WARTA TANGERANG – Kota Tangerang Selatan merupakan Lokus penurunan Angka Kematian Ibu dan Kematian Bayi dan penurunan Stunting.
Dalam percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara holistic, terintegrasi, dan berkualitas. Koordinasi dan sinergitas antara Pemerintah Daerah Provinsi, Kab/Kota, Kecamatan, Kelurahan serta PKK dan pemangku kebijakan kepentingan lainnya perlu di perkuat. Intervensi penuruan stunting dilakukan baik sebelum dan sesudah kelahiran.
“Sebelum kelahiran, sekitar 23% anak lahir dengan kondisi stunted, akibat ibu hamil sejakmasa remaja kurang gizi dan anemia. Setelah kelahiran, stunting meningkat signifikan pada usia 6-23 bulan, akibat kekurangan protein hewani pada makanan pendamping ASI yang mulai diberikan sejak usia 6 bulan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendarlin pada Kamis, (22/12/2022).
Allin menjelaskan, intervensi spesifik dan sensitif diperlukan untuk mengatasi stunting, salah satunya dengan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar.
“Selama masa kehamilan ibu melakukan pemeriksaan kehamilan dengan tenaga kesehatan dan di fasilitas kesehatan minimal 6 kali (1 kali di trimester pertama, 2 kali di trimester kedua dan 3 kali di trimester ketiga) serta mendapatkan dua kali pemeriksaan oleh dokter dan USG dasar terbatas,” jelasnya.
Selama masa kehamilan, ibu hamil wajib mengkonsumsi 90 tablet tambah darah setiap hari selama masa kehamilan dan ibu hamil kurang energi kronis (KEK) mendapatkan tambahan asupan gizi.
“Meskipun Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kota Tangerang Selatan terus menurun, tetapi tentu kita berharap bisa semakin menurun dengan koordinasi dan kerjasama dengan lintas sektor,” terang Allin.
Beberapa upaya telah dilakukan dalam menurunkan kematian ibu dan bayi, sambung Allin, di antaranya pelaksanaan kelas ibu hamil terjadwal dan Ngider Sehat Bidan untuk menjangkau semua ibu hamil resiko tinggi dan bayi balita resiko tinggi, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, penguatan fasilitas keshatan dan jaringannya; penguatan manajemen program dan sistem rujukannya; meningkatkan peran serta masyarakat; kerjasama dan kemitraan.
“Tujuan kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat ini adalah meningkatkan pemeriksaan dan pengetahuan ibu hamil untuk meningkatkan kesehatan selama kehamilan,” tandasnya.
Diketahui, rangkaian kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat terdiri dari kegiatan Pekan Ibu Hamil Sehat dan Deklarasi Ibu Hamil Sehat.
Pelaksanaan Pekan ibu hamil sehat dilaksana pada tanggal 14 – 20 Desember 2022 dan di laksanakan di Semua Fasilitas Kesehatan baik pemerintah dan swasta serta fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas, Klinik, PMB) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan serta tempat pelayanan publik di 10 pasar yang ada di Kota Tangerang Selatan (Pasar Delapan Alam Sutera, Pasar Segar Graha Raya, Pasar Modern Bintaro, Pasar Modern BSD, Pasar Jombang, Pasar Ciputat, Pasar Serpong, Pasar Rengas, Pasar Bukit Benda Baru, dan pasar ceger). Jumlah ibu hamil yang di periksa selama pekan ibu hamil sehat di fasilitas kesehatan sejumlah 2.435 ibu hamil dan di sepuluh pasar sejumlah 501 ibu hamil. (RAY)















Discussion about this post