“Desa tersebut merupakan penyumpang angka kemiskinan terbanyak di wilayah ini,” kata Kepala Sub Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Kepemudaan, Bapeda Kabupaten Tangerang, Bukhari di Tangerang, Rabu.
Bukhari mengatakan ada lima desa yang masuk program itu adalah Desa Kohod dan Kiara Payung Kecamatan Pakuhaji, Desa Pangarengan (Rajeg), Desa Pangkalan (Teluknaga) serta Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo.
Program itu, katanya, bertujuan untuk membangun desa dan masyarakat agar lebih sejahtera dengan memperbaiki sarana maupun prasarana serta sumber daya manusia.
Masalah tersebut terkait angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang berdasarkan data Bapeda setempat tahun 2018 sebanyak 923.405 jiwa.
Namun penduduk miskin tersebut mendiami sebanyak 229.344 rumah tangga yang dominan di lima desa itu.
Dia menambahkan, bahwa angka kemiskinan itu perlu dilakukan validasi data agar akurat sehingga penangganan lebih maksimal.
Upaya yang dilakukan adalah menyediakan formulir untuk diisi bahwa menyangkut kategori miskin atau tidak, maka perlu input data dari tiap kecamatan.
Setiap aparat desa dan kecamatan yang masuk program tersebut supaya aktif melakukan pendataan dan pemantauan rutin agar tidak terjadi kesimpangsiuran angka kemiskinan.
Padahal data dari Kementerian Sosial bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang sebanyak tahun 2015 adalah 877.795 jiwa dan 229.344 rumah tangga, tapi tiga tahun berikutnya terus bertambah.
Dia mengatakan program tersebut dengan melakukan pendidikan terhadap anak-anak warga miskin, memperbaiki rumah mereka serta menyiapkan sarana dan prasarana sanitasi lingkungan.
Demikian pula program itu berupa meningkatkan pendapatan dengan cara pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan memberikan pelatihan mengenai usaha kecil dan mikro.
Bahkan penduduk juga diajarkan mengenai pertanian di lahan terbatas berupa tanaman holtikultura agar dapat dikonsumsi serta dijual ke pasar tradisional setempat.
















Discussion about this post