Diabetes tipe satu atau dikenal juga dengan diabetes juvenile merupakan diabetes yang menyerang anak-anak. Pada kondisi ini, anak biasanya tidak memiliki kadar gula darah normal karena adanya kerusakan sel pada pankreas. Berbeda dengan diabetes tipe dua yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, diabetes tipe satu disebabkan oleh penyakit autoimun.
“Diabetes satu itu umumnya bukan karena genetik, melainkan lebih kepada autoimun. Biasanya didahului dengan adanya infeksi virus, kemudian antibodi kita malah merusak sel beta di pankreas yang menghasilkan insulin, jadi hampir habis atau bahkan habis,” ujar Prof. DR. dr. Ketut Suastika, ketua PB Perkeni yang ditemui pada acara penandatanganan MOU Cities Changing Diabetes di Balai Kota DKI Jakarta.
Masih menurut dr. Ketut Suastika, penderita diabetes tipe satu biasanya mulai teridentifikasi ketika mereka berusia lima tahun, bahkan ada yang sejak lahir. Itu sebabnya diabetes ini juga dikenal dengan diabetes anak-anak.
Karena merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan rusaknya sel beta penghasil insulin, hal itu membuat penderita diabetes tipe satu tidak memiliki insulin dalam tubuhnya. Pada penderita diabetes tipe dua, gula darah mungkin dapat dikontrol hanya dengan pengaturan pola makan dan olahraga rutin. Namun, penderita diabetes tipe satu hanya dapat mengontrol kadar gula darah dengan bergantung sepenuhnya pada injeksi insulin.
Ketika mendapatkan diagnosis diabetes tipe satu, anak Anda mungkin mengalami fase di mana memiliki gula darah normal atau mendekati normal sehingga hanya membutuhkan dosis insulin dalam jumlah sedikit. Bisa jadi, anak Anda malah tidak membutuhkan bantuan suntik insulin. Anda bisa jadi bertanya, apakah anak saya sudah sembuh? Apakah gula darah normal pada anak dengan diabetes tipe satu berarti sebuah kesembuhan? Sayangnya, penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini hanya dapat dikendalikan.
Ada satu fase dalam kondisi diabetes tipe satu di mana anak memiliki gula darah normal. Namun, hal itu tidak menandakan kesembuhan total dari diabetes tipe satu yang dialami anak Anda. Pada periode ini, sangat mungkin anak Anda bahkan tidak membutuhkan injeksi insulin untuk mengontrol gula darahnya. Fase ini disebut dengan fase “bulan madu”.
Masa bulan madu, kondisi gula darah normal pada penderita diabetes tipe satu
Masa bulan madu terjadi pada orang dengan diabetes tipe satu tepat ketika baru didiagnosis dan penggunaan suntikan insulin baru dilakukan. Selama masa ini, penderita diabetes tipe satu memiliki kadar gula darah normal layaknya orang yang sehat tanpa diabetes. Namun, jangan lengah dan karena merasa diabetes yang dimiliki sudah sembuh.
Masa bulan madu ini tidak terjadi pada setiap orang yang memiliki diabetes tipe satu. Pada beberapa orang hal ini tidak muncul. Ketika mengalami masa bulan madu, bukan berarti diabetes yang dialami anak Anda sembuh total. Sebab seperti namanya, fase ini hanyalah bersifat sementara.
Ketika seorang yang didiagnosis diabetes tipe satu mengalami masa bulan madu, mereka memiliki kadar gula darah normal. Hal ini disebabkan oleh masih berfungsinya pankreas dalam memproduksi insulin. Kerusakan yang diakibatkan oleh penyakit autoimun mungkin belum merusak sel beta pada pankreas sepenuhnya, sehingga masih dapat memproduksi insulin yang berguna bagi metabolisme glukosa.
Seseorang yang berada dalam fase bulan madu bisa menurunkan jumlah injeksi insulin buatan yang dibutuhkannya atau bahkan berhenti sama sekali karena kadar gula darah normal. Namun, mereka akan kembali membutuhkannya ketika masa ini berakhir, sebab pada dasarnya masa ini bukanlah penanda bahwa Anda atau anak Anda terbebas atau sembuh dari diabetes.
Umumnya, masa bulan madu pada orang dengan diabetes biasanya berbeda-beda. Hal ini dapat berlangsung hanya dalam hitungan minggu, tetapi ada pula yang bulanan bahkan beberapa tahun. Kebanyakan, masa bulan madu terjadi pada tiga bulan pertama setelah diagnosis.
Masa bulan madu berakhir ketika sel beta dalam pankreas tidak lagi mampu memproduksi insulin dan menjadi “mati” sepenuhnya. Masa bulan madu hanya terjadi satu kali dan ketika masa ini berakhir, orang dengan diabetes tipe satu akan bergantung pada insulin buatan sepenuhnya.
Apakah ada masa bulan madu pada penderita diabetes tipe dua?
Meski sama-sama diabetes, fase bulan madu tidak dialami oleh penderita diabetes tipe dua. Hal ini wajar mengingat penyebab utamanya yang sangat berbeda. Ketika seseorang mengunjungi dokter dan dinyatakan memiliki diabetes tipe dua, dokter mungkin akan memberikan berbagai pengobatan dan perencanaan makan beserta olahraga. Hal ini akan menyebabkan terjadinya perbaikan pada kadar glukosa dalam darah sehingga penderita diabetes memiliki angka kadar gula darah normal.
Normalnya kadar gula dalam darah yang Anda miliki mengindikasikan bahwa pengobatan serta latihan fisik yang Anda jalani bekerja dengan baik dalam mengontrol kadar gula darah. Hal ini tidak sama dengan masa bulan madu yang terjadi pada penderita diabetes tipe satu. Apabila seseorang dengan diabetes tipe dua menghentikan pola hidup sehatnya, maka kadar gula darahnya akan melonjak lagi.
Mengelola diabetes pada masa “bulan madu”
Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak Anda mengenai dosis insulin yang tepat selama masa bulan madu ini. Orang dengan diabetes tipe satu memiliki ketergantungan terhadap insulin seumur hidupnya. Untuk itu, sekalipun anak Anda berada dalam masa bulan madu, jangan berhenti menggunakan insulin. Tetaplah melakukan pemberian insulin suntik sekalipun kadar gula darah Anda normal dalam masa bulan madu ini.
Pada masa ini, Anda mungkin memiliki kadar gula darah normal sekalipun tidak menggunakan insulin. Berikut adalah rentang kadar gula darah normal, yaitu:
- Gula darah puasa: 70 -130 mg/dl
- Setelah makan: kurang dari 180 mg/dl
- Menjelang tidur: 90 – 150 mg/dl
Sebaiknya, tetaplah melakukan pengecekan kadar gula darah anak Anda secara rutin sekalipun memiliki gula darah normal. Biasanya, seiring berjalan waktu, kadar gula darah akan meningkat apabila anak Anda tidak melakukan suntik insulin karena merasa berada dalam batas aman. Hal itu bisa menjadi tanda bahwa anak Anda berada dalam masa akhir bulan madu.
Berkonsultasilah dengan dokter mengenai dosis insulin yang anak Anda gunakan. Anak Anda mungkin membutuhkan penyesuaian dosis insulin selama masa bulan madu. Terlalu banyak insulin dapat menyebabkan anak Anda mengalami hipoglikemia, sedangkan terlalu sedikit membuat anak Anda berpotensi pada diabetes ketoasidosis. Ikutilah petunjuk dokter terkait penggunaan insulin.
Bisakah masa bulan madu pada diabetes diperpanjang?
Beberapa dokter mungkin akan berusaha memperpanjang masa bulan madu seseorang selama mungkin. Melakukan suntik insulin secara teratur dapat menjadi salah satu faktor yang memperpanjang masa bulan madu, begitu juga dengan program diet sehat.
Cara lain yang dapat Anda lakukan, jika tidak menggunakan insulin adalah dengan menjalani diet bebas gluten. Seperti yang dilansir dari laman HealthLine, peneliti Denmark melakukan sebuah studi kasus pada anak dengan diabetes tipe satu yang tidak memiliki penyakit celiac. Lima minggu setelah didiagnosis dan menjalani suntik insulin, sang anak memasuki masa bulan madu dan tak lagi membutuhkan insulin karena memiliki angka gula darah normal. Setelahnya, sang anak kemudian melakukan diet bebas gluten. Kondisi ini dapat bertahan selama 20 bulan setelah sang anak didiagnosis dan ia tidak menggunakan insulin injeksi.
Konsumsi vitamin D dan suplemen yang mengandung asam lemak omega tiga juga dapat memperpanjang masa bulan madu dan menjaga kadar gula normal. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin D dan suplemen tersebut dapat menunda terjadinya perkembangan penyakit diabetes tipe 1.
The post Gula Darah Normal pada Anak Diabetes Tipe 1, Apakah Artinya Sudah Sembuh? appeared first on Hello Sehat.















Discussion about this post