TANGERANG, WT – Program Sekolah Gratis untuk masyarakat putus sekolah yang digagas Komunitas Pemuda Perum (KPP) bersama PKBM Insan Mandiri menunjukkan komitmen nyatanya hanya sepekan setelah diluncurkan. Di sela gelaran Cisauk Youth Fest Vol. 2, perwakilan KPP hadir langsung untuk menyerahkan berkas resmi calon peserta didik kepada PKBM Insan Mandiri sebagai bukti bahwa program ini berjalan nyata di lapangan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
KPP menegaskan kesungguhan program ini dengan mendatangi posko PKBM di tengah keramaian acara festival pemuda. Ketua KPP, Gagah Tri Saputra, menyebut berkas yang dibawa merupakan simbol harapan warga yang ingin kembali menempuh pendidikan. “Saya ingin memastikan janji pendidikan gratis benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung,” katanya pada Sabtu, 30 November 2025.
Sejak pembukaan program, pendataan dilakukan secara cepat melalui kunjungan langsung ke rumah warga di wilayah Cisauk hingga Bogor. Dalam waktu sekitar satu pekan, lebih dari 20 berkas calon peserta didik terkumpul berkat kolaborasi kader wilayah, tokoh masyarakat, serta relawan pemuda. Dukungan juga datang dari Humas RW 04 Perumnas Suradita, yang menyatakan kesiapannya membantu proses pendataan warga yang membutuhkan.
Meski demikian, KPP tetap menghadapi sejumlah kendala administratif yang dialami warga, seperti dokumen kependudukan tidak lengkap atau ijazah yang hilang. Wakil Ketua KPP, Divon Delan Day, menjelaskan bahwa pihaknya tetap memprioritaskan warga dengan kesiapan dokumen paling memadai, sambil tetap memberi pendampingan bagi mereka yang mengalami hambatan. Sebanyak 20 berkas berhasil diserahkan ke PKBM untuk diproses sebagai tahap awal.
PKBM Insan Mandiri dan berbagai tokoh masyarakat turut terlibat dalam percepatan program, termasuk membantu penyelesaian dokumen warga dan memediasi komunikasi antarwilayah. Tokoh pemuda Syam Kelana Aas turut mendorong perluasan sosialisasi hingga ke wilayah Rumpin Bogor, dengan dukungan tokoh BPD yang siap turun tangan setelah proses sosialisasi di tingkat warga berlangsung.
KPP menegaskan bahwa gerakan pendidikan ini bukan program komersial maupun proyek pemerintah, melainkan bentuk pengabdian pemuda untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Program sekolah gratis ini tidak memungut biaya dan terbuka bagi warga dari berbagai daerah. Penyerahan berkas di Cisauk Youth Fest menandai langkah awal bahwa program nasional ini sudah berjalan dan mulai membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin kembali bersekolah. (RIK)



















Discussion about this post