LEBAK, WT – Kawasan hunian terpadu Permata Mutiara Maja, yang dikembangkan oleh PT Bukit Nusa Indah Perkasa (BNIP), sukses menggelar ajang tahunan Maja Fest untuk kali kedua. Festival kali ini mengangkat tema “Kriya Niskala”, yang memiliki arti Mahakarya yang Kokoh, sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Lebak dan sekitarnya.
“Maja Fest adalah festival budaya terbesar di Maja yang menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan warisan lokal kepada khalayak luas. Ini sekaligus menegaskan komitmen kami menjadikan Permata Mutiara Maja sebagai kawasan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup penghuninya,” jelas Cornelius Widjaja, Direktur PT Bukit Nusa Indah Perkasa.
Digelar selama sepuluh hari, mulai tanggal 31 Oktober hingga 9 November 2025, Maja Fest berpusat di area Danau Cicinta. Pengunjung akan dimanjakan dengan beragam acara, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, pameran kuliner lokal, hingga konser musik akbar. Beberapa musisi ternama yang siap memeriahkan panggung antara lain Band Wali, Band Niel, Deify Dee, dan Arda Band.
Lebih dari 40 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah Maja hingga Tangerang turut berpartisipasi, menambah semarak acara yang ditargetkan menarik lebih dari 20.000 pengunjung.
Peluang Investasi Menarik di Kota Baru Publik Maja
Cornelius menambahkan, momen festival ini juga dimanfaatkan untuk menawarkan promo spesial pembelian rumah di Permata Mutiara Maja. Harga unit properti saat ini dipasarkan mulai dari Rp200 jutaan. Dari total pengembangan lahan seluas 200 hektare, sekitar 60 hektare sudah terbangun dengan 7.000 unit rumah, yang telah dihuni oleh sekitar 5.500 Kepala Keluarga (KK).
“Berlokasi di jantung Kota Baru Publik Maja, salah satu dari sepuluh kota baru yang dicanangkan pemerintah, Permata Mutiara Maja menawarkan prospek investasi properti yang sangat menjanjikan dan merupakan pilihan hunian nyaman untuk jangka panjang,” tegasnya.
Keunggulan lokasi Permata Mutiara Maja sangat strategis, hanya berjarak 800 meter dari Stasiun Maja, membuatnya mudah diakses baik dari Tangerang maupun Jakarta. Kawasan ini juga dikenal sebagai pionir dalam menerapkan konsep Transit Oriented Development (TOD) di wilayah tersebut. “Kami berkomitmen untuk terus menyediakan rumah berkualitas dengan lingkungan terbaik, sesuai dengan tagline kami: Enjoy Living,” tutup Cornelius. (RIZ)















Discussion about this post