• Tentang Kami
  • Contact
Sabtu, 12 September 2026
Wartatangerang.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Tangerang
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

8 Tanda Anda Mengalami Kekerasan Emosional Dalam Hubungan Asmara

Oleh: wartatangerang.com
Rabu, 19 September 2018 / 21:01 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

Kekerasan fisik seperti KDRT dan kekerasan dalam pacaran hingga kekerasan seksual seperti perkosaan lebih mudah dikenali karena biasanya menyisakan bekas luka yang kasat mata. Beda dengan kekerasan emosional yang sering kali disepelekan karena tanda dan gejalanya “tidak jelas”. Meski begitu, efek kekerasan emosional dalam hubungan asmara bisa jauh lebih berbahaya daripada kekerasan fisik, lho! Terlebih, tindakannya sering tidak disadari oleh pelaku dan bahkan korbannya sekali pun.

READ ALSO

Nobar Liga Eropa Makin Seru dengan Suasana Outdoor di Aviary Hotel Bintaro

Wujudkan Pernikahan Impian, Vega Hotel Gading Serpong Gelar Wedding Showcase Bertabur Promo Eksklusif

Apa yang termasuk sebagai kekerasan emosional?

Kekerasan emosional adalah jenis kekerasan yang meliputi serangan secara verbal maupun ditampakkan secara tidak langsung lewat perilaku manipulatif. Misalnya meremehkan atau merendahkan, mencaci, mengancam, mengintimidasi, sikap posesif yang berlebihan, atau bahkan total mengabaikan Anda.

Tidak seperti kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, kekerasan emosional dalam hubungan sifatnya lebih halus dan sering kali membingungkan korbannya. Pelaku pada awalnya bisa melakukan berbagai macam cara untuk membuat Anda percaya sepenuh hati padanya. Begitu taktik manipulasinya berhasil merusak persepsi dan keyakinan diri Anda sebagai korban, barulah ia mengerahkan aksinya.

Tanda-tanda kekerasan emosional dalam hubungan

Korban kekerasan emosional pada umumnya tidak menyadari ia telah menjadi sasaran karena bentuknya tidak terlihat. Namun jangan salah. Meski tidak terlihat, dampak kekerasan emosional bisa justru lebih dahsyat. Mulai dari mencoreng harga diri dan rasa percaya diri hingga trauma berat PTSD, depresi, dan bunuh diri.

Itu kenapa penting untuk mendeteksi sedini mungkin tanda-tanda kekerasan emosional yang mungkin terjadi dalam hubungan Anda.

1. Sering menyalahkan

“Begitu saja kok bisa salah, sih! Aku kan sudah pernah bilang..”

“Jangan ngaco deh! Maksud aku tadi tuh nggak begitu!”

“Kamu mengada-ngada. Itu tidak pernah terjadi.”

Kalimat-kalimat di atas pernah terlontar dari mulut pasangan? Jika ya, besar kemungkinannya pasangan menggunakan taktik manipulasi tersamar yang disebut dengan gaslighting. Pelaku akan terus bersikeras memelintirkan fakta sehingga korban malah jadi mulai meragukan kebenaran versi dirinya sendiri.

Jika pasangan Anda sering merendahkan Anda dan memelintirkan fakta sehingga Anda tampak seperti orang yang tidak rasional dan hilang akal sehat, ini adalah sinyal bahaya Anda sedang mengalami kekerasan emosional.

2. Posesif

pacar posesif

Semua orang tentu ingin diperhatikan oleh pasangannya. Akan tetapi, kalau ini dilakukan secara berlebihan sampai membiarkan pasangan posesif, maka hal ini tidak baik untuk hubungan Anda.

“Kamu harus ngabarin aku setiap hari, ya.”

“Kamu lagi dimana? Sama siapa saja?”

“Jangan pergi sama temen cowok itu, aku nggak suka.”

Saking posesifnya, ada orang yang meminta pasangannya untuk memberikan kata sandi untuk semua akun media sosialnya. Katanya, ini bertujuan untuk mencegah perselingkuhan. Begitu ia tahu bahwa Anda sedang pergi bersama teman lawan jenis, pasangan Anda akan marah besar dan langsung menyalahkan Anda.

Cemburu itu normal, kok, tapi dengan catatan masih dalam batas wajar. Sikap terlalu posesif dan cemburu justru dapat memicu pasangan Anda bersikap kasar terhadap Anda.

3. Mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, tapi dianggap sebagai bahan bercandaan

ingin bercerai

Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada saat Anda mendapatkan perkataan negatif, terutama dari pasangan Anda sendiri. Misalnya, dia sering memanggil Anda dengan panggilan negatif seperti “bodoh” atau “ganjen” di depan teman-teman Anda.

Terlebih jika ketika Anda menegurnya untuk berhenti, ia justru langsung membantah atau menyepelekan dengan “Ah, aku kan cuma bercanda. Kamu jangan terlalu sensitif, deh.”

Hati-hati, sikap buruknya ini sudah melecehkan Anda secara emosional, lho.

4. Anda harus meminta maaf, padahal Anda tidak salah

pasangan marah

Perlu diingat bahwa pelaku kekerasan emosional biasanya memiliki sifat manipulatif. Artinya, pasangan Anda sengaja merendahkan Anda, membuat Anda tidak berdaya, dan menempatkan Anda sebagai pihak yang bersalah supaya Anda terus-terusan minta maaf. Misalnya dengan berkata seperti “Kamu ngomel cuma gara-gara hal seremeh itu? Yang bener aja!”

Ya, ini termasuk salah satu kekerasan emosional yang patut diwaspadai. Jika Anda memang menyadari telah berbuat salah, tentu meminta maaf adalah langkah yang tepat. Akan tetapi jika Anda yakin benar bahwa Anda tidak salah, punya buktinya, dan tudingan tanpa alasan ini terus-terusan terjadi, pertimbangkan untuk mengakhiri hubungan tersebut.

5. Pasangan selalu tidak ada untuk Anda

pasangan berubah

Pada awalnya, pasangan akan bersikap manis dan romantis dengan memberikan bunga atau barang-barang kesukaan Anda. Tak lain, hal ini bertujuan untuk membuat Anda percaya bahwa ia menyayangi Anda. Setelah Anda larut dalam ‘permainan’nya, pasangan akan mulai bersikap manipulatif dan berperilaku kasar secara verbal.

Lagi-lagi, dia akan berdalih bahwa ini merupakan bentuk kasih sayangnya terhadap Anda. Tanpa sadar, Anda akan mulai menyalahkan diri sendiri karena sudah menuduh yang tidak-tidak.

6. Meremehkan

saat masa pdkt

 

Apabila setiap kali diskusi atau bertengkar, ia justru mengakhiri pembicaraan dengan mendiamkan atau menolak mentah-mentah untuk mendengarkan Anda sehingga membuat Anda tidak berdaya dan dihargai, ini adalah sinyal bagi Anda untuk mengakhiri hubungan.

Atau sebaliknya, jika pasangan Anda terus-terusan merendahkan martabat dan kepercayaan diri Anda. Misalnya Anda baru saja menang lomba esai menulis atau proyek kantor pimpinan Anda baru gol.

Bukannya mengucapkan kata selamat dan menyemangati, pasangan yang abusive justru akan meremehkan Anda. “Pantas saja kamu menang. Pesertanya paling cuma sedikit, kan lingkupnya kecil.”

Hal ini tentu akan menjatuhkan harga diri Anda. Padahal, dukungan dari pasangan tentu sangat berarti untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri Anda.

7. Mengancam

kekerasan dalam pacaran yang tidak boleh dilakukan

Tanda kekerasan emosional ini sudah jelas. Jika pasangan mulai mengancam akan mengambil alih semua hal-hal penting dalam hidup Anda, mulai dari uang, rumah, bahkan anak-anak Anda, ini adalah sinyal bahaya.

Bentuk ancamannya pun bisa bermacam-macam. Entah itu ancaman untuk meninggalkan Anda, membeberkan rahasia Anda, dan sebagainya.

Secara tidak langsung, Anda akan dipaksa untuk terus bergantung kepada pasangan. Alih-alih mempererat hubungan, tekanan batin ini justru tidak baik untuk kesehatan emosional Anda.

8. Mengisolasi

membantu pasangan depresi

Pasangan yang abusive dan sering melakukan kekerasan emosional biasanya akan menjauhkan Anda dari keluarga dan teman-teman Anda dengan berbagai cara. Lagi-lagi, ini bertujuan supaya Anda hanya dapat bergantung kepadanya saja.

Alhasil, pasangan Anda dapat bertindak semena-mena dan melecehkan Anda secara emosional dengan lebih leluasa. Semakin mudah Anda dijauhkan dari orang terdekat, maka semakin sulit pula bagi Anda untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat ini.

The post 8 Tanda Anda Mengalami Kekerasan Emosional Dalam Hubungan Asmara appeared first on Hello Sehat.

Source

Temukan berita terkini Wartatangerang.com di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang*

Previous Post

Jangan Salting, Ini 5 Trik Penyelamat untuk Memecah Keheningan Saat Kencan

Next Post

Minum Antibiotik Terlalu Lama Lewat dari Resep Dokter, Tingkatkan Risiko Batu Ginjal Pada Anak

Related Posts

Nobar Liga Eropa Makin Seru dengan Suasana Outdoor di Aviary Hotel Bintaro
Gaya Hidup

Nobar Liga Eropa Makin Seru dengan Suasana Outdoor di Aviary Hotel Bintaro

Oleh: Rizki
Jumat, 11 September 2026 / 12:36 WIB
Wujudkan Pernikahan Impian, Vega Hotel Gading Serpong Gelar Wedding Showcase Bertabur Promo Eksklusif
Gaya Hidup

Wujudkan Pernikahan Impian, Vega Hotel Gading Serpong Gelar Wedding Showcase Bertabur Promo Eksklusif

Oleh: Rizki
Minggu, 6 September 2026 / 20:58 WIB
Api Jiwa Gandeng SU MA Jakarta, Sajikan Eksplorasi Kuliner Asia Kontemporer
Gaya Hidup

Api Jiwa Gandeng SU MA Jakarta, Sajikan Eksplorasi Kuliner Asia Kontemporer

Oleh: Rizki
Jumat, 4 September 2026 / 16:48 WIB
ARYADUTA Country Club Hadirkan Tennis Coaching Clinic Bersama Coach Wibowo
Gaya Hidup

ARYADUTA Country Club Hadirkan Tennis Coaching Clinic Bersama Coach Wibowo

Oleh: Rizki
Jumat, 4 September 2026 / 16:31 WIB
Tiga Dekade Melayani, Aryaduta Lippo Village Perkuat Fasilitas dan Ruang Hijau Demi Kenyamanan Tamu
Gaya Hidup

Tiga Dekade Melayani, Aryaduta Lippo Village Perkuat Fasilitas dan Ruang Hijau Demi Kenyamanan Tamu

Oleh: Rizki
Rabu, 2 September 2026 / 21:26 WIB
Unik! Cendol Minang Dua Warna Ini Pakai Ampiang Ketan “Impor” dari Sumatera
Gaya Hidup

Unik! Cendol Minang Dua Warna Ini Pakai Ampiang Ketan “Impor” dari Sumatera

Oleh: Rizki
Sabtu, 29 Agustus 2026 / 10:43 WIB
Next Post
Minum Antibiotik Terlalu Lama Lewat dari Resep Dokter, Tingkatkan Risiko Batu Ginjal Pada Anak

Minum Antibiotik Terlalu Lama Lewat dari Resep Dokter, Tingkatkan Risiko Batu Ginjal Pada Anak

Discussion about this post

WARTA TERKINI

STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sabtu, 12 September 2026 / 04:45 WIB
Nobar Liga Eropa Makin Seru dengan Suasana Outdoor di Aviary Hotel Bintaro

Nobar Liga Eropa Makin Seru dengan Suasana Outdoor di Aviary Hotel Bintaro

Jumat, 11 September 2026 / 12:36 WIB
Persija vs Persib di GBK, Macan Kemayoran Bidik Kemenangan di Laga Kandang Perdana

Persija vs Persib di GBK, Macan Kemayoran Bidik Kemenangan di Laga Kandang Perdana

Jumat, 11 September 2026 / 12:31 WIB
IKPP Tangerang dan INKALINDO Kolaborasi Wujudkan Zero Waste 2028

IKPP Tangerang dan INKALINDO Kolaborasi Wujudkan Zero Waste 2028

Jumat, 11 September 2026 / 12:19 WIB
Hari Ketiga Pencarian, 11 Kapal dan 300 Personel Cari 8 Orang Hilang di Perairan Anak Krakatau

Hari Ketiga Pencarian, 11 Kapal dan 300 Personel Cari 8 Orang Hilang di Perairan Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 / 09:06 WIB
PJU Bermasalah di Sejumlah Ruas Jalan Tangerang Segera Ditangani Dishub

PJU Bermasalah di Sejumlah Ruas Jalan Tangerang Segera Ditangani Dishub

Jumat, 11 September 2026 / 09:00 WIB
Pelajari Konservasi Bambu, EJN Siapkan Gerakan Lingkungan Berkelanjutan di Tangerang

Pelajari Konservasi Bambu, EJN Siapkan Gerakan Lingkungan Berkelanjutan di Tangerang

Jumat, 11 September 2026 / 08:52 WIB
Atasi Polusi dan Kelembapan di Rumah, AZKO Perkenalkan Produk NORIUM

Atasi Polusi dan Kelembapan di Rumah, AZKO Perkenalkan Produk NORIUM

Jumat, 11 September 2026 / 08:29 WIB
Facebook Twitter Instagram Youtube
Wartatangerang.com

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Contact

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabupaten Tangerang
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangsel
  • Banten
  • Nasional
  • Indeks

© 2022 Wartatangerang.com | Situs Berita dan Informasi Seputar Tangerang