SURABAYA, WT – Universitas Kristen Petra kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan industri pangan nasional melalui gelaran Food Expert Talk PETRA FOODLABS-X 2026. Kegiatan ini mengusung tema “From Science to Market: Innovation, Safety, and Impact in the Food Industry” dan berlangsung di Petra Performance Hall, kampus pusat UK Petra.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi hingga pelaku industri dan sektor keuangan. Di antaranya Purwiyatno Hariyadi, Cipto Suwarno Kurniawan, Bagus Budi Haryanto, Claudius Teddy Gunawan, serta Kusnadi.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan strategis untuk menjembatani kesenjangan antara dunia riset, industri, dan pembiayaan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi pangan diharapkan dapat berkembang lebih cepat dan tepat sasaran.
Dalam sesi diskusi, Purwiyatno menekankan bahwa keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses produksi.
“Jika tidak aman, maka itu bukan makanan,” tegasnya, menyoroti pentingnya standar keamanan sebelum berbicara soal nilai gizi atau tampilan produk.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Cipto Suwarno Kurniawan yang mengungkapkan bahwa menciptakan produk pangan yang lezat sekaligus sehat bukan perkara mudah. Ia menyebut proses pengembangan mie instan sehat bahkan memerlukan waktu riset hingga empat tahun.
“Tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara rasa dan aspek kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Claudius Teddy Gunawan melihat industri pangan sebagai sektor dengan potensi ekonomi besar di Indonesia. Dukungan jumlah penduduk yang besar serta hadirnya program Makan Bergizi Gratis dinilai membuka peluang bisnis yang luas bagi pelaku usaha.
Moderator acara, Renny Indrawati, menegaskan pentingnya membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, industri, pemerintah, masyarakat, hingga media.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, UK Petra juga melakukan peluncuran awal Laboratorium Teknologi Pangan terbaru. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kolaborasi antara kampus, industri, dan UMKM dalam mendukung riset terapan, pengujian produk, hingga percepatan inovasi pangan.
Melalui langkah ini, UK Petra berharap dapat menjembatani kesenjangan antara inovasi berbasis sains dan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat daya saing sektor pangan Indonesia di masa mendatang. (RLS)
























Discussion about this post