WARTA TANGERANG – Tingkat resiko kesehatan gigi bagi para perokok aktif, dikupas tuntas di webinar yang digelar oleh Klinik SehatQ, pada Jumat (14/1/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Klinik SehatQ yang merupakan bagian dari SehatQ sebagai aplikasi kesehatan yang merupakan klinik offline penyedia beberapa layanan kesehatan seperti medical check up mendapat antusias luar biasa.
Head of Marketing Klinik SehatQ, Yuhelmis Sienifa dan drg. Olga Erauly Hutabarat yang menjadi narasumber terus mendapat pertanyaan mengenai kesehatan gigi para perokok.
Menurut drg Olga Erauly Hutabarat, perokok aktif lebih rentan mengalami masalah mulut dan gigi dibandingkan orang yang tidak merokok. Beberapa masalah yang umum terjadi adalah bau napas tak sedap, gigi berwarna kuning, dan gigi copot.
“Penyebab utama masalah gigi dan mulut pada perokok aktif adalah nikotin, tembakau, dan tar. Pasalnya, ketiga zat ini dapat mengubah warna gigi menjadi kekuningan atau kecokelatan dalam jangka waktu yang cepat,” ujar Olga.
Kemudian ia menambahkan, risiko merokok bagi kesehatan mulut bukan hanya warna gigi, zat-zat yang terkandung dalam rokok juga bisa meninggalkan plak yang menjadi tempat tinggal bakteri.
“Plak tersebut dapat menyebabkan gangguan pada gusi dan membuat gigi mudah copot. Perokok aktif juga memiliki risiko mengalami kanker mulut lebih besar,” ungkapnya.
Dirinya pun memberikan tips untuk menjaga kesehatan gigi bagi para perokok aktif. Diantaranya adalah rajin menyikat gigi setiap hari sebanyak dua kali sekali. Menggunakan pasta gigi yang mengandung bahan seperti baking soda, arang aktif, hidrogen peroksida, atau minyak kelapa dapat membantu mengurangi warna kuning pada gigi.
Di samping cara merawat gigi tersebut, ia menyarankan para perokok sebaiknya untuk berhenti merokok karena hal tersebut akan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut secara signifikan.
Sementara itu, Head of Marketing Klinik SehatQ, Yuhelmis Sienifa menambahkan, perokok aktif rentan mengalami masalah gigi dan mulut, tentu para perokok juga harus mengetahui cara merawat kesehatan gigi dan mulut mereka.
“Normalnya kondisi kesehatan mulut dan gigi akan berkurang seiring bertambahnya usia. Ini sebabnya kita melihat gigi copot pada lansia. Namun masalah seperti ini bisa terjadi lebih cepat bagi para perokok aktif,” imbuhnya.
Sedangkan, untuk napas tak sedap, dokter menyarankan perokok untuk sering minum air agar mencegah gusi kering, mengunyah permen karet bebas gula, dan juga mengatur jadwal untuk membersihkan gigi dari plak. Sebagai tambahan, tahun ini Klinik SehatQ juga akan hadir di Dumai pada Maret 2022 dan Karawang pada Juni 2022. (PHD)
Discussion about this post