• Tentang Kami
  • Contact
Rabu, 7 Oktober 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Nasional

Ilmuwan Asia Tenggara dan Jerman Berkumpul di Surabaya Bahas Perubahan Iklim

Oleh: Rizki
Senin, 23 September 2024 / 09:07 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, WT – Surabaya menjadi sorotan internasional dengan diselenggarakannya Humboldt Kolleg – Translate Southeast Asia 2024, yang berlangsung pada 18 hingga 21 September.

Acara ini menghadirkan 85 Humboldtians dari Asia Tenggara, ilmuwan Jerman, serta peneliti muda dari Surabaya untuk mendiskusikan strategi inovatif dalam menghadapi krisis iklim yang semakin mengancam.

READ ALSO

Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Tempat Nobar di Tangerang Raya

Dorong Investasi Hijau Rp3,3 Triliun, Enlit Asia dan Electricity Connect 2026 Perkuat Ketahanan Energi ASEAN

Asia Tenggara, sebagai wilayah yang sangat rentan terhadap perubahan iklim, menghadapi berbagai tantangan seperti meningkatnya frekuensi bencana alam, suhu ekstrim, kenaikan permukaan laut, serta penurunan keanekaragaman hayati. Kondisi geografis, garis pantai yang luas, ketergantungan pada sektor pertanian, serta populasi yang padat memperparah kompleksitas permasalahan ini. Oleh karena itu, Humboldt Kolleg 2024 menjadi momen penting dalam merumuskan pendekatan baru dan efektif untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Humboldt Kolleg 2024 dibuka oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel. Humboldtians adalah komunitas ilmuwan yang pernah menerima program fellowship dan penghargaan dari Alexander von Humboldt Foundation, Jerman. Jaringan ini memiliki lebih dari 30.000 anggota di lebih dari 140 negara, termasuk 61 penerima Nobel. Di ASEAN, terdapat 336 anggota Humboldtians, dengan 34 di antaranya berdomisili di Indonesia.

Menurut Leenawaty Limantara dari Universitas Kristen Petra, para anggota rutin bertemu dan berkolaborasi dalam kajian ilmiah multidisipliner yang diimplementasikan di berbagai kampus dan lembaga penelitian. Beberapa topik utama yang diangkat dalam pertemuan ini meliputi praktik keberlanjutan inovatif dengan fokus pada transisi menuju ekonomi sirkular.
“Pendekatan ini penting untuk meminimalkan limbah dan meningkatkan efisiensi sumber daya melalui proses manufaktur yang berkelanjutan. Mengadopsi ekonomi sirkular diharapkan dapat secara signifikan mengurangi dampak lingkungan akibat aktivitas manusia,” katanya.

Sorotan lain dari acara ini adalah pentingnya investasi pada energi terbarukan dan pengelolaan karbon. Pengembangan energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan biomassa menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, peningkatan teknik penyerapan karbon melalui reforestasi dan teknologi penangkapan emisi karbon di sumbernya juga menjadi fokus utama.

Kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian ilmiah, kebijakan, dan implementasi praktik nyata. Penggabungan pengetahuan tradisional dengan pendekatan ilmiah modern, terutama dalam bidang pertanian dan kesehatan, dipercaya dapat meningkatkan ketahanan komunitas dalam menghadapi perubahan iklim.

Strategi yang dikembangkan dalam acara ini mencakup peran institusi pendidikan, khususnya universitas, untuk menjadi teladan dalam memimpin inisiatif keberlanjutan. Hal ini dapat diwujudkan melalui integrasi energi terbarukan, peningkatan program daur ulang, serta penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam kegiatan operasional kampus.

Institusi lain juga didorong untuk menjadi penggerak utama dalam membentuk kebijakan dan praktik keberlanjutan di komunitas melalui pengembangan panduan strategis. Pendidikan harus berevolusi untuk menghadapi tantangan keberlanjutan masa kini dan masa depan melalui kurikulum yang melibatkan proyek praktis dan pemecahan masalah nyata.

Kolaborasi internasional yang berkelanjutan dianggap sebagai kunci untuk memperkuat pembelajaran bersama dan mempercepat respons terhadap tantangan iklim global. Melalui kolaborasi penelitian, program pertukaran pendidikan, dan proyek bersama, Asia Tenggara dapat memanfaatkan keahlian global untuk mengatasi tantangan iklim.

Hasil dari Humboldt Kolleg 2024 menawarkan panduan strategis untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara. Dengan mengintegrasikan strategi ini, kawasan ini berpotensi mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Melalui kolaborasi yang kuat, kemajuan teknologi, dan inovasi kebijakan, Asia Tenggara siap memimpin dalam upaya keberlanjutan global. (RIZ)

Tags: Humboldt Kolleg - Translate Southeast Asia 2024Humboldt Kolleg 2024perubahan iklimWarta Tangerang

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Bertolak ke NTB, Presiden Jokowi Akan Resmikan Smelter Tembaga dan Pemurnian Logam Mulia

Next Post

Raih Poin Penuh Lawan Semen Padang, Persita Naik ke Posisi Kelima

Related Posts

Lokasi Nobar Myanmar vs Timnas Indonesia di Tangerang: Catat Alamatnya!
Nasional

Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Tempat Nobar di Tangerang Raya

Oleh: Rizki
Minggu, 4 Oktober 2026 / 21:45 WIB
Dorong Investasi Hijau Rp3,3 Triliun, Enlit Asia dan Electricity Connect 2026 Perkuat Ketahanan Energi ASEAN
Nasional

Dorong Investasi Hijau Rp3,3 Triliun, Enlit Asia dan Electricity Connect 2026 Perkuat Ketahanan Energi ASEAN

Oleh: Rizki
Kamis, 1 Oktober 2026 / 08:33 WIB
Jawab Lonjakan Listrik Pusat Data AI, Wärtsilä Dorong Fleksibilitas Jaringan Kelistrikan Indonesia
Nasional

Jawab Lonjakan Listrik Pusat Data AI, Wärtsilä Dorong Fleksibilitas Jaringan Kelistrikan Indonesia

Oleh: Rizki
Rabu, 23 September 2026 / 19:44 WIB
Diikuti 11 Ribu Profesional, Electricity Connect 2026 Bahas Masa Depan Ketenagalistrikan dan AI
Nasional

Diikuti 11 Ribu Profesional, Electricity Connect 2026 Bahas Masa Depan Ketenagalistrikan dan AI

Oleh: Rizki
Selasa, 22 September 2026 / 13:43 WIB
Genjot Transisi Energi, Pemerintah Siapkan Proyek PLTS 100 GW dan Transmisi Rp2.700 Triliun
Nasional

Genjot Transisi Energi, Pemerintah Siapkan Proyek PLTS 100 GW dan Transmisi Rp2.700 Triliun

Oleh: Rizki
Selasa, 22 September 2026 / 13:33 WIB
Dukung Kemandirian Energi, PT GUT Tampil di Electricity Connect 2026
Nasional

Dukung Kemandirian Energi, PT GUT Tampil di Electricity Connect 2026

Oleh: Rizki
Selasa, 22 September 2026 / 13:05 WIB
Next Post
Raih Poin Penuh Lawan Semen Padang, Persita Naik ke Posisi Kelima

Raih Poin Penuh Lawan Semen Padang, Persita Naik ke Posisi Kelima

Discussion about this post

WARTA TERKINI

ARYADUTA Lippo Village dan Country Club Genap 32 Tahun, Tebar Benih Ikan hingga Fun Match Padel

ARYADUTA Lippo Village dan Country Club Genap 32 Tahun, Tebar Benih Ikan hingga Fun Match Padel

Selasa, 6 Oktober 2026 / 22:36 WIB
Semarak Hari Batik Nasional, The Soul of Batik Padukan Olahraga dan Kreativitas di Bintaro

Semarak Hari Batik Nasional, The Soul of Batik Padukan Olahraga dan Kreativitas di Bintaro

Selasa, 6 Oktober 2026 / 22:30 WIB
Pelantikan Pengurus Baru KMB UMJ Jadi Momentum Bangkitkan Peran Pemuda Betawi

Pelantikan Pengurus Baru KMB UMJ Jadi Momentum Bangkitkan Peran Pemuda Betawi

Selasa, 6 Oktober 2026 / 19:15 WIB
Lokasi Nobar Myanmar vs Timnas Indonesia di Tangerang: Catat Alamatnya!

Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Tempat Nobar di Tangerang Raya

Minggu, 4 Oktober 2026 / 21:45 WIB
Tiket Final Indonesia vs Thailand Ludes Lebih dari 55 Ribu

Tiket Final Indonesia vs Thailand Ludes Lebih dari 55 Ribu

Minggu, 4 Oktober 2026 / 21:32 WIB
Penalti Romeny Pecah Kebuntuan, Garuda Memimpin di Menit ke-44

Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026, Kondisi Ole Romeny Masih Jadi Tanda Tanya

Minggu, 4 Oktober 2026 / 21:26 WIB
Gol Liquinhas Dibalas Akhir Babak Kedua, Persita Berbagi Angka dengan PSIM Yogyakarta

Carlos Pena Jaga Ritme Persita Jelang Hadapi Garudayaksa

Jumat, 2 Oktober 2026 / 23:18 WIB
Alam Sutera Township dan The Gramercy Raih Penghargaan IREA 2026

Alam Sutera Township dan The Gramercy Raih Penghargaan IREA 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 / 23:07 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang