TANGERANG – Warga cluster Catalina, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang berkeluh kesah pembangunan Apartemen Carstensz.
Sejumlah warga ditemui dan berdialog dengan Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang. Warga mengeluhkan debu, jarak antara pemukiman ke apartemen, permasalahan air tanah surut hingga tidak dilibatkannya sebagian warga dalam penandatanganan proses perizinan lingkungan.
Menurut warga Catalina, Darma sebagai warga terdampak langsung pembangunan, dirinya bersama warga lainnya tak pernah merasa membubuhkan tanda tangan untuk izin lingkungan.
“Ada juga waktu itu ikut tandatangan untuk pembangunan jalan. Apa iya gitu tanda tangan kami dicatut untuk izin lingkungan?,” ketus Darma di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10/2020).
Maka dari itu, kata Darma, pihaknya meminta ke DPRD Kabupaten Tangerang mau memperjuangkan hak mereka sebagai warga yang terzolimi.
“Kami mohon agar wakil kami disini mau memperjuangkan hak kami,” ungkapnya.
Sonya, warga lainnya mengeluhkan debu pembangunan Apartemen Carstensz yang membuat dirinya dan keluarga sesak nafas.
“Bisa dibayangkan pak dewan jarak pemukiman dengan apartemen cuma 7 meter. Yang mana debu dari pembangunan hunian vertikal yang hampir 24 jam itu selalu masuk ke rumah saya,” Beber Sonya dengan mata berkaca-kaca.
Sonya bilang gara-gara debu itu dirinya dengan suami sering cekcok mulut. “Pernah atap rumah saya kejatuhan batu coran hingga atap bocor dan debunya kemana-mana. Itu membuat kami takut dan selalu was-was tinggal di rumah,” tukasnya.
Diana Sari mengeluhkan air tanah yang semakin surut sejak dimulainya pembangunan Apartemen Carstensz.
“Saya tinggal disitu (Catalina) sejak tahun 91 silam, baru ini merasakan air tanah surut dan terpaksa selama 3 bulan terakhir sama numpang ke tetangga,” jelasnya.
“Kami ini orang kecil pak dewan, untuk beli mesin air yang bagus tidak punya uang. Mohon perjuangkan jeritan hati kami pak,” papar Diana dengan raut muka sedih. (RAY)















Discussion about this post