• Tentang Kami
  • Contact
Jumat, 6 November 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Mengenal Dispraksia, Gangguan Saraf yang Bikin Anak Sulit Eksekusi Gerakan Tubuh

Oleh: wartatangerang.com
Senin, 9 Juli 2018 / 15:18 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Anda bisa berjalan, menggenggam, mengetik, menendang, dan melambaikan tangan berkat proses koordinasi gerak tubuh yang diorkestrai oleh otak dan berbagai sel saraf. Proses ini sangat kompleks dan bahkan sudah dimulai sejak bayi yang terus berkembang hingga masa kanak-kanak. Adanya masalah pada saraf otak bisa menyebabkan proses koordinasi gerak tubuh ikut terganggu, yang bisa menetap hingga usia dewasa. Kondisi ini disebut dispraksia.

Apa itu dispraksia?

Dispraksia adalah suatu bentuk gangguan perkembangan koordinasi motorik halus dan kasar pada anak-anak.

READ ALSO

Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada saraf yang menyebabkan otak sulit memproses sinyal perintah gerak. Sederhananya, dispraksia membuat anak kesulitan memikirkan, merencanakan, mengeksekusi, dan mengatur gerakan sehingga membuat mereka tidak mampu melakukan aktivitas fisik umum seperti berjalan, melompat, atau memegang alat tulis sebaik anak-anak lain yang usianya sepantar. Dispraksia juga menyebabkan seorang anak memiliki postur dan pergerakan yang janggal.

Selain mengganggu koordinasi gerak tubuh, dispraksia juga dapat memengaruhi artikulasi dan ucapan, persepsi dan pemikiran. Meski begitu, dispraksia berbeda dari gangguan motorik lain seperti cerebral palsy yang dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif otak dan tingkat intelegensia.

Dispraksia adalah kondisi seumur hidup. Meski begitu, ada banyak jenis terapi yang bisa membantu anak beradaptasi untuk beraktivitas sehari-hari.

Apa penyebab dispraksia?

Dispraksia adalah gangguan koordinasi gerak tubuh yang disebabkan oleh gangguan saraf pengirim sinyal dari otak ke otot anggota gerak. Banyak pakar kesehatan yang percaya bahwa kondisi ini diakibatkan oleh faktor genetik.

Risiko dispraksia dilaporkan meningkat jika ibu terbiasa minum alkohol saat hamil, atau bayi lahir prematur dengan berat rendah. Meski begitu, mekanisme yang menyebabkan belum diketahui pasti.

Dispraksia ada banyak jenisnya

Berdasarkan jenis gerakan fisik yang mengalami gangguan, dispraksia dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu:

  • Dispraksia ideomotor: kesulitan melakukan gerakan satu tahap, seperti menyisir rambut dan melambaikan tangan.
  • Dispraksia ideational: kesulitan untuk melakukan gerakan berurutan, seperti saat menyikat gigi atau membereskan tempat tidur.
  • Dispraksia oromotor: kesulitan menggerakan otot untuk berbicara dan mengucapkan kalimat sehingga hal yang diucapkan tidak dapat terdengar jelas dan sulit dipahami.
  • Dispraksional constructional: kesulitan untuk memahami bangun ruang atau spasial sehingga anak sulit memahami dan membuat gambar geometris dan menyusun balok.

 

Tanda-tanda anak mengalami dispraksia

Dispraksia lebih sering ditemukan pada anak laki-laki daripada perempuan. Variasi gejala yang muncul dan tingkat keparahannya bisa berbeda pada setiap anak. Gejala paling awal bisa sudah muncul sejak bayi, seperti bayi yang terlambat untuk berbalik tengkurap atau berjalan.

Berikut beberapa tanda dispraksi pada usia tiga tahun hingga usia sekolah.

  • Dispraksia pada usia tiga tahun:
    • Kesulitan menggunakan alat makan dan lebih suka menggunakan tangan.
    • Tidak bisa naik sepeda roda tiga atau bermain dengan bola.
    • Terlambat dalam mampu menggunakan toilet.
    • Tidak menyukai puzzle dan mainan yang menyusun lainnya.
    • Terlambat bicara hingga usia tiga tahun.
  • Dispraksia pada usia sebelum sekolah hingga sekolah dasar:
    • Sering menabrak orang atau benda.
    • Kesulitan untuk melompat.
    • Terlambat dalam menggunakan tangan yang dominan.
    • Kesulitan menggunakan alat tulis.
    • Kesulitan menutup dan membuka kancing.
    • Kesulitan mengucapkan kata-kata.
    • Kesulitan berinteraksi dengan anak lainnya.
  • Dispraksia pada usia sekolah menengah (SMP dan SMA):
    • Menghindari pelajaran olahraga.
    • Kesulitan berolahraga.
    • Kesulitan mengikuti perintah yang memerlukan koordinasi mata dan tangan.
    • Kesulutan mengikuti instruksi dan mengingatnya.
    • Tidak dapat berdiri dalam waktu yang lama.
    • Sangat mudah lupa dan sering kehilangan banyak benda.
    • Kesulitan memahami bahasa non-verbal dari orang lain.

Apa akibatnya?

Gangguan koordinasi gerak tubuh kemungkinan juga dapat menyebabkan beberapa hal berikut:

  • Gangguan komunikasi – mulai dari kesulitan berkata-kata hingga mengekspresikan ide/gagasan. Mereka juga kesulitan untuk mengatur volume suara.
  • Gangguan perilaku dan emosi – salah satunya adalah perilaku kurang dewasa serta kesulitan untuk berteman dengan orang lain. Mereka juga cenderung memiliki kecemasan untuk bersosialisasi dengan orang lain khususnya saat mereka bertambah dewasa.
  • Gangguan akademis – hal ini pada umumnya berkaitan dengan kemampuan menulis dengan cepat untuk mencatat pelajaran dan juga menyelesaikan soal ujian dengan menulis tangan.

Diagnosis dan penanganan

Gangguan koordinasi gerak tubuh ini sudah dapat diamati gejalanya sejak anak berusia 3 tahun, tapi sebagian besar kasusnya mendapat diagnosis resmi pada usia di atas lima tahun.

Dokter juga mungkin akan memeriksa kondisi penyakit saraf lainnya untuk memastikan gangguan koordinasi tubuh anak memang disebabkan oleh dispraksia.

Jika seorang anak sudah diketahui mengalami dispraksia, maka terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantunya beraktivitas. Antara lain:

  • Terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan beraktivitas, seperti menggunakan alat dan menulis
  • Terapi bicara untuk melatih kemampuan anak berkomunikasi dengan lebih jelas.
  • Terapi motor perceptual untuk meningkatkan kemampuan bahasa, visual, gerakan serta mendengarkan dan memahami.

Selain terapi bersama dokter, beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu anak dengan dispraksia adalah:

  • Mendorong anak aktif bergerak, dengan cara bermain atau olahraga ringan seperti berenang
  • Bermain puzzle untuk membantu kemampuan persepsi visual dan spasial anak
  • Mendorong anak untuk aktif menulis dan menggambar dengan alat tulis seperti pulpen, spidol dan pensil warna
  • Bermain lempar bola untuk membantu koordinasi mata dengan tangan.

The post Mengenal Dispraksia, Gangguan Saraf yang Bikin Anak Sulit Eksekusi Gerakan Tubuh appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Tips Memilih Sepatu Terbaik untuk Olahraga di Gym

Next Post

Inilah Langkah-Langkah Pemerintah Hadapi Dampak Ketidakpastian Perekonomian Global

Related Posts

Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung
Gaya Hidup

Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Oleh: Rizki
Kamis, 5 November 2026 / 22:34 WIB
Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak
Gaya Hidup

Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Oleh: Rizki
Rabu, 4 November 2026 / 21:29 WIB
Vega Hotel Gading Serpong Siapkan Paket Sangjit untuk Momen Spesial Keluarga
Gaya Hidup

Vega Hotel Gading Serpong Siapkan Paket Sangjit untuk Momen Spesial Keluarga

Oleh: Rizki
Senin, 2 November 2026 / 11:14 WIB
Cari Liburan Keluarga di Tangerang? Coba Family Halloween Staycation di Sapphire Sky Hotel
Gaya Hidup

Cari Liburan Keluarga di Tangerang? Coba Family Halloween Staycation di Sapphire Sky Hotel

Oleh: Rizki
Minggu, 1 November 2026 / 20:25 WIB
Cari Aktivitas Seru Bareng Anak? OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang Bisa Jadi Pilihan
Gaya Hidup

Cari Aktivitas Seru Bareng Anak? OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang Bisa Jadi Pilihan

Oleh: Rizki
Minggu, 1 November 2026 / 20:16 WIB
Tak Sekadar Menginap, Sapphire Sky Hotel Karawaci Tawarkan Studio Wellness dan EDN Garden
Gaya Hidup

Tak Sekadar Menginap, Sapphire Sky Hotel Karawaci Tawarkan Studio Wellness dan EDN Garden

Oleh: Rizki
Jumat, 30 Oktober 2026 / 16:03 WIB
Next Post
Inilah Langkah-Langkah Pemerintah Hadapi Dampak Ketidakpastian Perekonomian Global

Inilah Langkah-Langkah Pemerintah Hadapi Dampak Ketidakpastian Perekonomian Global

Discussion about this post

WARTA TERKINI

Tren Positif Dewa United Bercokol di Papan Atas Klasemen Sementara

Dewa United Banten FC Bidik Poin Penuh di Markas PSIM Yogyakarta

Kamis, 5 November 2026 / 23:23 WIB
Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Kuliner Khas Lombok di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Ada Sate Rembiga dan Sop Iga Babalung

Kamis, 5 November 2026 / 22:34 WIB
Aksi Akrobatik Alexandre Ramalingom dan Gol Penentu Aleksa Warnai Kemenangan Manis Persita

Jaga Rekor Unbeaten, Persita Tangerang Bidik Tiga Poin Lawan Isenmulang Kalteng FC

Kamis, 5 November 2026 / 22:30 WIB
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/26 Pekan Perdana, Sabtu 9 Agustus

Persita vs Isenmulang dan Persija vs Persebaya, Ini Jadwal Liga Indonesia Pekan 9

Kamis, 5 November 2026 / 22:22 WIB
Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Cari Bintang Cilik Berbakat, Sapphire Sky Hotel Buka Kompetisi Menyanyi Anak

Rabu, 4 November 2026 / 21:29 WIB
Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 1-2 Lewat Aksi Comeback Spektakuler di Ujung Laga

Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 1-2 Lewat Aksi Comeback Spektakuler di Ujung Laga

Rabu, 4 November 2026 / 16:49 WIB
Yili Indonesia Didapuk TOP Human Capital Award 2026

Yili Indonesia Didapuk TOP Human Capital Award 2026

Rabu, 4 November 2026 / 16:27 WIB
Dewa United Banten Taklukkan Persita Tangerang di I.League Cup 2026/2027

Dewa United Banten Taklukkan Persita Tangerang di I.League Cup 2026/2027

Selasa, 3 November 2026 / 22:43 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang