BEKASI, WT – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan antibiotik yang tepat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bhakti Kencana Bandung mengadakan program edukasi di Kampung Bahagia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan obat antibiotik guna mencegah penyalahgunaan serta membangun kebiasaan pembuangan limbah obat yang benar.
Selain edukasi, kegiatan ini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk cek gula darah dan skrining hipertensi, yang diadakan di Posyandu Teratai 3. Program ini diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga hingga pekerja, yang antusias mendapatkan informasi seputar bahaya penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan.
“Banyak masyarakat yang belum memahami risiko dari penggunaan antibiotik yang tidak tepat, seperti resistensi bakteri yang bisa menyebabkan infeksi semakin sulit diobati. Melalui program DAGUSIBU ini, kami ingin membantu masyarakat agar lebih memahami pentingnya mengikuti anjuran medis dalam penggunaan antibiotik,” ujar Ketua KKN, Luthfil Hakim.
Penyuluhan dan Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan penyuluhan secara langsung, tetapi juga membagikan leaflet panduan mengenai tata cara penggunaan antibiotik yang benar, sehingga masyarakat memiliki referensi yang dapat digunakan di kemudian hari. Selain itu, program ini turut didukung oleh PT. SINOCARE HEALTHCARE INDONESIA dan PT. KIMIA FARMA DIAGNOSTIKA, yang berperan dalam mendukung keberhasilan edukasi kesehatan ini.
Ketua Posyandu Teratai 3, Cut Nurhayati, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat setempat. “Program ini sangat bermanfaat, karena masih banyak warga yang kurang memahami bagaimana cara menggunakan antibiotik dengan benar. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Dukungan Akademisi dan Harapan untuk Keberlanjutan Program
Dosen pembimbing program KKN Universitas Bhakti Kencana Bandung, Apt. Asep Roni, M.Si, memberikan apresiasi terhadap inisiatif para mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan antibiotik.
“Ini adalah bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat yang mengedepankan edukasi kesehatan. Penggunaan antibiotik yang tepat sangat penting untuk mencegah resistensi bakteri, yang menjadi tantangan besar di dunia kesehatan saat ini. Saya bangga melihat mahasiswa kami bisa turun langsung ke lapangan untuk menyampaikan edukasi ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kurikulum di kampus, yang menekankan penerapan ilmu dalam kehidupan nyata.
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik dalam menyelesaikan tantangan kesehatan di masyarakat. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi program KKN lainnya serta menjadi inspirasi bagi upaya pengabdian masyarakat ke depan,” tambahnya.
Program DAGUSIBU ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai wilayah lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengelolaan obat yang benar. Dengan langkah ini, kesadaran akan pentingnya kesehatan masyarakat dapat semakin meningkat, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera. (RIZ)















Discussion about this post