• Tentang Kami
  • Contact
Sabtu, 2 Mei 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Crouzon Syndrome, Kelainan Rangka Tengkorak yang Membuat Bentuk Kepala Bayi Tidak Normal

Oleh: wartatangerang.com
Sabtu, 8 September 2018 / 23:43 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Tiga bulan pertama kehamilan adalah masa yang paling penting untuk perkembangan janin dalam kandungan. Di sisi lain, di masa-masa ini jugalah jabang bayi paling rentan terhadap risiko cacat lahir. Crouzon syndrome adalah salah satu bentuk cacat lahir yang mungkin terjadi, ditandai dengan kelainan bentuk tulang tengkorak bayi. Apa penyebab dan gejala dari Crouzon syndrome? Simak ulasannya di sini.

READ ALSO

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Glow & Stay Retreat, Promo Menginap Sekaligus Perawatan Diri di Santika Premiere Bintaro

Crouzon syndrome adalah bentuk kelainan tengkorak dari craniosynostosis

Crouzon syndrome adalah cacat lahir bawaan langka. Kondisi ini disebabkan oleh tulang tengkorak yang menyatu sebelum waktunya. Tulang tengkorak bukanlah satu rangka utuh, melainkan gabungan dari tujuh lempeng tulang berbeda yang satu sama lainnya dihubungkan oleh jaringan lentur bernama sutura.

Seharusnya, tulang tengkorak bisa mengembang perlahan mengikuti bertambanya volume otak bayi selama dalam kandungan. Kemudian seiring berjalannya waktu sutura akan mengeras dan akhirnya menutup untuk menyatukan ketujuh lempeng tulang menjadi tulang tengkorak yang utuh.

Jika ada satu atau beberapa jaringan sutura yang menutup lebih cepat dari seharusnya, akibatnya otak bayi tidak bisa berkembang maksimal karena terhambat oleh tulang tengkorak yang terlanjur menyatu. Sindrom ini mengakibatkan bentuk tengkorak kepala dan rangka wajah jadi cacat.

Crouzon syndrome adalah tanda dari craniosynostosis. Crouzon syndrome memengaruhi sekitar 5 persen dari semua bayi yang terlahir dengan craniosynostosis. Sindrom ini dapat mulai tampak dalam beberapa bulan pertama usia bayi dan terus berkembang sampai usia dua atau tiga tahun.

Apa saja gejala Crouzon syndrome?

 

sumber: Medical News Today

Gejala dari Crouzon syndrome bisa berbeda-beda setiap anak. Namun umumnya, berikut beberapa gejala atau tanda yang paling mungkin muncul:

  • Bentuk wajah yang tidak biasa.
  • Wajah tengah dangkal, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Dahi tinggi.
  • Mata lebar dan menonjol.
  • Rongga mata yang dangkal, yang dapat menyebabkan masalah penglihatan.
  • Mata juling (strabismus).
  • Hidung seperti paruh kecil.
  • Masalah gigi.
  • Posisi telinga rendah.
  • Gangguan pendengaran karena kemungkinan saluran telinga yang sempit

Gejala yang kurang umum dari Crouzon syndrome adalah bibir sumbing.

Bentuk tulang tengkorak yang tidak proporsional bisa menimbulkan sakit kepala berkepanjangan, gangguan penglihatan, serta masalah psikologis di kemudian hari.

Penyebab Crouzon syndrome

Sindrom Crouzon disebabkan oleh mutasi atau perubahan pada salah satu dari empat gen FGFR. Biasanya ini memengaruhi gen FGFR2 dan FGFR3  (lebih jarang terjadi).

Gen membawa pesan untuk membuat protein yang berfungsi untuk mengatur fungsi tubuh. Mutasi gen dapat memengaruhi fungsi apa pun yang dimiliki oleh protein tertentu.

Saat bayi berkembang di dalam rahim, protein FGFR 2 memberi sinyal sel-sel tulang untuk mulai terbentuk. Mutasi gen ini akan meningkatkan kekuatan sinyalnya secara berlebihan sehingga menyebabkan tengkorak bayi menjadi menyatu terlalu cepat.

Bayi hanya perlu mewarisi satu salinan mutasi gen dari salah satu orang tua untuk bisa mengalami Crouzon syndrome. Jika Anda memiliki kondisi ini, masing-masing anak Anda berpeluang 50 persen untuk mewarisinya. Pola pewarisan ini disebut autosomal dominan.

Pada sekitar 25 hingga 50 persen orang dengan Crouzon syndrome, mutasi gen terjadi secara spontan. Artinya bayi tidak perlu terlahir dari orangtua dengan riwayat Crouzon syndrome untuk bisa memiliki kondisi ini.

Perawatan yang tepat untuk Crouzon syndrome

Kasus Crouzon syndrome ringan mungkin tidak perlu diobati. Namun, anak yang memiliki gejala lebih parah perlu mengunjungi spesialis kraniofasial, dokter yang mengkhususkan diri pada perawatan kelainan tengkorak dan wajah neonatal.

Dalam kasus yang lebih parah, dokter dapat melakukan operasi untuk membuka sutura dan memberi ruang pada otak untuk tumbuh. Setelah operasi, anak Anda harus mengenakan helm khusus selama beberapa bulan untuk membentuk kembali tengkoraknya.

Operasi juga bisa dilakukan untuk:

  • Mengurangi tekanan di dalam tengkorak.
  • Memperbaiki bibir sumbing.
  • Memperbaiki rahang yang salah.
  • Meluruskan gigi bengkok.
  • Memperbaiki masalah mata.

Selain itu, anak dengan masalah pendengaran bisa memakai alat bantu dengar untuk memperkuat suara. Anak-anak dengan kondisi ini mungkin juga memerlukan terapi bicara dan bahasa.

Selain perawatan bedah, anak dengan Crouzon syndrome dan keluarganya dapat melakukan konseling genetik untuk mendapatkan dukungan. Terapi-terapi ini sering membantu untuk mengatasi efek psikologis dengan kondisi genetik.

The post Crouzon Syndrome, Kelainan Rangka Tengkorak yang Membuat Bentuk Kepala Bayi Tidak Normal appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

5 Penyakit Kelamin Paling Berbahaya yang Patut Diwaspadai

Next Post

Ada Potensi 3,6 Juta Barel ‘Dead Stock’ di Fasilitas Produksi Migas yang Tidak Termanfaatkan

Related Posts

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong
Gaya Hidup

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Oleh: Rizki
Kamis, 30 April 2026 / 09:12 WIB
Rayakan HUT Ke-40, Santika Indonesia Bertabur Hadiah
Gaya Hidup

Glow & Stay Retreat, Promo Menginap Sekaligus Perawatan Diri di Santika Premiere Bintaro

Oleh: Rizki
Rabu, 29 April 2026 / 19:57 WIB
Rayakan Hari Kartini, Hotel Santika Premiere Bintaro Sukses Gelar Mini Padel Tournament 2026
Gaya Hidup

Rayakan Hari Kartini, Hotel Santika Premiere Bintaro Sukses Gelar Mini Padel Tournament 2026

Oleh: Rizki
Selasa, 28 April 2026 / 12:12 WIB
Atria Hotel Sajikan Konsep Pernikahan Tradisional Modern dalam Satu Event
Gaya Hidup

Atria Hotel Sajikan Konsep Pernikahan Tradisional Modern dalam Satu Event

Oleh: Rizki
Senin, 27 April 2026 / 11:23 WIB
Slub Cafe Jadi Spot Nongkrong Baru, Harga Mulai Rp20 Ribu
Gaya Hidup

Slub Cafe Jadi Spot Nongkrong Baru, Harga Mulai Rp20 Ribu

Oleh: Rizki
Minggu, 26 April 2026 / 05:42 WIB
Restoran WUJI Buka di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Puluhan Menu Khas Kanton
Gaya Hidup

Restoran WUJI Buka di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Puluhan Menu Khas Kanton

Oleh: Rizki
Kamis, 23 April 2026 / 17:00 WIB
Next Post
Ada Potensi 3,6 Juta Barel ‘Dead Stock’ di Fasilitas Produksi Migas yang Tidak Termanfaatkan

Ada Potensi 3,6 Juta Barel ‘Dead Stock’ di Fasilitas Produksi Migas yang Tidak Termanfaatkan

Discussion about this post












WARTA TERKINI

Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/26 Pekan Perdana, Sabtu 9 Agustus

Dihempaskan Persib, Bhayangkara Presisi Lampung Tumbangkan Dikandang

Kamis, 30 April 2026 / 21:19 WIB
Upacara HUT Damkar dan Satpol PP, Sachrudin Soroti Peran Mitigasi Bencana

Upacara HUT Damkar dan Satpol PP, Sachrudin Soroti Peran Mitigasi Bencana

Kamis, 30 April 2026 / 20:45 WIB
Bupati Tangerang Pimpin Apel Pasukan Pengamanan May Day

Bupati Tangerang Pimpin Apel Pasukan Pengamanan May Day

Kamis, 30 April 2026 / 20:38 WIB
Ungkapan Perasaan Aleksa Andrejic Jadi Pahlawan saat Persita Comeback Kalahkan Persijap

Gol Cepat Aleksa Andrejic Bawa Persita Tundukkan PSIM 1-0 di Bantul

Kamis, 30 April 2026 / 17:58 WIB
Rayakan HUT Jakarta, Ascott Hadirkan Promo Staycation Mulai Rp499 Ribu

Rayakan HUT Jakarta, Ascott Hadirkan Promo Staycation Mulai Rp499 Ribu

Kamis, 30 April 2026 / 17:31 WIB
Destinasi Eduwisata, KWT Binaan Indah Kiat Tangerang Dikunjungi Anak TK

Destinasi Eduwisata, KWT Binaan Indah Kiat Tangerang Dikunjungi Anak TK

Kamis, 30 April 2026 / 17:21 WIB
Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Kamis, 30 April 2026 / 09:12 WIB
SANF Perkenalkan Audiobook untuk Penyandang Disabilitas

SANF Perkenalkan Audiobook untuk Penyandang Disabilitas

Rabu, 29 April 2026 / 21:29 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang