TANGERANG, WT – Cisadane Digital Festival (CDF) 2025 resmi berakhir pada Minggu, (16/11/2025) dengan torehan capaian membanggakan. Selama lima hari berlangsung, festival unggulan Pemerintah Kota Tangerang tersebut berhasil menarik 68 ribu pengunjung dan mencatatkan perputaran ekonomi mencapai Rp4,6 miliar.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan CDF tahun ini. “Saya berterima kasih dan mengapresiasi jajaran Disbudpar, Diskominfo, serta OPD lainnya yang telah berkolaborasi. Sinergi ini menjadi modal penting untuk penyelenggaraan event berikutnya,” ungkapnya.
Maryono juga menegaskan bahwa CDF memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat. “Selama lima hari penyelenggaraan, perputaran ekonomi mencapai Rp4,17 miliar. Alhamdulillah, antusias masyarakat, termasuk dari luar daerah, sangat tinggi,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, menambahkan bahwa berdasarkan data panitia, dampak ekonomi bahkan mencapai lebih dari Rp4 miliar. “Perputaran uang selama festival tercatat di atas Rp4 miliar. Jumlah pengunjung pun meningkat dari tahun sebelumnya dan tahun ini mencapai 68 ribu orang,” jelasnya.
Boyke berharap CDF dapat terus berkembang menjadi agenda nasional. “Mudah-mudahan tahun depan festival ini kembali digelar, dan kami berharap CDF bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara di Kemenparekraf. Ini merupakan program unggulan Pemkot Tangerang yang juga mendapat dukungan Dinas Pariwisata Provinsi Banten,” tambahnya.
Penutupan festival juga diramaikan dengan pengumuman pemenang berbagai kompetisi, seperti Lomba Logo HUT Kota Tangerang, Lomba Foto Rally, hingga Lomba Explore. Taufik Nugraha, pemenang Lomba Logo asal Bandung, mengaku bangga atas karyanya yang terpilih. “Tidak menyangka logo saya menang. Saya mengangkat Sungai Cisadane sebagai inspirasi karena memiliki nilai sejarah bagi Kota Tangerang,” tuturnya.
Sementara itu, Herianus, juara Lomba Foto Rally asal Jakarta Barat, mengaku terkejut saat diumumkan sebagai pemenang. “Kaget banget, tiba-tiba ada pesan masuk memberi tahu saya menang. Saya bahkan belum tahu foto mana yang terpilih,” ujarnya sambil tertawa. Foto karyanya menampilkan momen anak kecil dicukur dengan konsep “bayar seikhlasnya”, yang menurutnya menggambarkan kehangatan warga bantaran Cisadane. (ADV)















Discussion about this post