TANGERANG, WT – Memasuki tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono, arah pembangunan di Kota Tangerang mulai terlihat dengan pendekatan bertahap dan berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat.
Alih-alih menghadirkan gebrakan besar, kebijakan yang dijalankan lebih menitikberatkan pada program yang langsung dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu yang menjadi sorotan adalah program 3G (Gampang Sekolah, Gampang Kerja, Gampang Sembako).
Pengamat kebijakan publik dari IDP-LP, Riko Noviantoro, menilai program tersebut relevan karena menyasar kebutuhan fundamental masyarakat. “Program ini menyentuh aspek pendidikan, akses pekerjaan, hingga kebutuhan pokok. Pendekatan seperti ini membuat arah kebijakan lebih mudah dipahami masyarakat,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Menurut Riko, tahun pertama pemerintahan merupakan fase peletakan dasar, bukan untuk menilai hasil akhir. Ia menekankan pentingnya konsistensi kebijakan agar dampak jangka panjang dapat dirasakan. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator makro Kota Tangerang yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 81,53 menjadi 82,41 poin. Angka harapan hidup naik menjadi 75,86 tahun, sementara harapan lama sekolah mencapai 13,96 tahun.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan juga mengalami penguatan. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) naik dari 5,04 persen menjadi 5,20 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,88 persen, dan angka kemiskinan menurun menjadi 5,19 persen.
“Perubahan ini memang bertahap, namun menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Selama satu tahun, sejumlah program konkret telah direalisasikan oleh Pemkot Tangerang. Di antaranya pembangunan 26 Graha Kita Bersama (GKB), bedah 1.000 rumah warga, serta pembangunan empat ruas jalan. Selain itu, bantuan sosial juga disalurkan kepada ribuan warga, termasuk bantuan tunai untuk 2.668 penerima, santunan kematian bagi 805 keluarga, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 16 ribu pekerja rentan.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, pemerintah juga melatih 1.000 wirausaha baru dan memberikan bantuan modal usaha hingga Rp20 juta kepada 184 penerima manfaat.
Sepanjang tahun pertama, Pemkot Tangerang juga mencatatkan 81 penghargaan tingkat nasional dan regional. Salah satu capaian penting adalah Universal Health Coverage (UHC) yang menembus 100,71 persen pada 2025, sehingga meraih UHC Award 2026 kategori Madya.
Tak hanya itu, Kota Tangerang juga meraih Juara I BKN Award 2025, peringkat III pemerintah kota terbaik dalam pencegahan korupsi dari KPK, serta penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pembangunan diarahkan agar benar-benar dirasakan masyarakat. “Pembangunan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, melalui layanan yang lebih mudah, lingkungan yang tertata, dan kota yang semakin nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat. Pengamat menilai, meski belum mencapai hasil akhir, arah kebijakan yang jelas dan fondasi yang mulai kuat menjadi modal penting bagi Kota Tangerang untuk terus berkembang secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang (KEY).























Discussion about this post