• Tentang Kami
  • Contact
Selasa, 3 Februari 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Kenali Gangguan Hip Dysplasia pada Bayi

Oleh: Rizki
Rabu, 4 Oktober 2023 / 17:23 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

TANGSEL, WT – Melihat proses pertumbuhan seorang anak selalu membuat kagum dan bahagia bagi para Ayah dan Ibu. Proses ini ketika si kecil mulai mengangkat kepala sendiri, merangkak, hingga bisa berjalan secara aktif, biasanya dimulai saat mereka menginjak usia 1-2 tahun dan tentunya tidak terjadi begitu saja dalam sekejap. Proses berjalan memang cukup memakan waktu hingga akhirnya si kecil dapat berjalan sendiri dengan tegap.

Namun proses itu bisa saja terhambat apabila mereka mengalami hip dysplasia, sebuah gangguan pada panggul yang terjadi cukup umum pada bayi. Hip dysplasia atau biasa dikenal dengan istilah bayi lepas panggul adalah gangguan pada panggul yang menyebabkan sendi panggul yang berbentuk seperti soket tidak memegang bagian bola tulang paha atas sepenuhnya. Hal ini memungkinkan sendi panggul mengalami dislokasi sebagian atau seluruhnya.

READ ALSO

Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025

Eka Hospital MT Haryono Resmi Beroperasi, Punya Teknologi Robot Bedah Da Vinci XI

Kondisi ini sebaiknya jangan disepelekan karena bisa berdampak pada proses pertumbuhan dan juga kenyamanan si kecil.

Untuk lebih mengetahui tumbuh kembang anak simak penjelasan Konsultan Orthopedi Anak Eka Hospital, dr. Patar Parmonangan Oppusunggu, Sp.OT (K).

Penyebab Hip Dysplasia

Belum diketahui secara pasti apa yang bisa menyebabkan seorang anak bisa mengalami panggul lepas, namun biasanya kondisi ini sudah dapat berkembang ketika mereka telah dilahirkan yang dinamakan sebagai Developmental dysplasia.

Developmental dysplasia sendiri merupakan gangguan perkembangan panggul pada bayi yang dapat terjadi karena karena beberapa faktor. Meski bisa dialami oleh semua anak, ada beberapa faktor yang dipercaya dapat meningkatkan risiko developmental dysplasia pada si kecil, seperti:

Berjenis kelamin perempuan, anak perempuan diketahui memiliki risiko hip dysplasia 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki karena secara biologis perempuan memiliki ukuran panggul yang lebih besar daripada laki-laki.

Anak sulung, anak pertama diketahui juga memiliki risiko hip dysplasia yang lebih tinggi karena kondisi rahim ibu yang masih ketat dan kencang saat pertama kali mengandung.

Kehamilan bayi sungsang, ketika bayi dalam posisi terbalik di dalam rahim dimana bokong yang menghadap ke bawah dan bukan kepala. Pengaruh faktor genetik, seperti memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami hip dysplasia sebelumnya.

Selain itu, hip dysplasia juga bisa diketahui dapat terjadi karena kebiasaan membedong yang kurang baik pada si kecil. Membedong adalah teknik membalut tubuh si kecil dengan kain untuk menjaga suhu dan posisinya tetap terjaga. Membedong memiliki manfaatnya tersendiri untuk bayi dan juga orangtua, namun apabila teknik yang dilakukan kurang tepat, membedong bisa menyebabkan panggul lepas pada bayi.

Gejala Hip Dysplasia

Terkadang sulit bagi kita sebagai orangtua untuk melihat gejala hip dysplasia pada si kecil yang mungkin tidak akan begitu ekspresif, ini dikarenakan kebanyakan kasus developmental dysplasia tidak menyebabkan sakit pada mereka. Oleh sebab itu sebagai orangtua, Anda harus lebih waspada akan gejala-gejala dari hip dysplasia pada si kecil, beberapa gejala yang bisa diwaspadai yaitu:

Sendi panggul mengeluarkan bunyi ketika digerakan.

Panjang kaki kanan dan kaki kiri yang berbeda.

Adanya keterbatasan rentang gerak pada salah satu sendi panggul.

Anak terlihat pincang ketika sudah mulai bisa berjalan.

Apakah Hip Dysplasia Bisa Sembuhkan

Tidak perlu khawatir, karena hip dysplasia dapat ditangani dengan metode pengobatan dan terapi yang benar dari Dokter Spesialis Ortopedi Pediatri. Dokter dapat melakukan pemeriksaan awal dengan melakukan imaging test atau pencitraan dengan beberapa metode, seperti:

Ultrasound

Sinar-X

Penggunaan tes tersebut ditujukan untuk melihat posisi sendi panggul sehingga dokter bisa menentukan metode penanganan yang tepat dan apakah operasi perlu dilakukan. Penanganan hip dysplasia sendiri juga bervariasi berdasarkan dari umur, kondisi, dan tingkat keparahan tulang.

Dalam beberapa kasus, ada bayi yang bisa sembuh dengan sendirinya hanya dengan penyesuaian perawatan dan gaya hidup, namun dalam beberapa kasus si kecil akan membutuhkan penanganan secara medis, beberapa diantaranya dapat direkomendasikan seperti:

Penggunaan penyangga panggul (Pavlik Harness)

Dalam beberapa kasus seperti bayi yang masih di bawah 6 bulan, dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan pavlik harness atau penyangga panggul untuk membatasi pergerakan panggul si kecil selagi dalam masa pemulihan.

Perawatan dengan pavlik harness biasanya berlangsung sekitar 6–12 minggu dan si kecil harus menjalani pemeriksaan setiap 1–3 minggu dengan Sinar-X atau USG panggul untuk melihat perkembangan panggulnya. Selama kunjungan, dokter dapat menyesuaikan penggunaan penyangga jika diperlukan.

Closed Reduction and Casting (Non-Operatif)

Ada metode non-operatif yang dapat dilaksanakan, biasanya jika penggunaan penyangga tidak menunjukan hasil yang baik. Metode ini dilakukan dengan memindahkan posisi sendi secara manual dengan bantuan pemeriksaan pencitraan. Metode ini biasa digunakan apabila penggunaan penyangga tidak bekerja dengan baik atau jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan.

Selama prosesnya, si kecil akan berada dalam pengaruh obat bius lokal sehingga mereka tidak akan merasakan sakit dan metode ini cukup efektif karena prosesnya yang cepat.

Open Reduction and Casting (Operatif)

Penggunaan metode operasi merupakan metode terakhir yang dilakukan jika umur si kecil sudah melebihi 18 bulan atau metode pengobatan lainnya tidak bekerja dengan sesuai harapan. Metode ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bagian panggul dan dokter akan menaruh kembali sendi panggul ke dalam soketnya menggunakan peralatan bedah.

Kapan Harus Periksa ke Dokter

Sebaiknya, segera bawa si kecil ke dokter apabila Anda mulai menduga mereka menunjukan gejala hip dysplasia. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kenyamanan si kecil saat tumbuh nanti, sehingga semakin cepat penanganan dilakukan maka semakin cepat juga si kecil bisa tumbuh dengan baik.

Anak yang menjalani pengobatan hip dysplasia biasanya akan melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter hingga mereka menyentuh umur 18 tahun atau proses pertumbuhan telah berhenti sepenuhnya, untuk memastikan hasil pengobatan telah bekerja dengan maksimal dan panggul telah berkembang dengan baik. (RLS)

Tags: Berita KesehatanEka Hospital BSDHip DysplasiaWarta Tangerang

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Honda Motocompacto e-Scooter Mulai Diperkenalkan 

Next Post

Selama Oktober, Hotel Santika Premiere Bintaro Tawarkan Promo Ini

Related Posts

Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025
Kesehatan

Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025

Oleh: Rizki
Minggu, 1 Februari 2026 / 11:52 WIB
Eka Hospital MT Haryono Resmi Beroperasi, Punya Teknologi Robot Bedah Da Vinci XI
Kesehatan

Eka Hospital MT Haryono Resmi Beroperasi, Punya Teknologi Robot Bedah Da Vinci XI

Oleh: Rizki
Jumat, 23 Januari 2026 / 20:24 WIB
Teknologi Da Vinci XI di Eka Hospital MT Haryono, Solusi Bedah Presisi Kanker Prostat
Kesehatan

Teknologi Da Vinci XI di Eka Hospital MT Haryono, Solusi Bedah Presisi Kanker Prostat

Oleh: Rizki
Rabu, 14 Januari 2026 / 09:30 WIB
Bukan Hanya Anak-Anak, Gigi Goyang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius pada Orang Dewasa
Kesehatan

Bukan Hanya Anak-Anak, Gigi Goyang Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius pada Orang Dewasa

Oleh: Rizki
Jumat, 26 Desember 2025 / 10:30 WIB
Rayakan 13 Tahun, Bethsaida Healthcare Tegaskan Komitmen “Care in Every Step”
Kesehatan

Rayakan 13 Tahun, Bethsaida Healthcare Tegaskan Komitmen “Care in Every Step”

Oleh: Rizki
Kamis, 18 Desember 2025 / 21:33 WIB
Gunakan Teknologi Robotik Velys, Eka Hospital Raih Hasil Sempurna pada 100 Operasi Lutut
Kesehatan

Gunakan Teknologi Robotik Velys, Eka Hospital Raih Hasil Sempurna pada 100 Operasi Lutut

Oleh: Rizki
Kamis, 18 Desember 2025 / 16:29 WIB
Next Post
Selama Oktober, Hotel Santika Premiere Bintaro Tawarkan Promo Ini

Selama Oktober, Hotel Santika Premiere Bintaro Tawarkan Promo Ini

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Tiga Bulan Menganggur, Buruh PT SLI Balaraja Harap Pabrik Segera Dibuka Kembali

Tiga Bulan Menganggur, Buruh PT SLI Balaraja Harap Pabrik Segera Dibuka Kembali

Senin, 2 Februari 2026 / 09:43 WIB
Wawalkot Pilar Ucapkan Selamat ke Dewa United Promosi ke Liga 1, Apa Kabar Persitangsel?

Rivera Buka Gol, Kafiatur Balas! Persebaya vs Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 1 Februari 2026 / 21:22 WIB
Wawalkot Pilar Ucapkan Selamat ke Dewa United Promosi ke Liga 1, Apa Kabar Persitangsel?

Dewa United Banten Tantang Persebaya di GBT, Riekerink Waspadai Momentum Bajul Ijo

Minggu, 1 Februari 2026 / 13:42 WIB
Pengunjung Serbu Rame – Rame Belah Duren di Tangcity Mall

Pengunjung Serbu Rame – Rame Belah Duren di Tangcity Mall

Minggu, 1 Februari 2026 / 12:54 WIB
Peringati Harlah NU ke-103, Bupati Tangerang Soroti Peran NU di Masyarakat

Peringati Harlah NU ke-103, Bupati Tangerang Soroti Peran NU di Masyarakat

Minggu, 1 Februari 2026 / 12:37 WIB
Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025

Dukung Program Pemkab Tangerang, Paramount Petals Dorong Penurunan Stunting Sepanjang 2025

Minggu, 1 Februari 2026 / 11:52 WIB
Rampung Fisik, Akses Tol Jakarta–Tangerang KM 25 Masuk Tahap ULF–ULO

Rampung Fisik, Akses Tol Jakarta–Tangerang KM 25 Masuk Tahap ULF–ULO

Minggu, 1 Februari 2026 / 11:46 WIB
OPPO A6t Series Resmi Hadir di Indonesia, Baterai Jumbo dan Harga Mulai Rp1,9 Jutaan

OPPO A6t Series Resmi Hadir di Indonesia, Baterai Jumbo dan Harga Mulai Rp1,9 Jutaan

Jumat, 30 Januari 2026 / 23:10 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang