• Tentang Kami
  • Contact
Sabtu, 2 Mei 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Berbagai Risiko Masalah Kesehatan yang Dihadapi Pekerja Shift Malam

Oleh: wartatangerang.com
Sabtu, 8 September 2018 / 18:38 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Kebanyakan pekerja kantoran diwajibkan untuk bekerja dari pagi sampai sore. Di sisi lain, beberapa profesi mungkin menuntut pekerjanya untuk memiliki jam kerja yang terbalik dari malam hingga pagi. Misalnya saja dokter dan perawat jaga UGD, pilot dan pramugari, atau pramuniaga toko dan restoran 24 jam. Setuju kerja shift malam artinya Anda harus mau dan bisa tetap terjaga sepanjang malam. Selain itu, jadwal kerja shift juga sering dikaitkan dengan risiko masalah kesehatan serius.

READ ALSO

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Glow & Stay Retreat, Promo Menginap Sekaligus Perawatan Diri di Santika Premiere Bintaro

Mengapa kerja shift malam meningkatkan risiko penyakit?

Kerja shift malam tentu akan mengubah rutinitas Anda. Yang seharusnya jadi waktu bagi Anda beristirahat dan tidur, justru Anda pergunakan untuk bekerja dan bahkan makan. Sebaliknya, di waktu saat tubuh seharusnya melakukan aktivitas penting seperti bergerak dan mencerna, Anda malah tidur.

Lama-lama rutinitas seperti ini akan membuat jam biologis tubuh jadi berantakan. Jam biologis atau jam sirkadian bekerja mengikuti segala perubahan aktivitas fisik, mental, dan perilaku manusia dalam siklus 24 jam. Jam biologis seseorang menentukan siklus tidur, produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi tubuh vital lainnya.

Jam sirkadian juga berperan mengatur kapan tubuh harus memproduksi sel-sel baru dan memperbaiki DNA yang rusak. Semua efek perubahan jam biologis ini tentu ikut mengubah metabolisme tubuh. Anda jadi lebih sulit tidurn nyenyak (insomnia), sering kelelahan yang tampaknya tidak pulih-pulih, hingga masalah kesehatan lainnya seperti gangguan pencernaan mulai dari sakit perut, mual, diare, sembelit, dan nyeri ulu hati, hingga risiko cedera dan kecelakaan. Pada akhirnya, kerja shift malam dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas kerja.

Dampak kesehatan jangka panjang dari shift kerja malam

Dilansir dari WebMD, ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkapkan bahwa gangguan ritme sirkadian dapat mengganggu dua gen supresor tumor yang memicu perkembangan penyakit kronis, seperti kanker.

efek kerja shift malam

Peneliti telah menemukan hubungan yang menarik antara pekerja shift dan peningkatan risiko kondisi kesehatan yang serius.

Penyakit kardiovaskular

Sebuah studi ulasan dari berbagai penelitian menemukan bahwa risiko penyakit kardiovaskular pada pekerja shift malam tampak meningkat hingga 40 persen.

Risikonya akan semakin bertambah jika jam terbang Anda makin lama. Risiko stroke meningkat setelah seseorang melakukan kerja shift selama 15 tahun. Satu penelitian menemukan bahwa risiko stroke meningkat lima persen setiap 1 tahun tambahan dari bekerja shift.

Diabetes dan gangguan metabolik

Kerja shift menjadi faktor risiko dari diabetes. Salah satu penelitian menemukan bahwa pekerja shift memiliki risiko 50 persen lebih tinggi mengalami diabetes daripada pekerja harian. Risiko ini terjadi pada mereka yang bekerja shift selama 16 jam.

Kerja shift juga dihubungkan dengan ganguan metabolik, kombinasi masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, obesitas, dan kadar kolesterol tinggi. Ini adalah faktor risiko untuk diabetes, serangan jantung, dan stroke. Risiko gangguan metabolik lebih tiga kali pada orang yang bekerja shift malam.

Obesitas

Ada beberapa kemungkinan alasan untuk hubungan antara obesitas dan kerja shift. Diet yang buruk dan kurang olahraga mungkin menjadi penyebabnya. Keseimbangan hormon tampaknya juga mengambil peran.

Hormon leptin yang mengatur nafsu makan, sehingga membuat Anda merasa kenyang. Karena kerja shift tampaknya menurunkan tingkat leptin, sehingga pekerja shift sering merasa lapar. Akibatnya Anda makan lebih banyak daripada pekerja harian.

Depresi dan gangguan suasana hati

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa pekerja shift lebih cenderung mengalami gejala depresi dan gangguan suasana hati lainnya.

Bekerja shift juga dapat memengaruhi kimia otak secara langsung. Satu penelitian melaporkan bahwa saat dibandingkan dengan pekerja harian, pekerja malam memiliki tingkat serotonin yang lebih rendah, zat kimia otak yang berperan dalam mengatur suasana hati.

Gangguan kesuburan dan kehamilan

Bekerja shift dapat memengaruhi sistem reproduksi wanita. Satu penelitian mengamati pramugari, yang biasanya bekerja dalam shift. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pramugari yang bekerja shift lebih mungkin mengalami keguguran dibandingkan dengan pramugari yang bekerja dalam waktu normal.

Bekerja shift tampaknya terkait dengan peningkatan risiko komplikasi selama persalinan, bayi prematur dan bayi lahir berat badan rendah, masalah kesuburan, endometriosis, menstruasi tidak teratur, dan menstruasi yang menyakitkan.

Kanker

Ada beberapa bukti, baik dari penelitian manusia dan hewan, bahwa kerja shift menimbulkan peningkatan risiko kanker.

Dua analisis data dari berbagai penelitian menemukan bahwa kerja malam meningkatkan risiko kanker payudara hingga 50 persen. Shift kerja di pesawat terbang, seperti pilot dan pramugari, meningkatkan risiko hingga 70 persen.

Selain itu, kerja shift juga dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dan prostat. Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker naik hanya setelah bertahun-tahun bekerja dalam shift, mungkin selama 20 tahun.

The post Berbagai Risiko Masalah Kesehatan yang Dihadapi Pekerja Shift Malam appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Yuk, Coba Rutin Berendam Air Panas yang Terbukti Baik Bagi Jantung

Next Post

Sindrom Noonan, Kelainan Langka yang Membuat Anak Berperawakan Pendek dan Terlambat Puber

Related Posts

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong
Gaya Hidup

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Oleh: Rizki
Kamis, 30 April 2026 / 09:12 WIB
Rayakan HUT Ke-40, Santika Indonesia Bertabur Hadiah
Gaya Hidup

Glow & Stay Retreat, Promo Menginap Sekaligus Perawatan Diri di Santika Premiere Bintaro

Oleh: Rizki
Rabu, 29 April 2026 / 19:57 WIB
Rayakan Hari Kartini, Hotel Santika Premiere Bintaro Sukses Gelar Mini Padel Tournament 2026
Gaya Hidup

Rayakan Hari Kartini, Hotel Santika Premiere Bintaro Sukses Gelar Mini Padel Tournament 2026

Oleh: Rizki
Selasa, 28 April 2026 / 12:12 WIB
Atria Hotel Sajikan Konsep Pernikahan Tradisional Modern dalam Satu Event
Gaya Hidup

Atria Hotel Sajikan Konsep Pernikahan Tradisional Modern dalam Satu Event

Oleh: Rizki
Senin, 27 April 2026 / 11:23 WIB
Slub Cafe Jadi Spot Nongkrong Baru, Harga Mulai Rp20 Ribu
Gaya Hidup

Slub Cafe Jadi Spot Nongkrong Baru, Harga Mulai Rp20 Ribu

Oleh: Rizki
Minggu, 26 April 2026 / 05:42 WIB
Restoran WUJI Buka di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Puluhan Menu Khas Kanton
Gaya Hidup

Restoran WUJI Buka di Hampton Square Gading Serpong, Sajikan Puluhan Menu Khas Kanton

Oleh: Rizki
Kamis, 23 April 2026 / 17:00 WIB
Next Post
Sindrom Noonan, Kelainan Langka yang Membuat Anak Berperawakan Pendek dan Terlambat Puber

Sindrom Noonan, Kelainan Langka yang Membuat Anak Berperawakan Pendek dan Terlambat Puber

Discussion about this post












WARTA TERKINI

Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/26 Pekan Perdana, Sabtu 9 Agustus

Dihempaskan Persib, Bhayangkara Presisi Lampung Tumbangkan Dikandang

Kamis, 30 April 2026 / 21:19 WIB
Upacara HUT Damkar dan Satpol PP, Sachrudin Soroti Peran Mitigasi Bencana

Upacara HUT Damkar dan Satpol PP, Sachrudin Soroti Peran Mitigasi Bencana

Kamis, 30 April 2026 / 20:45 WIB
Bupati Tangerang Pimpin Apel Pasukan Pengamanan May Day

Bupati Tangerang Pimpin Apel Pasukan Pengamanan May Day

Kamis, 30 April 2026 / 20:38 WIB
Ungkapan Perasaan Aleksa Andrejic Jadi Pahlawan saat Persita Comeback Kalahkan Persijap

Gol Cepat Aleksa Andrejic Bawa Persita Tundukkan PSIM 1-0 di Bantul

Kamis, 30 April 2026 / 17:58 WIB
Rayakan HUT Jakarta, Ascott Hadirkan Promo Staycation Mulai Rp499 Ribu

Rayakan HUT Jakarta, Ascott Hadirkan Promo Staycation Mulai Rp499 Ribu

Kamis, 30 April 2026 / 17:31 WIB
Destinasi Eduwisata, KWT Binaan Indah Kiat Tangerang Dikunjungi Anak TK

Destinasi Eduwisata, KWT Binaan Indah Kiat Tangerang Dikunjungi Anak TK

Kamis, 30 April 2026 / 17:21 WIB
Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Meriah! 40 Peserta Ramaikan Fashion Show Kartini di Atria Gading Serpong

Kamis, 30 April 2026 / 09:12 WIB
SANF Perkenalkan Audiobook untuk Penyandang Disabilitas

SANF Perkenalkan Audiobook untuk Penyandang Disabilitas

Rabu, 29 April 2026 / 21:29 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang