TANGERANG, WT – Komitmen memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan Kelulusan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C Tahun Ajaran 2025–2026 yang diselenggarakan PKBM Insan Mandiri Cisauk bersama KPP School (Komunitas Pemuda Perum). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PKBM Insan Mandiri, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, dan menjadi bukti bahwa program pendidikan gratis yang digagas untuk membantu masyarakat benar-benar berjalan hingga menghasilkan lulusan.
Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal, termasuk anak putus sekolah dan warga yang ingin melanjutkan pendidikannya melalui jalur kesetaraan. Keberhasilan peserta didik menyelesaikan pendidikan hingga tahap kelulusan dinilai menjadi bukti nyata bahwa pendidikan alternatif dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal.
Acara pelepasan lulusan dihadiri Camat Cisauk Hendarto, Ketua Yayasan Arpan Muhabbin Cisauk sekaligus perwakilan PKBM Insan Mandiri Ahmad Fikri Sugandi, Ketua PKBM Insan Mandiri, Penilik Pendidikan Nonformal Kecamatan Cisauk Masum, Kepala Desa Suradita, Kepala Desa Cibogo, Ketua GP Ansor Kecamatan Cisauk Munajat, para ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen warga lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Penilik Pendidikan Nonformal Kecamatan Cisauk Masum mengungkapkan bahwa persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi tantangan besar di wilayahnya. Berdasarkan data Verval ATS Kemendikdasmen, saat ini terdapat 944 anak yang belum bersekolah di Kecamatan Cisauk. Jumlah tersebut tersebar di enam wilayah, yakni Suradita sebanyak 216 anak, Cisauk 192 anak, Dangdang 175 anak, Mekarwangi 152 anak, Cibogo 131 anak, dan Sampora 78 anak.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa upaya memperluas akses pendidikan masih harus terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Ia berharap pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan seluruh warga dapat bersinergi agar tidak ada lagi anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan yang layak.
Ketua KPP, Gagah Tri Saputra, menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan gratis ini menjadi bukti komitmen komunitas pemuda dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia menilai angka ATS yang masih cukup tinggi menjadi alasan kuat untuk terus mengembangkan program pendidikan bersama PKBM Insan Mandiri dan memperluas kolaborasi dengan pemerintah desa serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Gagah, keberadaan ratusan anak yang belum bersekolah bukan sekadar angka statistik, melainkan persoalan masa depan yang harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi warga yang membutuhkan.
Ia juga menegaskan bahwa KPP merupakan komunitas yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. KPP, kata dia, ingin dikenal melalui kontribusi nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pendamping hukum paralegal Tim Hukum Muslim, Syam Kelana Aas. Ia menilai pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mandiri dan memiliki daya saing. Oleh karena itu, program pendidikan gratis yang telah berjalan baik perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.
Sementara itu, Camat Cisauk Hendarto memberikan apresiasi kepada PKBM Insan Mandiri atas dedikasinya dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Menurutnya, keberadaan PKBM memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan kedua bagi warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Hendarto juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan pendidikan masyarakat sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah. Ia menilai investasi di bidang pendidikan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan daerah maupun bangsa.
Ketua Yayasan Arpan Muhabbin Cisauk sekaligus perwakilan PKBM Insan Mandiri, Ahmad Fikri Sugandi, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program yang telah membantu masyarakat menyelesaikan pendidikan mereka. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Meski demikian, Ahmad berharap dukungan terhadap pembangunan sarana pendidikan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, berbagai fasilitas yang dibangun di PKBM ditujukan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat dan generasi mendatang.
Kelulusan peserta Program Paket A, Paket B, dan Paket C Tahun Ajaran 2025–2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara PKBM Insan Mandiri dan KPP School tidak hanya bersifat seremonial, melainkan merupakan gerakan sosial yang berkelanjutan. Melalui pendidikan gratis dan berbagai program pemberdayaan, kedua lembaga berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan belajar serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dengan masih adanya 944 Anak Tidak Sekolah di Kecamatan Cisauk, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. (RIK)
















Discussion about this post