• Tentang Kami
  • Contact
Jumat, 6 November 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Penyakit Kuru, Penyakit Langka Karena Makan Otak Manusia

Oleh: wartatangerang.com
Rabu, 11 Juli 2018 / 21:47 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Jika selama ini Anda mungkin sudah biasa makan gulai otak sapi di rumah makan Padang, pernahkah penasaran untuk mencicip seperti apa rasa otak manusia? Untuk tahu jawabannya, Anda bisa saja bertanya pada orang-orang suku Fore di Papua Nugini.

Suku Fore generasi terdahulu pernah punya tradisi untuk memakan jasad orang yang baru saja meninggal di upacara pemakamannya. Tradisi kanibalisme ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang semasa hidupnya. Pria makan daging almarhum, sementara perempuan, lansia, dan anak-anak kebagian jatah otaknya.

READ ALSO

Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Saat ini, tradisi makan otak manusia tidak lagi dilakukan oleh mereka karena ada sejarah pilu di baliknya. Dari 11 ribu total jiwa penduduk suku Fore, lebih dari 200 orang meninggal selama tahun 1950 sampai 1960-an akibat penyakit Kuru setelah makan otak manusia.

Apa itu penyakit kuru?

Penyakit Kuru adalah penyakit langka mematikan yang menyerang sistem saraf dan bersifat progresif, alias terus berkembang seiring waktu.

Penyakit Kuru termasuk ke dalam golongan penyakit transmissible spongiform encephalopathies (TSE) yang menyerang otak kecil, yaitu bagian otak bertanggung jawab dalam koordinasi dan keseimbangan. Golongan penyakit TSE juga mencakup penyakit sapi gila.

Nama “kuru” itu sendiri berasal dari bahasa lokal Fore yang artinya “mati gemetar” atau “mati menggigil”.

Apa penyebab penyakit Kuru?

Tidak seperti kebanyakan infeksi lainnya, penyakit Kuru tidak disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit asing. Penyebabnya adalah molekul protein aneh bernama prion yang terkandung alami dalam otak manusia. Itu kenapa penyakit ini juga sering disebut penyakit prion.

Meski prion secara alami diproduksi di semua otak mamalia, protein ini dapat mengubah diri dan menggumpal ketika otak tersebut tak lagi berfungsi.

Ketika Anda memakan otak bangkai manusia, prion yang masuk ke dalam tubuh Anda akan bertindak seperti virus yang menyerang jaringan sehat. Prion akan menyerang Anda, si inang yang baru, dengan cara membuat lubang seperti spons di otak Anda. Sering kali ini menyebabkan gangguan koordinasi tubuh dan kerusakan yang mematikan.

Apa saja gejala penyakit Kuru?

Gejala penyakit Kuru bisa tampak mirip seperi gejala gangguan sistem saraf yang lebih umum, seperti penyakit Parkinson atau stroke.

Gejala awalnya termasuk kesulitan berjalan, kehilangan kontrol dan koordinasi atas anggota tubuh, melakukan gerakan menyentak yang tidak disadari (mirip kejang atau kedutan), insomnia, kebingungan, sakit kepala parah, dan masalah memori. Lambat laun Anda juga akan kehilangan kontrol atas emosi dan perilaku, yang mengarah ke tanda-tanda psikosis, depresi, dan perubahan kepribadian. Penyakit ini juga bisa menyebabkan kekurangan gizi.

Gejala lainnya termasuk:

  • Sulit menelan.
  • Bicara cadel atau kurang jelas.
  • Mood mudah berubah.
  • Demensia.
  • Otot kedutan dan tremor.
  • Tidak bisa menggapai benda.

Penyakit kuru terjadi dalam tiga tahap yang biasanya dimulai lebih dulu oleh sakit kepala dan nyeri sendi. Lambat laun, penderita akan kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. Ia akan sulit menyeimbangkan dan mempertahankan postur tubuh. Keluhan tubuh gemetaran, tremor, kejang atau kedutan, hingga gerakan spontan yang tidak bisa diprediksi mulai muncul di tahap kedua.

Pada tahap ketiga, orang dengan kuru biasanya akan terbaring di tempat tidur dan mengompol. Ia akan kehilangan kemampuan untuk berbicara. Ia juga mungkin menunjukkan demensia atau perubahan perilaku yang membuatnya tidak memedulikan kesehatannya.

Kelaparan dan kekurangan gizi biasanya terjadi pada tahap ketiga karena kesulitan makan dan menelan. Dalam setahun, Anda sudah tidak bisa lagi bangkit berdiri dari lantai, makan sendiri, atau mengontrol seluruh fungsi tubuh. Penyakit ini biasanya berujung pada kematian selama beberapa bulan sampai beberapa tahun. Kebanyakan orang akhirnya mati karena pneumonia (penyakit infeksi paru).

 

Adakah pengobatan untuk penyakit Kuru?

Tidak ada pengobatan yang dikenal sukses untuk penyakit kuru. Prion tidak mudah dihancurkan. Otak yang terkontaminasi dengan prion tetap menular bahkan ketika diawetkan dalam formalin selama bertahun-tahun.

Cara utama untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menghentikan praktik kanibalisme. Meski demikian, kasus baru Kuru terus bermunculan bertahun-tahun bahkan setelah adat istiadat kanibalistik ini sudah dihentikan lebih dari 50 tahun yang lalu.

Ini karena prion bisa memakan waktu puluhan tahun untuk berinkubasi dalam tubuh inang yang baru sampai dapat menunjukkan efek nyatanya. Rekor medis mencatat bahwa waktu antara paparan infeksi prion pertama sampai kemunculan gejalanya bisa berjarak hingga 30 tahun. Catatan medis melaporkan orang terakhir yang meninggal akibat Kuru wafat pada tahun 2009, tapi tidak sampai akhir 2012-lah epidemi mengerikan ini resmi dinyatakan punah.

 

The post Penyakit Kuru, Penyakit Langka Karena Makan Otak Manusia appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Pentingnya Punya 2 Sikap Positif Ini untuk Membangun Hubungan Asmara yang Sehat

Next Post

Tertarik Perawatan Microneedling? Ketahui Dulu Efek Sampingnya Berikut Ini

Related Posts

Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung
Gaya Hidup

Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Oleh: Rizki
Kamis, 5 November 2026 / 22:34 WIB
Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak
Gaya Hidup

Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Oleh: Rizki
Rabu, 4 November 2026 / 21:29 WIB
Vega Hotel Gading Serpong Siapkan Paket Sangjit untuk Momen Spesial Keluarga
Gaya Hidup

Vega Hotel Gading Serpong Siapkan Paket Sangjit untuk Momen Spesial Keluarga

Oleh: Rizki
Senin, 2 November 2026 / 11:14 WIB
Cari Liburan Keluarga di Tangerang? Coba Family Halloween Staycation di Sapphire Sky Hotel
Gaya Hidup

Cari Liburan Keluarga di Tangerang? Coba Family Halloween Staycation di Sapphire Sky Hotel

Oleh: Rizki
Minggu, 1 November 2026 / 20:25 WIB
Cari Aktivitas Seru Bareng Anak? OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang Bisa Jadi Pilihan
Gaya Hidup

Cari Aktivitas Seru Bareng Anak? OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang Bisa Jadi Pilihan

Oleh: Rizki
Minggu, 1 November 2026 / 20:16 WIB
Tak Sekadar Menginap, Sapphire Sky Hotel Karawaci Tawarkan Studio Wellness dan EDN Garden
Gaya Hidup

Tak Sekadar Menginap, Sapphire Sky Hotel Karawaci Tawarkan Studio Wellness dan EDN Garden

Oleh: Rizki
Jumat, 30 Oktober 2026 / 16:03 WIB
Next Post
Tertarik Perawatan Microneedling? Ketahui Dulu Efek Sampingnya Berikut Ini

Tertarik Perawatan Microneedling? Ketahui Dulu Efek Sampingnya Berikut Ini

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Tren Positif Dewa United Bercokol di Papan Atas Klasemen Sementara

Dewa United Banten FC Bidik Poin Penuh di Markas PSIM Yogyakarta

Kamis, 5 November 2026 / 23:23 WIB
Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Kamis, 5 November 2026 / 22:34 WIB
Aksi Akrobatik Alexandre Ramalingom dan Gol Penentu Aleksa Warnai Kemenangan Manis Persita

Jaga Rekor Unbeaten, Persita Tangerang Bidik Tiga Poin Lawan Isenmulang Kalteng FC

Kamis, 5 November 2026 / 22:30 WIB
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/26 Pekan Perdana, Sabtu 9 Agustus

Persita vs Isenmulang dan Persija vs Persebaya, Ini Jadwal Liga Indonesia Pekan 9

Kamis, 5 November 2026 / 22:22 WIB
Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Rabu, 4 November 2026 / 21:29 WIB
Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 1-2 Lewat Aksi Comeback Spektakuler di Ujung Laga

Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 1-2 Lewat Aksi Comeback Spektakuler di Ujung Laga

Rabu, 4 November 2026 / 16:49 WIB
Yili Indonesia Didapuk TOP Human Capital Award 2026

Yili Indonesia Didapuk TOP Human Capital Award 2026

Rabu, 4 November 2026 / 16:27 WIB
Dewa United Banten Taklukkan Persita Tangerang di I.League Cup 2026/2027

Dewa United Banten Taklukkan Persita Tangerang di I.League Cup 2026/2027

Selasa, 3 November 2026 / 22:43 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang