TANGSEL-Sejak mewabahnya virus corona dan pemberlakukan isolasi diri di rumah berimbas pada bisnis kuliner di Kota Tangsel. Pelaku usaha kian hari kian merugi.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tangsel, Gusri Effendi menjelaskan, penurunan akibat Covid-19 penururan omset restoran hingga 30 persen.
“Jadi katakan dia bisa mendapat 100 persen, sekarang hanya mendapat 20 persen, bahkan ada yang sampai 0. Apalagi PAD terbesar di Tangsel itu ya dari hotel dan restotan,” kata Gusri, Senin, (23/3/2020).
Sementara Business Development Manager Corporate Bandar Djakarta Group, Shandra S Januar, mengatakan adanya pandemi virus corona membuat pihaknya mengalami penurunan jumlah tamu hampir 90 persen.
“Untuk penurunan jumlah tamu yang datang sampai 90 persen, tapi apapun yang terjadi kita antisipasi dan mencoba serta memaksimalkan supaya bisa support, seperti menjaga jarak dan kebersihan karyawan. Juga kami berikan himbauan untuk customer,” ujarnya.
Untuk menyiasati adanya penurunan jumlah pengunjung hingga 90 persen, karena adanya edaran sosial distancing. Bandar Djakarta melakukan jemput bola yakni delivery service.
“Kita juga mencoba support lanjutan pemerintah untuk tetap di rumah dengan menjemput bola membuat delivery service. Jadi ada makanan yang kita kembangkan dan langsung yaitu frozen food seafood yang sudah kita olah dan masukan dalam blast freezer sehingga akan membeku cepat. Sehingga konsumen yang akan makan di rmah akan lebih mudah hanya dengan memanaskannya saja,” tuturnya.
Sementara itu Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan, restoran Bandar Djakarta merupakan penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) paling tinggi.
“Bandar Djakarta ini menyumbang pajak yang signifikan. Kami ingin mensterilkan kawasan kuliner di Tangsel dengan cara penyemprotan disinfektan,” pungkasnya. (PHD)
























Discussion about this post