TANGERANG, WT – Langkah progresif dalam digitalisasi medis kembali ditunjukkan oleh Bethsaida Hospital Gading Serpong. Guna menjawab kebutuhan diagnosis yang presisi pada kasus-kasus penyakit kompleks, rumah sakit ini resmi memperkenalkan inovasi fasilitas diagnostik mutakhir berupa sistem pemindaian MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA™ Hero yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Kehadiran teknologi mutakhir besutan GE HealthCare ini menempatkan Bethsaida Hospital di lini terdepan penyedia layanan kesehatan modern. Alat ini dirancang khusus untuk mempercepat penegakan diagnosis pada penyakit kritis seperti gangguan saraf (stroke dan tumor otak), penyakit jantung, ortopedi (cedera tulang dan sendi), hingga onkologi (kanker).
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengungkapkan bahwa peluncuran MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero ini merupakan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar tinggi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat Tangerang dan sekitarnya.
“Kami terus memperkuat fasilitas medis melalui pemanfaatan teknologi diagnostik terkini yang mendukung ketepatan, kecepatan, serta keselamatan pasien. Kehadiran MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero ini semakin memperkuat layanan kami dalam menangani kasus-kasus kompleks yang membutuhkan pencitraan medis dengan tingkat akurasi tinggi,” ujar dr. Margareth saat konperensi pers pada Rabu, (21/5/2026).
Solusi Nyaman untuk Pasien Klaustrofobia
Selain menawarkan keunggulan klinis yang luar biasa, inovasi ini juga menjadi jawaban atas tantangan kecemasan atau rasa panik (klaustrofobia) yang kerap dialami pasien saat menjalani prosedur MRI. Alat ini dilengkapi dengan desain bore (lubang pemindaian) yang lebih luas berdiameter 70 cm, sehingga memberikan ruang yang lebih lega dan nyaman bagi pasien.
Dari sisi performa, MRI 3 Tesla ini diperkuat teknologi berbasis AI melalui AIR™ Recon DL dan Sonic DL™. Keunggulan fitur ini mampu memangkas waktu pemeriksaan secara signifikan sekaligus menghasilkan visualisasi organ tubuh yang jauh lebih detail, termasuk untuk organ dengan pergerakan tinggi seperti jantung.
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp. Rad., menjelaskan bahwa perpaduan teknologi magnet berkekuatan tinggi dan kecerdasan buatan ini sangat membantu dokter klinisi dalam menentukan langkah penanganan pasien secara cepat dan tepat.
“Pada bidang saraf, teknologi ini mampu mengevaluasi kondisi stroke, saraf terjepit, hingga kelainan tulang belakang. Sementara pada bidang jantung, alat ini efektif menilai struktur, fungsi, hingga bekas serangan jantung. Begitu pula di bidang ortopedi, kondisi cedera olahraga, robekan ligamen, dan nyeri sendi dapat divisualisasikan dengan sangat detail,” jelas dr. Steven.
Perkuat Ekosistem Kesehatan, Kurangi Berobat ke Luar Negeri
Investasi berkelanjutan pada teknologi medis tingkat tinggi ini diharapkan dapat memperkokoh ekosistem kerja di bawah naungan Bethsaida Healthcare, yang mencakup Bethsaida Hospital Gading Serpong, Bethsaida Hospital Serang, Bethsaida Clinic, dan Seraphim Medical Center.
Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, menegaskan bahwa manajemen berkomitmen penuh memfasilitasi para dokter spesialis dengan instrumen terbaik demi keselamatan pasien (patient safety). Hasil visualisasi yang akurat akan mempermudah kolaborasi interdisiplin dokter dalam menyusun rencana terapi yang paling efektif. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan diagnostik premium.
Apresiasi tinggi juga datang dari CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo. Menurutnya, langkah Bethsaida Hospital dalam mengadopsi SIGNA™ Hero menunjukkan kepedulian yang besar terhadap peningkatan kualitas layanan radiologi di Indonesia.
“Sistem ini dilengkapi teknologi AI seperti Sonic DL dan AIR Recon DL yang mampu meningkatkan kualitas gambar hingga 60% lebih tajam dibandingkan teknologi konvensional, sekaligus mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50%,” pungkas Kriswanto. (RIZ)
















Discussion about this post