TANGERANG, WT – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang bersama pengelola Pasar Tanah Tinggi memastikan permasalahan sampah yang sempat viral di media sosial telah ditangani dengan baik. Kondisi pasar kini kembali bersih dan aktivitas perdagangan berjalan normal, Rabu (8/10/2025).
Sebelumnya, video yang menampilkan tumpukan sayur busuk di area pasar sempat menjadi sorotan publik. Namun, pihak pengelola dan pedagang menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh kerusakan armada pengangkut sampah yang terjadi bersamaan dengan waktu pembuangan sayur-sayur yang tidak layak jual.
Deni, salah satu pedagang sayur asal Sukabumi, mengaku membuang sayur busuk adalah hal yang biasa dilakukan untuk menjaga kualitas produk yang dijual. “Kami tidak mau menjual sayur yang tidak segar ke konsumen. Sayur yang busuk atau basah memang dibuang, hanya saja waktu itu mobil pengangkut sedang rusak, jadi terlihat menumpuk,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan pengelola Pasar Tanah Tinggi, Lutfi yang menjelaskan kejadian dalam video terjadi pekan lalu. “Saat itu banyak sayur yang kondisinya kurang segar, sehingga pedagang memilih membuangnya. Kebetulan armada pengangkut sempat terkendala, jadi pengumpulan sampah sedikit tertunda. Namun, semua sudah diangkut pada hari yang sama dan kini pasar kembali bersih,” jelasnya.
Pengelola lapangan Amit Galur menambahkan pengelolaan sampah di pasar saat ini dilakukan melalui tempat penampungan sementara (TPS) sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia menilai persoalan utama bukan hanya pada teknis pengangkutan, tetapi juga perilaku masyarakat. “Kadang setelah dibersihkan, ada lagi yang buang sampah di tempat yang sama. Jadi ini juga soal kesadaran. Kami berharap semua pihak bisa lebih peduli terhadap kebersihan pasar,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Sandy Sulaeman, menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola pasar dan PT SGA sebagai pengelola teknis. Setelah dilakukan peninjauan langsung, seluruh permasalahan telah ditangani secara bertahap dan kini kondisi pasar sudah normal. “Kalau dilihat langsung, semuanya sudah teratasi. Pengelola juga berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan sampah agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Sandy.
Ia menambahkan, ke depan pengelolaan sampah di Pasar Tanah Tinggi akan diarahkan lebih berkelanjutan dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. “Sebagian sampah nantinya akan diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke TPA, misalnya dengan sistem komposter, bank sampah, atau magot. Ini bagian dari upaya menuju pengelolaan pasar yang lebih hijau dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (KEY)















Discussion about this post