TANGERANG, WT – Pembangunan akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25 kini memasuki tahap akhir dan diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan kawasan koridor barat Jakarta, khususnya Paramount Petals, Curug, dan sekitarnya. Sejak groundbreaking pada pertengahan Juli 2024, minat masyarakat untuk tinggal, berbisnis, hingga berinvestasi di kawasan tersebut terus meningkat.
Kehadiran akses tol strategis ini dinilai menjadi katalis penting dalam pengembangan Paramount Petals sebagai kota mandiri yang terintegrasi dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen jangka panjang Paramount Land dalam menghadirkan kawasan hunian dan bisnis berorientasi masa depan.
Optimisme pasar juga mencatat kenaikan harga properti signifikan di kawasan penyangga ibu kota yang dilintasi jaringan tol. Tren tersebut menunjukkan pergeseran preferensi pembeli, terutama generasi muda, yang semakin mengutamakan aksesibilitas, konektivitas, dan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menyampaikan akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25 diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Mulai dari membuka akses baru menuju Paramount Petals dan Bitung, hingga membantu mengurai kepadatan lalu lintas di arteri Bitung sebesar 10–15 persen atau sekitar 19–20 ribu kendaraan per hari.
“Akses tol eksklusif ini juga memperkuat posisi Paramount Petals sebagai kota mandiri dengan potensi investasi yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek tersebut berjalan sesuai jadwal dan telah memasuki tahap penyelesaian fisik. Tahapan berikutnya adalah Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO), sebelum uji coba operasional yang direncanakan berlangsung pada akhir kuartal pertama 2026. Akses tol ini akan melayani arus kendaraan dari dan menuju Jakarta, Jalan Pasir Randu, serta kawasan Paramount Petals.
Secara paralel, Paramount Land juga menyelesaikan pembangunan jalan boulevard yang menghubungkan pintu tol dengan seluruh area Paramount Petals, termasuk kawasan selatan. Konektivitas ini diharapkan mempermudah mobilitas menuju Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, dan berbagai pusat aktivitas lainnya.
Sementara itu, Direktur Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu, menjelaskan bahwa Paramount Petals dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 400 hektare. Hingga kini, lebih dari 1.100 unit hunian dan area komersial telah dibangun, dengan lebih dari 900 unit diserahterimakan dan 552 kepala keluarga menghuni klaster Aster, Canna, dan Gardenia.
Klaster Lily yang berjarak sekitar 4,5 kilometer dari pintu tol saat ini tengah dibangun. Di sisi komersial, Calico Square telah beroperasi dan diikuti pengembangan Calico Grande, Gardenia Square, serta area komersial terbaru Indica Grande yang resmi diperkenalkan pada November 2025.
Menurut Henry, pengembangan Paramount Petals sejak awal memprioritaskan infrastruktur dasar seperti air bersih, listrik, sanitasi, drainase, hingga transportasi dan telekomunikasi. Strategi ini tidak hanya meningkatkan nilai kawasan, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dengan hadirnya akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25, konektivitas kawasan semakin kuat, daya tarik investasi meningkat, dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat berlangsung lebih cepat,” pungkasnya. (RIZ)
















Discussion about this post