TANGERANG, WT – Pemkab Tangerang menegaskan komitmennya menjadi daerah percontohan integritas bertepatan dengan Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) Tahun 2025. Mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Harkodia bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh pihak untuk terus memerangi korupsi. Ia turut mengulas perjalanan Harkodia yang berakar dari ratifikasi Konvensi PBB Melawan Korupsi (UNCAC) oleh Indonesia pada 2006, yang menjadi landasan perbaikan tata kelola di berbagai daerah.
Menurut Maesyal, Kabupaten Tangerang telah memasuki fase transformasi antikorupsi yang lebih substantif, mulai dari peningkatan capaian MSCP KPK, kolaborasi dengan aparat penegak hukum, hingga digitalisasi layanan publik guna menekan praktik pungutan liar. Penguatan pengawasan internal juga dilakukan melalui optimalisasi SPIP dan pembangunan Zona Integritas di berbagai perangkat daerah.
Inspektur Kabupaten Tangerang, Tini Wartini, menambahkan Harkodia 2025 bertujuan memperluas kesadaran publik mengenai bahaya korupsi, tidak hanya bagi ASN tetapi juga pelajar, desa, dan masyarakat umum. Program edukatif seperti lomba karya tulis, poster digital, kampanye radio, serta talkshow turut digelar sepanjang November–Desember.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Tangerang juga memberikan apresiasi kepada lembaga dan desa berprestasi, termasuk Desa Legok sebagai Desa Percontohan Antikorupsi, BLUD Puskesmas Tigaraksa yang memperoleh penghargaan Zona Integritas WBK, serta RSUD Balaraja yang terus membangun Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.
Peringatan Harkodia 2025 di Lemo Hotel Serpong berlangsung pada 11 Desember dan dihadiri 213 peserta dari unsur OPD, penggiat pendidikan antikorupsi, kepala desa, penyuluh PAKSI, aparat penegak hukum, narasumber, hingga para pemenang lomba. (RIK)















Discussion about this post