TANGSEL, WT – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Asosiasi Rumah Sakit Pemerintah Daerah (Asrada) sekaligus menyambut Hari Kesehatan Nasional, Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan donor darah pada awal pekan ini. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di area RSU Tangsel dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari tenaga kesehatan, pegawai pemerintah daerah, hingga masyarakat umum.
Kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian RSU Tangsel terhadap ketersediaan stok darah di wilayah Tangerang Selatan. Sesuai dengan target panitia, kegiatan ini diharapkan dapat menjaring sekitar 200 pendonor untuk memenuhi kebutuhan darah di Palang Merah Indonesia (PMI). Namun hingga penutupan kegiatan, jumlah peserta yang hadir tercatat sebanyak 113 orang.
Dari total peserta tersebut, hanya 55 orang yang lolos dalam pemeriksaan kesehatan awal dan dinyatakan layak untuk mendonorkan darahnya. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 55 kantong darah yang nantinya akan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan melalui PMI. Meski belum mencapai target, pihak rumah sakit menilai kegiatan ini tetap berjalan sukses dan mendapat antusiasme cukup tinggi dari peserta.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Kota Tangerang Selatan, dr. Lanna Marita, MARS menjelaskan kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah. “Selain untuk memperingati HUT Asrada dan Hari Kesehatan Nasional, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam menolong sesama,” ujar dr. Lanna.
Ia menambahkan, proses donor darah dilakukan dengan pengawasan ketat oleh tim medis RSU Tangsel bekerja sama dengan PMI. Para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, kadar hemoglobin, dan riwayat kesehatan umum. Hanya peserta yang memenuhi kriteria kelayakan medis yang dapat mendonorkan darahnya.
Pihak RSU Tangsel berencana menjadikan kegiatan sosial semacam ini sebagai agenda rutin setiap tahun. Menurut dr. Lanna, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan kemanusiaan ini menjadi bukti meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan bersama. “Kami berharap di tahun mendatang jumlah peserta yang memenuhi syarat bisa lebih banyak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” pungkasnya. (ADV)















Discussion about this post