat, seperti oatmeal, pisang, atau jus. Jauhi makanan yang kaya akan lemak, seperti es krim, karena membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Makanlah makanan yang mengandung protein karena makanan tersebut tidak akan memengaruhi kadar gula darah namun dapat mencegah terjadinya hipoglikemia dan menstabilkan kadar gula dalam darah selama berolahraga.
3. Mengetahui gejala gula darah rendah
Setelah mengetahui gejala yang telah disebutkan di atas, tentu sangat penting untuk menjadi lebih peka dalam mengidentifikasi ciri hipoglikemia yang muncul karena olahraga. Segera hentikan olahraga jika Anda mendapati gejala hipoglikemia, seperti kepala pusing dan sempoyongan. Berikan pertolongan dengan mengonsumsi karbohidrat.
4. Selalu sediakan makanan ringan ketika berolahraga
Karena olahraga bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun, Sebaiknya Anda selalu membawa makanan ringan atau minuman yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Tips lain mencegah hipoglikemia saat olahraga
- Jangan berolahraga ketika insulin mencapai puncak masa kerja
- Usahakan untuk menyelesaikan olahraga setidaknya dua jam sebelum waktu tidur
- Jangan mengonsumsi alkholol sebelum dan sesudah berolahraga
- Jangan langsung mandi air panas, sauna, atau ruang dengan penghangat
- Berolahragalah secara rutin satu atau dua kali sehari
The post 4 Tips Mencegah Hipoglikemia Saat Olahraga appeared first on Hello Sehat.















Discussion about this post