TANGERANG, WT – Peristiwa pergeseran tanah atau tanah amblas terjadi di Kampung Cipayaeun, RT 011/003, Desa Tegal Sari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Insiden tersebut mengakibatkan lima rumah warga mengalami kerusakan serius dan nyaris ambruk.
Laporan kejadian diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tangerang pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 13.50 WIB. Setelah menerima laporan, petugas dari Pos Damkar Tigaraksa langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pergeseran tanah menyebabkan retakan pada bangunan rumah serta lantai yang amblas, dengan lebar retakan tanah mencapai sekitar 50 hingga 60 sentimeter.
“Sebanyak lima rumah mengalami retak dan amblas pada bagian lantai, kondisinya sangat rawan dan nyaris roboh,” ujar salah satu petugas BPBD Kabupaten Tangerang yang berada di lokasi kejadian.
Diketahui, peristiwa tanah amblas tersebut terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas memastikan bahwa kejadian tidak disebabkan oleh gempa bumi, melainkan akibat pergerakan tanah.
Untuk menghindari risiko yang lebih besar, para pemilik rumah terdampak memilih mengungsi ke rumah kerabat masing-masing. Warga mengaku khawatir bangunan akan roboh, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami terpaksa mengungsi ke rumah saudara karena takut rumah ambruk, apalagi kalau hujan turun,” ungkap salah satu warga terdampak kepada petugas.
Saat ini, BPBD Kabupaten Tangerang telah melakukan koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan setempat guna menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk pengamanan lokasi serta upaya mitigasi untuk mencegah dampak yang lebih luas. (RIK)
















Discussion about this post